Posted on

Keutamaan Sholat Malam

Allah swt, berfirman :
“..Mereka membaca ayat-ayat Allah
pada beberapa waktu di malam hari,
sedang mereka juga bersujud (sembahyang)”
(QS. Ali Imran : 113)

Yang dimaksud qiyamul lail atau bangun malam
bukanlah sekedar bangun dari tidur lalu ke kamar mandi
untuk kencing, kemudian tidur lagi..
bukan..bukan..itu.
Tetapi qiyamul lail adalah bangun malam
untuk menjalankan ibadah dimalam hari…
hehehe
kikuk kikuk..

Qiyamul lail merupakan kebiasaan Rasulullah saw.
Suatu ketika Aisyah ra, merasa iba
melihat Rasulullah saw tak henti-hentinya
mengerjakan sholat malam
hingga kakinya bengkak dan pecah-pecah.
Aisyah berkata :
“Kenapa engkau melakukan ini wahai Rasul,
padahal Allah swt, telah mengampuni dosa-dosamu
terdahulu dan yang akan datang?”
Beliau bersabda :
“Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur”.
(HR. Muslim).

Shalat tahajjud atau qiyamul lail
adalah shalat yang dilakukan di waktu malam hari
setelah terbangun dari tidur (meskipun tidur sebentar)
dan setelah mengerjakan shalat isya,
baik berupa shalat qadla, rawatib, hajat, tasbih,
taubat, witir, sunah mutlak..dsb.
(Al-Bajuri I hal : 133)

Hukum Shalat Tahajud
adalah Sunah mu’akkaddah (sangat dianjurkan).

WAKTU SHALAT TAHAJUD
———————————
•Waktu paling utama : 1/3 malam terakhir (pukul 01.00 WIB-Subuh)
•Waktu lebih utama : 1/3 malam kedua (pukul 22.00-01.00 WIB)
•Waktu utama : 1/3 malam pertama (Ba’da Isya-22.00 WIB)

KEUTAMAAN SHALAT TAHAJUD
————————————
1.Seruan langsung dari Allah untuk meninggikan derajat.
Allah swt, berfirman :
“Dan pada sebagian malam hari
bersembahyang tahajudlah kamu
sebagai suatu ibadah tambahan bagimu;
mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Israa : 79).

2.Kebiasaan orang-orang shaleh & mengusir penyakit
Allah swt, berfirman :
“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud
dan berdiri untuk Tuhan mereka”
(QS. Adz-Dzariyaat : 64)

Dari Abu Umamah Al-Bahily ra, Rasulullah saw bersabda:
“Hendaklah kalian mengerjakan qiyamul lail,
sebab qiyamul lail adalah
kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum kalian,
karena qiyamul lail mendekatkan diri kepada Allah,
mencegah dari dosa, menghapus kesalahan
dan mengusir penyakit dari tubuh”.
(HR. Tirmidzi dan Hakim)

3.Terdapat waktu Mustajabah (terkabulnya permohonan)
Rasulullah saw, bersabda :
“Sesungguhnya pada malam hari itu
benar-benar terdapat satu saat (waktu mustajabah),
seandainya seorang muslim dapat menepatinya
untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat,
niscaya Allah swt, akan memberikannya.
Dan itu berlaku setiap malam.”
( HR. Muslim dan Ahmad).

4.Shalat paling utama setelah shalat wajib
Rasulullah saw, bersabda :
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadlan
adalah puasa di bulan Muharram, bulannya Allah,
sedangkan shalat yang paling utama
setelah shalat wajib adalah shalat malam”
(HR. Muslim).

5.Ibadah untuk meraih surga.
Dari Abdullah bin Salam, Rasulullah saw telah bersabda :
“Wahai manusia, sebarluaskanlah salam,
berikanlah makanan, serta shalat malamlah
diwaktu orang-orang sedang tidur,
agar kalian masuk surga dengan selamat.”
(HR. Tirmidzi)

6.Lebih baik dari dunia dan seisinya.
Rasulullah saw, bersabda :
“Dua rakaat yang dilakukan
oleh seorang hamba ditengah malam
itu lebih baik baginya
daripada dunia ini serta seluruh isinya”
(HR. Adam bin Abu Iyas)

7.Menjadikan semangat hidup di pagi harinya
dan tidak bermalas-malasan.
Rasulullah saw, bersabda :
“Syaitan membuat tiga ikatan di tengkuk
(leher bagian belakang) salah seorang di antara kalin ketika tidur.
Di setiap ikatan syaitan akan mengatakan :
“Malam masih panjang tidurlah..!”
Jika ia bangun lantas berdzikir kepada Allah,
lepaslah satu ikatan itu.
Kemudian jika ia berwudlu,
maka lepaslah lagi satu ikatan.
Dan jika ia shalat,
maka lepaslah ikatan terakhir.
Sehingga ia bangun di pagi hari
dengan bersemangat dan bergembira.
Jika ia tidak melakukan seperti itu,
maka ia jelang pagi dengan tidak ceria dan bermalas-malasan”
(HR. Bukhari dan Muslim)

8.Termasuk golongan orang yang berdzikir
Dari Amr Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw, bersabda :
“Sedekat-dekatnya seorang hamba kepada Allah
ialah ditengah malam yang akhir,
maka jika engkau termasuk orang yang berdzikir kepada Allah swt,
pada waktu (malam) itu usahakanlah!”
(HR. Hakim)
————
Yuk….

Sumber : Mbah Rien di facebook

Please follow and like us:
Posted on

Amal Ibadah di Hari Jum’at

Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Berikut ini kami sebutkan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.

1. Dari Abu Sa’id al-Khudri radliyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْق&#1 616;

Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalamTakhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَ هُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.

Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”

Kapan Membacanya?

Sunnah membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam Jum’at diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.

Imam Al-Syafi’i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum’at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi’i: 1/237).

Mengenai hal ini, al-Hafidzh Ibnul Hajar rahimahullaah mengungkapkan dalam Amali-nya: Demikian riwayat-riwayat yang ada menggunakan kata “hari” atau “malam” Jum’at. Maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud “hari” temasuk malamnya. Demikian pula sebaliknya, “malam” adalah malam jum’at dan siangnya. (Lihat: Faidh al-Qadir: 6/199).

DR Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa di antara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat al-Kahfi berdasarkan hadits di atas. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal 241).

. . . Kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at. . .

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at

Dari beberapa riwayat di atas, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ

Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)

Balasan kedua bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:

إن الحسنات يُذْهِبْن السيئات

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)

Penutup

Hari Jum’at merupakan hari yang mulia, hendaknya setiap muslim memuliakannya dengan amal-amal ketaatan. Namun menetapkan amal-amal tersebut tidak boleh hanya dengan anggapan semata, tapi harus didasarkan kepada tuntutan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang kita ketahui melalui sunnahnya. Karena dengan ittiba’ kepada sunnah beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  tersebut, -sesudah ikhlash- seseorang akan diterima amal ibadahnya dan dicintai oleh Rabb-nya. Dan tidak didapatkan sunnah shahihah dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang menghususkan malam Jum’at ataupun siang harinya dengan membaca surat Yasin. Bersamaan itu, terdapat amal yang dianjurkan oleh beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasalla m, yaitu membaca surat Al-Kahfi, dan inilah yang dianjurkan oleh Imam al-Syafi’i rahimahullah. Wallahu Ta’aa a’lam.

Sumber : Muslimic

Please follow and like us:
Posted on

Doa Para Nabi di Al Qur’an

Doa Nabi Adam setelah turun dari surga.

DoaNAdam

keduanya berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi. (Al A’rof 23 )

Doa Nabi Ibrahim

Ya Tuhan Kami, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Al Baqarah : 128 )

Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.( Ibrahim : 40 )

Doa Nabi Yunus

Doa Nabi Yunus

dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam Keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia menyeru dalam Keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.” ( Al Anbiya’ : 87 )

Doa Nabi Musa

berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,

 dan mudahkanlah untukku urusanku,

 dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,”

(QS Thaha : 25 – 27 )

Doa Nabi Sulaiman

Maka Dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) Perkataan semut itu. dan Dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. ( An Naml : 19 )

Doa Nabi Zakaria

di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (QS Ali Imran : 38 )

Doa Nabi Isa

‘Isâ putra Maryam mengabulkan permohonan mereka dan berdoa, “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya hidangan dari langit kepada kami yang hari turunnya menjadi hari raya bagi orang-orang yang beriman, baik yang telah lalu maupun yang datang kemudian. Juga agar menjadi mukjizat yang akan memperkuat seruan-Mu. Karuniakanlah kepada kami rezeki yang baik. Engkau adalah sebaik-baik Pemberi rezeki.”

(QS Al Maidah : 114 )

Doa untuk menambah Ilmu yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad

Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan Katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS Thaha : 114 )

 

Semoga kita bisa mengamalkannya walaupun hanya satu. Aaamiin. .

Please follow and like us:
Posted on

Islam Agama Paripurna

لْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan atas kalian nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu ( QS : Al Maidah : 3 )

Agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah adalah penyempurnaan atas agama-agama yang telah dibawa oleh para nabi dan rasul sebelumnya. Karena telah sempurna, tidak akan ada lagi agama baru. Islam adalah agama terakhir, yang berlaku hingga hari kiamat. Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam adalah nabi dan rasul terakhir, tidak ada lagi nabi dan rasul sesudahnya. Dan dengan kesempurnaannya, Islam ditujukan untuk seluruh umat manusia, bukan hanya untuk orang Arab saja.

Nama Islam menurut bahasa memiliki beberapa makna, yang menunjukkan sifat dari agama ini. Makna yang pertama adalah ketundukan. Dengan memeluk Islam, seorang manusia akan tunduk patuh kepada Tuhannya karena merasa bahwa ia hanyalah seorang hamba yang tidak memiliki apa-apa dihadapan kebesaran dan keagungan-Nya.

Makna yang kedua adalah berserah diri. Dengan memeluk Islam, seorang manusia telah menyerahkan dirinya kepada Allah karena merasa bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa, Dzat Yang Maha Mengatur, dan Dzat Yang Tidak Pernah Tidur. Ia yakin dan percaya bahwa Allah pasti senantiasa memberikan yang terbaik kepada hamba-hamba-Nya.

Makna yang ketiga adalah keselamatan. Islam adalah agama yang akan mengantarkan pemeluknya pada keselamatan yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Dan makna yang keempat adalah perdamaian. Ini artinya, Islam adalah agama yang tidak menginginkan terjadinya keonaran, kezhaliman, perusakan, dan anarki di muka bumi ini.

Karakteristik Islam

Pertama-tama, agama Islam mempunyai karakteristik rabbaniyah. Maksudnya, ajaran agama Islam seluruhnya bersumber dari Allah dan menjadikan keridhaan-Nya sebagai orientasi puncak. Namun pada saat yang sama, Islam juga memiliki karakteristik insaniyah. Artinya, Islam tidak pernah lepas dari sisi-sisi kemanusiaan manusia. Islam senantiasa selaras dengan fitrah manusia. Demikian pula, ajaran-ajarannya senantiasa membawa kemaslahatan dan kebahagiaan hakiki bagi manusia.

Selanjutnya, Islam adalah agama yang syamil: meliputi segala aspek kehidupan manusia. Dalam Islam tidak dikenal adanya pemisahan antara urusan agama dan urusan dunia. Islam mengatur segala hal mulai dari kehidupan pribadi sampai kehidupan sosial, mulai dari masalah-masalah yang kecil dan kelihatan sepele sampai masalah-masalah yang besar.

Islam adalah agama yang berkarakter wasath (pertengahan) dan tawazun (seimbang). Islam menjunjung tinggi keadilan, namun juga mengedepankan kasih sayang. Islam sangat mengedepankan spiritualitas, namun juga menganjurkan manusia untuk memenuhi hak-hak dunianya. Dalam Islam, setiap pemeluknya diharuskan untuk memenuhi hak dari segala sesuatu, sesuai dengan porsinya masing-masing. Islam tidak membenarkan sikap ekstrem, yakni berlebih-lebihan dalam satu hal seraya meninggalkan pemenuhan hak atas hal yang lainnya.

Islam adalah agama yang teguh namun juga lentur. Islam memiliki prinsip-prinsip yang harus dipegang dengan teguh. Prinsip-prinsip ini tidak pernah berubah, kapanpun dan dimanapun. Namun pada saat yang sama, Islam juga memiliki ruang yang luas untuk berkembang, sesuai dengan tuntutan ruang, waktu, situasi dan kondisi. Disinilah Islam akan menjadi menjadi sebuah sistem hidup yang akan selalu cocok untuk diterapkan kapanpun, dimanapun, dan dalam keadaan yang bagaimanapun.

Beberapa karakteristik diatas menjadikan Islam sebagai agama yang paling unggul. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Islam adalah yang tertinggi dan tidak ada yang bisa menandingi ketinggiannya.”
Sumber : Ikadi Jatim

Please follow and like us:
Posted on

Allah itu Dekat

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

[Al Baqarah 186]

 

Ayat ini turun berkenaan dengan datangnya seorang Arab Badui kepada Nabi SAW yang bertanya: “Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat/memohon kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?” Nabi SAW terdiam, hingga turunlah ayat ini (S. 2: 186) sebagai jawaban terhadap pertanyaan itu.

Menurut riwayat lain, ayat ini (S. 2: 186) turun sebagai jawaban terhadap beberapa shahabat yang bertanya kepada Nabi SAW: “Dimanakah Tuhan kita?”

Menurut riwayat lain, setelah turun ayat “Waqala rabbukum ud’uni astajib lakum” yang artinya berdoalah kamu kepada-Ku, pasti aku mengijabahnya (S. 40: 60), para shahabat tidak mengetahui bilamana yang tepat untuk berdoa. Maka turunlah ayat ini (S. 2: 186)

Please follow and like us:
Posted on

Islam Agama Sempurna

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau, dan orang-orang yang mendakwahkan ajaran beliau, sampai hari pembalasan.

Amma ba’du ….

Ini adalah ceramah yang aku sampaikan di Masjid Nabawi, atas permintaan Raja Maghrib (Maroko). Sebagian saudara-saudaraku meminta kepadaku agar ceramah ini dibukukan dan disebarkan, maka aku menyambut permintaannya, dengan harapan semoga Allah memberikan manfaat dengannya.

Allah berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu.” (Q.s. Al-Maidah [5]:3)

Yang dimaksudkan “pada hari ini” adalah hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 hijriyyah, pent.), yaitu hari Jumat pada haji wada’. Ayat yang mulia ini turun [1] ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang wukuf (berhenti) di Padang Arafah, pada waktu sore di hari itu. Beliau hidup selama 81 hari setelah turun ayat tersebut.

Di dalam ayat ini, Allah telah menjelaskan bahwa Dia telah menyempurnakan agama kita untuk kita. Dengan demikian, agama ini tidak akan kurang, selama-lamanya; tidak butuh tambahan, selama-lamanya. Oleh karena itulah, Allah menutup (pengutusan, ed.) seluruh nabi dengan Nabi kita–semoga salawat dan salam dilimpahkan kepada mereka semua–.

Di dalam ayat ini juga, Allah telah menjelaskan bahwa Dia telah meridhai Islam menjadi agama kita, sehingga Dia tidak akan memurkai agama ini, selama-lamanya. Oleh karena itulah, Allah menjelaskan bahwa Dia tidak akan menerima selain agama Islam, dari siapa pun juga. Dia berfirman,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ اْلأِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barang siapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali (agama itu) tidaklah akan diterima, dan di akhirat kelak dia termasuk orang yang rugi.” (Q.s. Ali Imran [3]:85)

Allah ta’ala juga berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللهِ اْلإِسْلاَمُ

“Sesungguhnya, agama di sisi Allah hanyalah Islam.”. (Q.s. Ali Imran [3]:19)

Penyempurnaan agama ini dan penjelasan seluruh hukumnya merupakan bentuk seluruh kenikmatan di dunia dan akhirat. Oleh karena itulah, Allah ta’ala berfirman,

وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي

“… Dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu.” (Q.s. Al-Maidah [5]:3)

Ayat yang mulia ini merupakan nash (teks) yang nyata bahwa agama Islam telah menerangkan dan menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia di dunia dan di akhirat.
Sumber : Ustadz Muslim

Please follow and like us:
Posted on

7 BACAAN PEMBUKA PINTU REZEKI

(1). Memperbanyak Membaca “La hawla Wala Quwwata Illabillah”
Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan “La hawla Wala Quwwata Illa billah.” (HR. At-Tabrani)

(2). Membaca “La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin”
Barangsiapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin, maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur. (HR. Abu Nu’aim dan Ad-Dailami)

(3). Melanggengkan Ber-Istighfar, “Barangsiapa melanggengkan beristighfar niscaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah)

(4). Membaca Surat Al-Ikhlas, “Barangsiapa mmbaca Surat Al-Ikhlas ketika masuk rumah, maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya.” (HR. At-Tabrani)

(5). Membaca Surat Al-Waqiah, “Barangsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman)

(6). Memperbanyak Shalawat Atas Nabi, “Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah berdiri seraya bersabda, Wahai manusia berdzikirlah mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupa (sangkakala Kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan di dalamnya.”

(7). Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim, dari setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada
Allah Ta’ala sampai hari Kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu. (HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)

Sumber : Status FB Den Bagus

Please follow and like us: