Posted on

Sikap Muslim Menghadapi Musibah

Pengertian Musibah

Musibah adalah perkara yang tidak disukai yang menimpa manusia.
Imam Al-Qurthubi menyebutkan, “Musibah adalah segala apa yang mengganggu seorang mukmin dan yang menimpanya.”

Jenis Musibah

Musibah beragam jenis bentuknya. Ada yang menimpa jiwa seseorang, ada yang menimpa tubuhnya, ada yang menimpa hartanya, ada yang menimpa keluarganya, dan ada yang menimpa yang lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ

Artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2] : 155).

Imam Ath-Thabari menjelaskan, “Ini adalah pemberitaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para pengikut Rasul-Nya, bahwa Ia akan menguji mereka dengan perkara-perkara yang berat, supaya nyata diketahui orang yang mengikuti Rasul dan orang yang berpaling.”

Pentingnya Istirja’ Menghadapi Musibah

Istirja’ adalah ucapan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهَ رَاجِعُوْنَ

Artinya : “Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ. الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

Artinya : “Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah [2] : 155-157).
Hikmah di Balik Musibah yang Menimpa

Sebagian orang menyangka bahwa bila dirinya tertimpa penyakit, rumahnya kebakaran, hartanya kecurian, atau semisalnya adalah karena dirinya sedang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Padahal tidak seperti itu kenyataannya. Justru terkadang kita diuji dengan berbagai musibah dan bencana karena Allah sedang menyiapkan kita ke tempat yang mulia disisi-Nya. Atau justru Allah bermaksud menerima kembali kita sebagai hamba-Nya, jika dengan musibah itu kita beristighfar, bertaubat, dan mengakui segala kesalahan kita, dan mengakui segala kemahabesaran Allah.

Sebaliknya, terkadang seorang diuji dengan kesenangan, seperti harta yang banyak, istri, anak-anak, dan lainnya. Namun bukan karena kemuliaannya, jika tidak menjadikannya untuk tha’at kepada Allah.

Kita mesti yakin kepada ketentuan dan kekuasaan Allah, bahwa apa yang ditakdirkan Allah Subhanahu wa Ta’ala niscaya akan menimpanya, tidak meleset sedikit pun. Sedangkan apa yang tidak ditakdirkan oleh-Nya pasti tidak akan menimpanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرٌ. لِكَيْ لاَ تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلاَ تَفْرَحُوا بِمَا ءَاتَاكُمْ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ

Artinya : “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Hadid: 22-23)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

Artinya : “Senantiasa bala` (cobaan) menimpa seorang mukmin dan mukminah pada tubuhnya, harta dan anaknya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak memiliki dosa.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

Adapun hikmah bagi yang lainnya, adalah menumbuhkan jiwa sosial, kasih sayang, dan solidaritas untuk membantu mereka yang terkena musibah/bencana. Bahwa sesungguhnya manusia asalnya satu dan bersaudara. Karena itu, jauhi persengketaan, pertiakain dan perceraiberaian.

Satukan langkah, motivasi, dan tujuan, menghamba kepada Allah secara terpimpin dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Bantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dan bencana dengan dukungan doa, moral, material, dan apa yang kita bisa.

Wahai para hamba Allah, jangan sedih, duka, atau nestapa, berkepanjangan tiada tara, yakinkan diri, mantapkan hati, semua atas kehendak Ilahi Robbi. Betapa dha’ifnya diri ini, dan betapa mahakuasanya Ilahi Robbi.
Tetap semangat, tumbuhkan kekuatan untuk bertaubat, tinggalkan segala maksiat. Semoga semua membawa hikmat dan manfaat.

Sumber : Status Ustadz Ali Farkhan Tsani

Please follow and like us:
Posted on

Bulan Rabiul-Awal Bulan Cinta Umat Islam

 

Ayo kita mengenang lagi Sejarah Nabi Muhammad SAW (Siroh Nabawiyyah) dalam bentuk Slide Show/Power Point.

Silakan download Gratis!!!

Malam ini 12 Rabiul Awal 1415 H. yang diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam catatan sejarah betapa Nabi Muhammad sangat mencintai umatnya. Tak ada pemimpin yang melebihi cinta Beliau kepada umatnya. Semoga kita bisa lebih mencintai Nabi Muhammad dan sekaligus bisa mencontoh suri teladan Beliau. Aamiin.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah

image-94.jpg

Mari menakar CINTA kita…

Hari ini..Mengenangmu..
Pribadi yang dipnuhi kemulyaan..
Tegas yang berbalut kelembutan…
Lurus yang berselendangkan bijaksana…
Ya Musthafa..
Hari ini 1424 tahun silam…
Saat sakaratul maut mengunjunginya…
Kehidupan sang Nabi SAW…
Engkau berucap lirih :

“Aku ingin mengunjungi syuhada perang Uhud.”
Beliaupun berangkat dan berdiri di atas kubur mereka, serta berkata,
“Assalamu’alaikum wahai syuhada Uhud,
kalian adalah orang-orang yang mendahului, kami,
insya Allah, kami semua akan menyusul kalian dan aku pun insya Allah ..
akan segera menyusul kalian.”

Pulang darinya Rasulullah saw menangis,para Sahabatpun bertanya,
“Apa yang membuatmu menangis ya Rasulullah?”
Beliau SAW menjawab, “Aku rindu kepada saudara-saudaraku.”
Mereka Radhiallahuanhum berkata, “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu ya Rasulullah?”
Beliau menjawab,
“Bukan, …kalian adalah sahabat-sahabatku. …
Adapun saudara-saudaraku, maka mereka adalah kaum yang datang sesudahku,
mereka beriman dan mencintaiku meski mereka tidak pernah melihatku..”

sahabat mulia..
seberapakah kita mencintainya SAW…
merindukannya..
bershalawat atas-nya SAW
dan beritba’ (mengikuti) sunah2nya..
seberapa kita mengenalnya..?!
sehingga akan mjd bagian saudara yang dirindukan oleh beliau SAW
dalam hadis di atas..!

mari..
tanyakan scr jujur pada diri ini..
tahukah kita siapa putra putrinya..?!
para pendamping hidupnya..?!
yg memenuhi rumah dan kehidupannya SAW dng hikmah dan cinta
jk belum..
lantas…
Kehidupan siapakah yg selama ini kita puja..
kita jadikan uswah…kita ikuti…
maka..,
cukuplah kalimat Rabbul Izzati ini mjd..
pengingat kita di 12 Rabiul ‘awal malam ini..!
akan sebrapa takaran CINTA kita kepada beliau SAW..??

” .. Adapun orang yang beriman kepadanya (Rasul),
memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya
yang terang yang diturunkan kepadanya ( al-Qur’an),
mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Surah al-A’raf, ayat 157

Rindu kami padamu ya Rasulallah…malam ini…!!

(Ustadz Muahammad Hatta)

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(Q.S. Al-Ahzab: 56)

Please follow and like us:
Posted on

Cara Belajar Efektif untuk Juara

Berikut ini beberapa cara belajar efektif yang dapat Anda ikuti. Siapa saja yang ingin juara pasti suka belajar lebih efektif.

IndonesiaJujur

1. Jangan menukar-nukar waktu belajar Anda
Tips ini adalah yang paling penting, Bila Anda seseorang pelajar atau mahasiswa waktu yang paling baik untuk belajar adalah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, manfaatkanlah waktu pada ruang tersebut, duduklah paling depan, bertanyalah pada dosen atau guru Anda, biarkanlah teman atau kawan Anda mengobrol dibelakang saat diruang kelas, bila saat istirahat tiba keluarlah Anda bermain dan mengobrol jangan belajar sama sekali, sehingga Anda siap untuk kelas selanjutnya.

2. Pilih suasana dan waktu yang efektif
Jika Anda seseorang yang harus belajar diluar sekolah atau tempat kuliah Anda, jadikanlah waktu belajar tersebut sangat efektif, menurut banyak sumber waktu belajar yang baik adalah pagi hari sekitar jam setengah lima sampai jam 6 pagi, karena pada saat itu otak kita masih segar dan mudah menerima masuknya pelajaran yang baru.

3. Waktu Istirahat
Waktu istirahat sama pentingnya dengan dengan waktu belajar, karena apabila kita sudah lelah Anda akan membuang waktu percuma untuk belajar karena pelajaran akan sulit untuk masuk dan Anda pahami. Biasakan istirahat sekitar 5-10 menit setelah membaca atau menghafal selama 30 menit.

4. Buatlah jadual Tertulis
Buatlah komitmen untuk diri Anda sendiri, pastinya Anda sudah punya acara favorit atau kegiatan rutin diluar belajar yang juga penting untuk Anda, karena itu buatlah jadwal belajar untuk diri Anda sendiri, setelah itu cobalah mematuhi jadwal yang Anda buat itu sendiri.

5. Cobalah memahami
Untuk ilmu-ilmu pelajaran yang kadang terlalu banyak untuk kita hapalkan, cobalah untuk memahami bukan sekedar mnghapal, karena apabila kita sudah memahami suatu permasalahan dan solusinya kita tidak akan lupa cara memecahkan persoalan tersebut nantinya

6. Perluas ilmu Anda
Luangkan waktu Anda untuk membaca buku, cobalah untuk Anda membaca buku apa saja, karena sebuah buku mengandung banyak ilmu untuk dapat, buku apa saja akan membuat Anda berpengetahuan lebih luas sehingga bisa membuat Anda lebih percaya diri dan “nyambung” dalam perbincangan apapun.

Sumber : Blog Lazada Indonesia  Dapatkan penawaran belanja Setiap Hari

Please follow and like us:
Posted on

Mimpi Indonesia Bisa Juara

Sedikit catatan kecil mimpi untuk Indonesia bisa JUARA

<<< JUjur Antusias Ridha Allah >>>

 

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Mari kita instropeksi diri. Kalau di Dunia luar sana ( dunia nyata ) sudah begitu banyak tekanan yang bisa menghambat laju perkembangan otak kita, janganlah menambah tekanan itu di Dunia Elv-Army ini. Semoga semua yang memposting dan yang berkomentar punya visi dan semangat membangun, bukan saling menjatuhkan dan merasa benar sendiri, sehingga grup ini bisa menjadi wadah bagi pengungkapan pikiran yang belum tersampaikan di dunia luar sehingga ilmu – ilmu yang kita dapatkankan di Univ bisa lebih membumi karena adanya komunikasi yang baik. Walaupun tidak benar2 memproduksi ilmu yang baru seenggaknya kita tidak benar2 menjadi konsumen mutlak dari ilmu pengetahuan..

NB:
*bagi yang sudah tau, mungkin bisa menjelaskan lebih baik tulisan ini
terima kasih
*copast dikit dari temenq

https://www.facebook.com/groups/155966657806535/permalink/303645989705267/
Please follow and like us:
Posted on

Kembalikanlah Kepada Allah dan Rasul-Nya

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.( Q.S. An Nisa’ : 59 )

 

Di Indonesia masih sering terjadi perbedaan dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. Ayat di atas perlu direnungkan jelas ada kata-kata ‘Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya)’

Ayat-ayat Al Qur’an sering kali jelas kata-katanya bagi orang yang masih belajar sekalipun,Mari kita kembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnahnya. Dengan hubungan penentuan awal dan akhir Ramadhan ada Hadits yang perlu direnungkan.

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Syaban menjadi tiga puluh hari.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122))

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Syaban menjadi tiga puluh hari.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122))

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, dia berkata : Saya pernah mendengar Rasullah Saw bersabda : “Apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Ramadhan), maka berpuasalah dan apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Syawal), maka hentikan puasa, dan apabila di langit diselimuti awan (sehingga hilal tidak terlihat), maka genapkan Ramadhan (30 hari)”.
[Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1900]
Semoga Ayat alQur’an dan Hadits bisa menjadi renungan kita menyambut Ramadhan.Hormati saja perbedaan pendapat tersebut. Silakan download Ebook ,software muslim yang lainnya di sini!

Please follow and like us: