Posted on

Wakaf Investasi Abadi yang Luar Biasa

ANDA KAGUM DENGAN ASET DJARUM, SAMPOERNA, dll?
Izinkan saya menyampaikan sesuatu.
.
64 tahun yang lalu, setelah Buya Hamka bekerjasama dengan Yayasan Al-Azhar Indonesia, kini telah memiliki 150 cabang masjid di Indonesia, belum lagi aset sekolah-sekolahnya: sekarang hampir di tiap provinsi ada Sekolah Al-Azhar. Siapa orang kaya di Indonesia, yang asetnya sebanyak dan semanfaat Al-Azhar?
.
90 tahun yang lalu setelah sang kiai menyerahkan seluruh tanahnya, dirinya, bahkan anaknya yang masih dalam kandungan, diwakafkan untuk agamanya, 90 tahun kemudian GONTOR punya 20 cabang dan 400 pondok alumni tersebar di seantero nusantara bahkan ada yang di luar negeri. Saya tidak tahu berapa ratus triliun asetnya. Bermula dari tiga orang bersaudara. Sebutkan kepada saya, orang Indonesia dari penjajahan hingga sekarang, yang asetnya sebanyak beliau? Baik secara nilai aset maupun secara manfaat.
.
Muhammadiyah? Jangan ditanya. 104 tahun yang lalu. KH, Ahmad Dahlan pernah keluar rumah, mengumumkan kepada semua orang, siapa saja yang mau membeli seluruh perabotan yang ada di dalam rumahnya, karena beliau kekurangan dana untuk menggaji guru-guru sekolah Muhammadiyah.
.
Kini, 104 tahun kemudian Muhammadiyah telah memiliki 10.000 lebih sekolah mulai dari PAUD hingga SMU, 170 lebih universitas, 104 rumah sakit, yang pemerintah Indonesia baru punya 48 rumah sakit vertikal, 300 klinik, 10 Fakultas Kedokteran, 700 dokter dikeluarkan setiap tahunnya. Dan hampir 1000 Triliun nilai aset Muhammadiyah yang baru bisa terhitung dalam bentuk barang dan masih banyak lagi yang tidak terhitung. Maaf, saya belum update data terbaru amal usaha yang dimiliki ormas ini.
.
NU? Ia sangat mengakar dan berbasis pada pesantren. Jangan tanya jumlah, karena yang pasti sudah tidak bisa dihitung lagi, meskipun data di Kemenag ada sekitar 27 ribu pesantren. Tapi, saya yakin lebih dari jumlah itu. Hampir semuanya tumbuh kembang dari wakaf-wakaf umat, mulai dari wakaf tanah 1 m, hingga ratusan hektar.
NU pun sejak satu dasawarsa terakhir ini giat membangun sekolah-sekolah modern, rumah sakit dan perguruan tinggi. Saya yakin dalam 20 tahun mendatang akan tumbuh ratusan perguruan tinggi dan rumah sakit NU di tanah air. Belum lagi jika kita bicara masjid-masjid yang dikelola ormas Islam yang didirikan oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asyari ini, berapa nilai asetnya? Yang pasti akan fantastis.
Ada satu contoh lagi yang perlu kusebutkan di sini: Pesantren Darunnajah Jakarta, salah satu pondok alumni Gontor yang moncer. Baru-baru ini, dalam rangka miladnya yang ke-54 ia kembali mewakafkan tanah seluas 602 ha atau senilai Rp. 1,6 Triliun. Sebutkan padaku, siapa yang berani melepas asetnya sebesar 1,6 T dan diwakafkan pada umat? Gila? Tidak! Aku bahkan menyebutkan sangat waras! Saat banyak orang kaya menghamburkan triliunan rupiah untuk judi dan politik, sebuah pesantren berusia 54 tahun kembali mewakafkan angka yang fantastis.
Tahun 2015, aset tanah wakaf Darunnajah mencapai 677,5 hektar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti di Riau, Kalimantan, Bandung, Jakarta, Bogor, Banten, Lampung, Bengkulu, dan lain-lain. Seperti induknya, Gontor yang tanah wakafnya telah mencapai ribuan hektar, dan juga mengelola unit usaha yang beragam.


Woouw, pesantren seperti perusahaan ya. Asetnya fantastis. Bedanya, pesantren berasal dari wakaf, perusahaan dari modal. Kalau begitu, berarti umat Islam ini umat yang besar dan kaya dong? Betul sekali! Yang luar biasa dengan aset yang fantastis itu, kiai pendiri, pengasuh dan keluarganya tidak memiliki satu sen pun, karena telah diwakafkan. Ada garis tegas pemisahan harta pribadi dengan harta pondok.
Maka, jangan under-estimate, bahwa pesantren tidak bisa apa-apa. Itu penilaian orang yang tidak paham, atau memang tidak mau paham.
Tazakka, 6 tahun yang lalu hanyalah hamparan tanah kosong yang tak berpenghuni. Dulu, ia adalah sebuah kebun cengkeh milik kakekku, hanya 1,6 ha luasnya yang setelah wafatnya pada 1988 nyaris tak terurus dengan baik. Tahun 2009, aku tekadkan untuk mengubahnya menjadi “kebun manusia”; bukan lagi cengkeh yang akan dipetik, tapi manusia-manusia masa depan yang akan dipanen, 10, 20, atau 30 tahun yang akan datang, bahkan, ya Rabb, mungkin satu abad, atau 10 abad seperti Universitas Al-Azhar di Kairo itu, tempatku dan adik-adikku nyantri.
Kini, wakaf Tazakka terus berkembang: tanah telah menjadi hampir 10 ha, masjid, gedung-gedung asrama santri, ruang-ruang kelas, aula pertemuan, dapur umum santri, kamar mandi, lapangan olah raga, perpustakaan, dan lain sebagainya. Ya Rabb, bisakah seperti Al-Azhar di Kairo, atau Gontor di Ponorogo? Ya Rabb. Entah, apakah aku masih hidup menyaksikannya ataukah aku telah tenang di alam kubur. Ya Rabb.

Buya Hamka seandainya masih hidup, KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asyari dan juga Kiai Ahmad Sahal, Kiai Fannanie dan Kiai Imam Zarkasyi, mungkin tidak pusing dengan tax amnesty, karena mereka punya rekening gendut di akhirat dan di dunia, biasa-biasa saja. Sementara yang punya rekening gendut di dunia, pusing di akhiratnya, pusing pula di dunianya.

Seperti yang saya ketahui ada sebuah Hadis Nabi SAW yang intinya: “Ada malaikat Allah yang siap mendoakan orang-orang yang ikhlas di jalan Allah yang tak terhitung jumlahnya.” Itulah jalan kemuliaan para ulama kita terdahulu. Mereka tidak saja mewariskan nilai-nilai kehidupan, tetapi juga mewariskan peradaban. Lalu, pertanyaannya, apa yang sedang dan akan wariskan kepada generasi yang akan datang?

Maka, para ulama kita itu abadi hingga kini. Setidaknya, nama, foto dan silsilahnya masih segar di ingatan seluruh umat dan bangsa ini. Dengan begitu, mereka selalu didoakan. Duh, nikmatnya mereka, tiap saat kuburnya basah dan jembar (lapang) karena kiriman doa-doa umatnya yang terus-menerus tiada henti. Bisakah kita kelak seperti mereka? Ya Rabb!

Hasil gambar untuk Ya Rabb
Itulah jalan wakaf, membentang ke depan tak berujung. Wakaf itu seperti –meminjam istilah Taufik Ismail– “Sajadah Panjang”, tempat kita menghamparkan diri berinvestasi untuk akhirat yang abadi. Harta yang kita wakafkan tidak hilang, tapi tersimpan dalam rekening akhirat. Ibarat sebuah transaksi di bank, para malaikat itulah yang bertugas sebagai teller-tellernya.
Aku hanya bisa berdoa, semoga kita semua ini menjadi batu-batu pondasi untuk sebuah peradaban masa depan yang Islami. Apapun yang telah kita ikhlaskan dalam bentuk wakaf: aset, uang tunai, tenaga, pikiran, akses jaringan, keahlian, manfaat dan lain sebagainya, semoga itu semua menjadi catatan kebaikan dalam timbangan di akhirat kelak.
Aku tidak tahu berapa nama yang harus kusebut dalam terima kasihku atasnama umat, juga dalam doa-doa terbaikku dan doa-doa santri-santriku. Tapi, Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui apa yang dikerjakan hamba-hamba-Nya. Ya Rabb.
Wakaf memang mengagumkan! Sayang, belum banyak yang mengerti dan melakukannya!
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (Qs. Ali Imran [3]: 92) “Jika anak Adam mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak saleh yang mendoakannya.” (Muttafaqun Alaih)

Ya Allah, terimalah ibadah dan amal saleh kami. Ya Rabb, wa-taqabbal du’a.

يا رب. إلهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي.
Anang Rikza Masyhadi
Gambir, 26 Sept 2016

Sumber: FB/Sunu.Sumartono

Please follow and like us:
Posted on

Romantisme Itu Cinta Kasih Yang Hakiki

Romantisme itu dalam bahasa Al qur an MAWADDAH WARROHMAH ( Cinta Kasih )

Inilah makna yang sesungguhnya…..

✅_Romantisme itu….

Ketika malam tinggal sepertiga, seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu membangunkan suaminya. “Sayang.. bangun.. saatnya shalat.”

Maka mereka berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.

✅_Romantis itu…

Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang..”

Lalu sang suami melangkah ke masjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi pemenang; dan itu lebih baik dari dunia dan seisinya.

✅_Romantis itu…

Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang… kami lebih siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”

✅_Romantis itu…

Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”

✅_Romantis itu…

Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari lainnya dengan WA dan SMS cinta.

“Apapun makanan di rumah makan, tak pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya, “Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”

✅_Romantis itu…

Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri merindukan belahan jiwanya tiba.

✅_Romantis itu…

Ketika suami mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai senyuman. Bertemu saling mendoakan. Istri mencium tangan suami, dan suami mengecup kening istri lalu saling mengecup pipi kanan dan kiri bergantian.

✅_Romantis itu…

Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di pundak mendadak menghilang, terbang melayang.

✅_Romantis itu…

Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menunya sederhana, nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.

✅_Romantis itu…

Ketika suami istri kompak mengajar anaknya mengaji. Meski telah ada TPQ, sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggung jawab untuk mencetak generasi Rabbani.

Kelak, merekalah yang akan mendoakan sang orang tua, saat perpisahan selamanya telah tiba masanya.

✅_Romantis itu…

Ketika sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah. Untuk mengaji, atau aktifitas da’wah. Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya, juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya…,

Semoga bermanfaat dan keluarga kita menjadi Keluarga yang Sakinah Mawaddah Wa Rohmah penuh dengan Keromantisan yang Hakiki….****

Please follow and like us:
Posted on

Pedoman Singkat Ibadah Bulan Ramadhan

 

  1. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

 

Puasa ialah menahan diri dari makan dan minum serta melakukan perkara-perkara yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sehingga terbenamnya matahari.

Hukum Puasa

Hukum puasa terbahagi kepada tiga iaitu :

  • Wajib – Puasa pada bulan Ramadhan.
  • Sunat – Puasa pada hari-hari tertentu.
  • Haram – Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa.

Syarat Wajib Puasa

  • Beragama Islam
  • Baligh (telah mencapai umur dewasa)
  • Berakal
  • Berupaya untuk mengerjakannya.
  • Sehat
  • Tidak musafir

Rukun Puasa

  • Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai daripada terbenamnya matahari sehingga terbit fajar.
  • Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sehingga masuk matahari.

Syarat Sah Puasa

  • Beragama Islam
  • Berakal
  • Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita
  • Hari yang sah berpuasa.

Sunat Berpuasa

  • Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
  • Melambatkan bersahur
  • Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
  • Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
  • Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib
  • Berbuka dengan buah tamar/kurma, jika tidak ada dengan air
  • Membaca doa berbuka puasa

Doa Berbuka Puasa

Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Perkara Makruh Ketika Berpuasa

  • Selalu berkumur-kumur
  • Merasa makanan dengan lidah
  • Berbekam kecuali perlu
  • Mengulum sesuatu

Hal yang membatalkan Puasa

  • Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan
  • Muntah dengan sengaja
  • kedatangan haid atau nifas
  • Melahirkan anak atau keguguran
  • Gila walaupun sekejap
  • Mabuk ataupun pingsan sepanjang hari
  • Murtad atau keluar daripada agama Islam
  • Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja

 

 

Hari yang Disunatkan Berpuasa

  • Hari Senin dan Kamis
  • Hari putih (setiap 13, 14, dan 15 hari dalam bulan Islam)
  • Hari Arafah (9 Zulhijjah) bagi orang yang tidak mengerjakan haji
  • Enam hari dalam bulan Syawal

 

Hari yang diharamkan Berpuasa

  • Hari raya Idul Fitri (1 Syawal)
  • Hari raya Idul Adha (10 Zulhijjah)
  • Hari syak (29 Syaaban)
  • Hari Tasrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)

 

Keutamaan Puasa Ramadhan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.” [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/115, no. 1901), Sunan an-Nasa-i (IV/157), Sunan Ibni Majah (I/526, no. 1641), Shahiih Muslim (I/523, no. 760).]

Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfiman:

Setiap amal anak Adam adalah untuknya sendiri kecuali puasa, di mana puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala atasnya. Puasa itu adalah perisai, jika pada hari yang salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membuat kegaduhan dan tidak juga melakukan perbuatan orang-orang bodoh. Dan jika ada orang yang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’ -dua kali- Demi Rabb yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah pada hari Kiamat nanti dari pada bau minyak kasturi. Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan, jika berbuka, dia bergembira dengan berbukanya dan jika berjumpa dengan Rabbnya dia juga bergembira dengan puasanya.’” [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/118, no. 1904), Shahiih Muslim (II/807, no. 1151 (164), Sunan an-Nasa-i (IV/163).]

 

Amalan Utama di Bulan Ramadhan

1.Shalat malam/Tarawih

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2.Memperbanyak Shadaqah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah manusia paling dermawan. Dan beliau lebih demawan ketika di bulan Ramadhan. Beliau menjadi lebih pemurah dengan kebaikan daripada angin yang berhembus dengan lembut. Beliau bersabda, “Shadaqah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan.” (HR. al-Tirmidzi dari Anas)

3.I’tikaf

Itikaf berarti berdiam di Masjid untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara tertentu, sebagaimana telah diatur oleh syariat. Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam senantiasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. Dan pada tahun akan diwafatkannya, beliau beri’tikaf selama 20 hari (HR. Bukhari dan Muslim).  I’tikaf merupakan ibadah yang berkumpul padanya bermacam-macam ketaatan; berupa tilawah, shalat, dzikir, doa dan lainnya.

4.Bersungguh-sungguh dalam membaca Al-Qur’an

 

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan”,[QS Al Alaq:1]

 

 

Allah SWT berfirman dalam ayatNya yang artinya

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”[QS:Al-Muzzammil (73)

 

 

 

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

  1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
  2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
  3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
  4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAM

 

5.Menghidupkan Lailatul Qadar

 

6.Umrah pada bulan Ramadhan

 

 

Semoga bermanfaat

Please follow and like us:
Posted on

Ayo Sholat…Tuntunan Sholat dan Doa untuk Keluarga

Bagaimana Membuat Anak2 Anda Sholat dengan Kesadaran Mereka Sendiri,
Tanpa Berdebat , dan Tanpa Perlu Diingatkan.

Anak-anak anda tidak mau sholat?

Atau mereka sampai membuat anda capek saat mengingatkan untuk sholat?
Mari kita lihat bagaimana bisa merubah ini semua ~ biidznillah.

doa adalah senjata seorang mukmin

الدعاء سلاح المؤمن

 

Seorang sahabat berkisah: “Aku akan menceritakan satu kisah yg terjadi padaku .Saat itu, anak perempuanku duduk di kelas 5 SD. Sholat baginya adalah hal yg sangat berat…sampai2 suatu hari aku berkata kepadanya: “Bangun!! Sholat!!”, dan aku mengawasinya..
Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian melemparkannya ke lantai…Kemudian ia mendatangiku…
Aku bertanya kepadanya: “Apakah kamu sudah sholat?”
Ia menjawab: ” Sudah”
Kemudian aku MENAMPARNYA ,,
Aku tahu aku salah ,, Tetapi kondisinya memang benar2 sulit…
Aku menangis..,,
Aku benar2 marah padanya, aku rendahkan dia dan aku menakut2inya akan siksa Allah…
Tapi….ternyata semua kata2ku itu tidak ada manfaatnya.

Suatu ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya (seorang yg biasa2 saja dari segi agama) , tapi ketika datang waktu sholat, semua anak2nya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah. Ia berkata: Aku berkata padanya “Bagaimana anak2mu bisa sholat dg kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan.

Ia menjawab: Demi Allah, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO’A ini…dan sampai saat ini pun aku masih tetap berdo’a dg DO’A tersebut.

Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dg do’a ini..
Dalam sujudku…
Saat sebelum salam…
Ketika witir…
Dan disetiap waktu2 mustajab.

Demi Allah wahai saudara2ku…
Anakku ,,saat ini telah duduk dibangku SMA..
Sejak aku memulai berdoa dg doa itu, anakku lah yg rajin membangunkan kami dan mengingatkan kami untuk sholat…
Dan adik2nya, Alhamdulillah..mereka semua selalu menjaga sholat.

Sampai2…saat ibuku berkunjung dan menginap dirumah kami, ia tercengang ,,melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk sholat.

والدعاء هو …
( رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ
وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء )
(إبراهيم ، 40)

Doa ini adalah…
“Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan sholat… Ya Robb kami, perkenankanlah doaku.

Yaa…Doa…Doa…dan Doa…
Sebagaimana anda semua tahu bahwa: doa adalah senjata seorang mukmin

الدعاء سلاح المؤمن

Sumber: Status FB.com/husin.bin.ali.bin.husin.almuhdar

Tulisan di atas telah disunting menurut Penulisnya harap menyantumkan tulisan Arab aslinya.

گيف تجعل أبنائك يصلون
من أنفسھم ،،،
بدون خصام،، أو تذكير،،

أولادك لا يصلون أو أتعبوك من أجل أن يصلوا ؟
تعالوا لتروا كيف تغيرونهم بإذن الله تعالى

عن إحدى الأخوات :
تقول اقول لكم قصة وقعت معي انا

كانت بنتي،، بالخامس ابتدائي

و الصلاة ثقيلة عليها.. لدرجة اني قلت لها يوما قومي صل, وراقبتها , فوجدتها أخذت السجادة ورمتها على الأرض وجاءتني,
سألتها هل صليت قالت نعم.. صدقوني بدون شعور صفعت وجھا,
أعرف أني أخطأت.. ولكن الموقف ضايقني وبكيت وخاصمتها ولمتها وخوفتها من الله, ولم ينفع معها كل هذا الكلام

لكن في يوم من الأيام … قالت لي إحدى الصديقات قصة.. منقولة ..وهي

انها زارت قريبة لها عادية (ليست كثيرة التدين)، لكن عندما حضرت الصلاة
قام أولادها يصلون بدون أن تناديهم

تقول .. قلت لها : كيف يصلي أولادك من أنفسهم بدون خصام وتذكير ؟ !!!

قالت والله ليس عندي شي اقوله لك الا اني قبل أن أتزوج ادعو الله بهذا الدعاء وإلى يومنا هذا ادعو به

انا بعد نصيحتها هذه لزمت هذا الدعاء .. في سجودي وقبل التسليم وفي الوتر .. وفي
كل اوقات الاجابه

والله يا اخواتي.. ان بنتي هذه الآن بالثانوي.. من اول مابدأت الدعاء وهي
التي توقظنا للصلاة وتذكرنا بها
واخوانها كلهم ولله الحمد حريصون على الصلاة !!

حتى امي زارتني ونامت عندي ولفت انتباهها ان بنتي تستيقظ وتدور علينا توقظنا
للصلاة !

أعرف .. أنكم الآن متشوقون لتعرفوا هذا الدعاء ..
الدعاء موجود في سورة ابراهيم

والدعاء هو …
( رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ
وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء )
(إبراهيم ، 40)

فالدعاء الدعاء الدعاء
وكما تعلمون الدعاء سلاح المؤمن

Please follow and like us:
Posted on

Khutbah Wada’ Nabi Muhammad Saw

Prinsip Pertma : Ma’rifatullâh, dg Pengakuan Kedaulatan Allah Swt.
Pengakuan Kedaulatan Allah disinilah terletak “ Ma’rifatullâh “ yang mencakup :
1 : Hamdalah.
Didalam al-Qur ân ada lima surah yang dimulai dengan “hamdalah”:
1.Al-Fâtihah [1]: 2.
Kedaulatan itu milik mutlak Allah, Tuhan semesta alam .
2.Al-An’âm [6] : 1 :
Kedaulatan itu milik Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan sesuatu dengan Tuhan mereka.
3.Surah al-Kahfi [18] : 1 :
Kedaulatan itu milik Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya al-Qur ân dan Dia tidak mengadakan kebengkokan [ ] di dalamnya.
4.Surah Sabâ [34] : 1 ;
Kedaulatan itu milik Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya pula segala puji di akhirat. dan Dia-lah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.
5.Surah Fâthir [35] : 1 :
Kedaulatan itu milik Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai macam urusan yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
6. Surah al-Taghâbun [64] : 1 :
Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
2.Isti’ânah.
Didalam Islam, isti’ânah itu ada beberapa istilah yang masing masing memiliki perbedaan dan konotasinya yaitu :
a.Isti’ânah = اَلْإِسْتِعَانَةُ yaitu permohonan pertolongan.
b. Istighâtsah = اَلْإِسْتِغَاثَةُ yaitu permohonan rahmat dan kemenangan.
Istighâtsah berasal dari kata “ghâtsa” – “yaghîtsu: – “ghaitsan” , yang berarti “hujan “ seperti ungkapan didalam al-Qur ân surah Yusuf [12] : 49 :
1. Surah Luqmân [31] : 34 .
2. Surah al-Hadîd [57] : 20.
3. Surah al-Anfâl [8] : 9 .
4. Surah al-Kahfi [18] : 29 .
Walaupun ayat ini gambaran orang-orang kafir dineraka yang meminta air minum yang kemudian diberi oleh Allah air minum besi yang membara tetapi ditinjau dari aspek bahasa, “istighâtsah” digunakan oleh Allah Swt didalam al-Qur ân yang berarti permohonan air minum dalam konteks ini, tetapi dilihat dari sinonim serta penggunaan Nabi tentang istighâtsah ini, maka istighâtsah ialah salah satu bentuk doa dalam Islam dizaman Rasulullah Saww dalam hadis yang popular
اَلدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ.
Doa itu otaknya ibadah.
Kalau kita telusuri seluruh kata istighâtsah didalam al-Qur ân dan Hadis Nabi, maka kita akan menemukan makna yang berbeda-beda sesuai dengan kontek ayat dan hadis itu meliputi :
1.Permohonan agar diberi hujan.
2.Permohonan agar diberi air.
3.Permohonan agar diberi cahaya.
4.Permohonan agar diberi rahmat.
5.Permohonan agar diberi pertolongan.
6.Permohonan agar diberi rezeki.
7.Permohonan agar diberi kemenangan.
8.Sinonim / murâdif dengan doa permohyonan atau isti’ânah.
9.Sinonim / murâdif dengan doa isti’âdzah .
Istilah istighâtsah sudah digunakan oleh Nabi-Nabi sebelum Muhammad Saww .
Demikian juga wazir Nabi Sulaiman ‘a.s. Âshaf atau Âshif bin Bakhroya yaitu :
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ.
“Ya Allah Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, melalui Rahmat-Mu aku mohon kemenangan”
3.Istighfâr.
Qs.Hûd [11] : 3 yang artinya :
Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. Jika kamu mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai balasan keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.
a.Istighfâr terendah : اَسْتَغْفِرُاللهَ رَبِّ اغْفِرْلِيْ –
Rabbighfirliy……. atau astaghfirullâh…..
b.Istighfâr lebih tinggi : اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung”
c.Istighfâr diatasnya : اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ
“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung dan aku betobat kepada-Nya.”
d.Istighfâr diatasnya lagi :
اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِىْ لاَ اِلهَ اِلاّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ
اِلَيْهِ.
“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya”.
e.Sayyid al-Istighfâr :
اَللّهُمَّ اَنْتَ رَبِّيْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَاَنَا عَبْدُكَ، وَاَنَا عَلى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ اَنْتَ.
f. اِسْتِغْفَارُ نَبَوِيٌّ جَاِمعٌ .
Istighfar Seluruh Nabi-nabi:

اَللّهُمَّ مَغْفِرَتُكَ أَوْسَعُ مِنْ ذُنُوْبِيْ وَرَحْمَتُكَ أَرْجَى عِنْدِيْ مِنْ عَمَلِيْ.
“Ya Allah, ampunan-Mu lebih lapang dibandingkan dosa-dosaku, sedang rahmat-Mu aku harapkan dilimpahkan kepadaku dalam setiap amalku.”- Hr.Hakim dari Jabir bin ‘Abdillah.
g.Tertinggi ialah istighfâr-istigfâr didlm al-Qur ân contohnya srh al-Hasyar [59] : 10 :
h.Doa-doa Nabi dalam al-Qur ân lihat buku kami” :
“Al-Adzkâr “hal.129-164, atau buku kami “Doa-Doa al-Qur ân doa-doa iastighfâr para Nabi
i. Disamping aneka istighfâr diatas, kita juga menemukan aneka istighfâr yang disusun oleh ulama-ulama salaf al-shâlih yang sangat indah dan sangat bagus sekali untuk lebih taqarrub kepada Allah Swt. Silahkan baca kitab Abwâb al-Faraj halaman 198-219.
4- Al-Inâbah / al-Taubah (Tobat).
a- Inabâh menurut Bahasa.
Kata anâba – اَنَابَ didalam al-Qur ân kita temukan 18 kali. Mujarradnya (aslinya) ialah : يَنُوْبُ- نَوْبًا نَابَ – وَنِيَابًا- وَمَنَابًا. yang artinya : menggantikan tempatnya-mewakili – berulang kembali – kembali kepada Allah, sinonimnya : تَابَ- يَتُوْبُ- تَوْبَةً yang berarti bertobat. Al-Qur ân semuanya menggunakan kata mazid (tambahan) satu huruf yaitu : – يُنِيْبُ- اِنَابَةً – اَنَابَ: yang berarti berulang kembali – mewakilkan – bergantian.
Istilah khusus didalam al-Qur ân ialah : اَنَابَ إِلى اللهِ : تَابَ إِلى اللهِ , yang berarti kembali kepada Allah. Perbedaannya, didalam kata anâba, ada unsur mewakilkan atau tawakkal, dan unsur bergantian atau bergiliran kembalinya kepada Allah, berdasarkan peningkatan ilmu, setelah mengetahui terus kembali kepada Allah, dan terus kembali kepada Allah mengikuti peningkatan ilmu yang dipelajarinya. Imam ‘Ali bin Muhammad al-Sayyid al-Syarîf al-Jurjâny al-‘Allâmah didalam kitabnya al-Ta’rîfât mengungkapkan definisi inâbah sebagai berikut
اَلْإِنَابَةُ : إِخْرَاجُ الْقَلْبِ مِنْ ظُلُمَاتِ الشُّبُهَات- وَقِيْلَ اَلْإِنَابَةُ : اَلرُّجُوْعُ مِنَ الْكُلِّ إِلى مَنْ لَهُ الْكُلُّ – وَقِيْلَ اَلْإِنَابَةُ : اَلرُّجُوْعُ مِنَ الْغَفْلَةِ إِلى الذِّكْرِ, وَمِنَ الْوَحْشَةِ إِلى الْأٌنْسِ
Al-Inâbah ialah : Lepasnya hati dari kezaliman syubhat . Dan ada pendapat lain, kembali dari segala sesuatu ini kepada yang memiliki segala sesuatu (Allah). 3. Dan ada pendapat lain : Al-inâbah ialah kembali dari kelalaian kepada zikir, dan dari watak binatang liar kepada jiwa keramahan.
Firman Allah Swt surah al-Ra’du [13] : 27 yang artinya :
Orang-orang kafir berkata : “mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad tanda mukjizat dari Tuhannya ?” Katakanlah : “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang kembali kepada-Nya”.
Perintah Inâbah (Kembali Kepada Allah)
Dalam surah al-Zumar [39] : 54 yang artinya:
”Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi.”
Ayat ini adalah perintah inâbah (اَلْإِنَاَبُة), yaitu kembali kepada Allah serta bertawakkal kepada-Nya, dan perintah pasrah dan tunduk kepada Allah Swt. (اَلْإِسْلاَمُ), sebelum datangnya kematian. Fi’il amar (فِعْلُ الْأَمْرِ) didalam al-Qur ân, menunjukkan wajib dalam hukum Islam sebagaimana kaidah Ushûl al-Fiqhi :
“اَلْأَمْرُ لِلْوُجُوْبِ, إِلاَّ مَا دَلَّ الدَّ لِيْلُ عَلى خِلاَفِهِ “
“ Perintah menunjukkan wajib, kecuali ada dalil yang menentangnya “
Perintah al-Inâbah dan al-Islâm didalam ayat ini hukumnya wajib. Setiap Muslim wajib melaksanakan Inâbah sebagaimana para Nabi yang dicontohkan oleh Allah Swt. Di antaranya inabah-nya Nabi Sulaiman ‘a.s., demikian juga inabah-nya Nabi Ibrahim ‘a.s., yg nanti kita akan gambarkan bagaimana inabah-nya Sulaiman dan Ibrahim ‘a.s.
Prof.Wahbah al-Zuhaili dalam tafsirnya mengungkapkan :
“Kembalilah kalian kepada Allah dengan tobat dan taat kepada-Nya, dengan menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan, serta tunduk dan pasrah dalam segala urusan agama-Nya. Disamping itu, tunduk dan taat kepada segala hukum-hukum-Nya sebelum datangnya azab dunia berupa kematian. Siapapun tidak akan mendapatkan pertolongan yang dapat mencegah dari azab kecuali Allah Swt setelah datangnya azab itu”.
Dalam surah Luqmân [31]:15 yang artinya :
“ Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Surah lain, Shad [38] : 24 yang artinya :
Daud berkata : “Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.

Sumber :  H. Muchtar Adam >>> FACEbook.com/Muchtar.Adam

Please follow and like us:
Posted on

Indikator Takwa Setiap Habis Ramadhan

Puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan ni`mat dan karuniaNya bagi kita dalam setiap saat, tidak ada satu detikpun hidup yang kita jalani kecuali pada saat itu ada ni`mat Allah yang menyertai kita, udara yang sedang kita hirup, darah mengalir di tubuh kita, denyut jantung yang tak pernah berhenti, serta ni`mat-ni`mat yang lainnya yang tak akan pernah bisa kita hitung jumlahnya. Itu artinya bahwa Allah SWT tidak pernah melupakan hambaNya meskipun sesaatpun, akan tetapi hambaNyalah yang selalu melupakan Dia, bahkan sebagian dari hamba Allah itu justru menggunakan ni`mat yang diberikanNya untuk berbuat maksiat kepadaNya, untuk itu mari kita sadari dan kita renungkan, semoga kita tidak termasuk kedalam golongan tersebut, akan tetapi kita menjadi hambaNya yang bersyukur agar ni`mat Allah selalu bertambah bagi kita sesuai dengan firman Allah SWT :

(( لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ )) (سورة إبراهيم: 7)

“Jika kalian bersyukur terhadap nikmatku niscaya akan aku tambah ni`mat tersebut, tetapi jika kalian kufur sungguh azabKu sangatlah pedih”  (Q.S. Ibrahim(14) ayat 7  )

Shalawat dan salam juga haruslah selalu kita tujukan untuk Rasulullah SAW yang telah berjuang dan mengorbankan segala-galanya untuk kemaslahatan dan kebahagiaan ummatnya, baik di dunia maupun di akhirat. Semoga saja kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, selalu bertambah, tak pernah pudar, dan kita  selalu membasahi lidah kita untuk bershalawat dan memberi salam kepada Rasulullah SAW, semoga kita menjadi orang yang berhak mendapatkan syafa`atnya.

Pada hari yang mulia ini umat Islam di barbagai belahan bumi beramai-ramai melantunkan kata-kata Takbir, Tahmid dan Tahlil sebagai wujud rasa bahagia dalam menyambut hari kemenangan. Mereka semua berbahagia karena sebulan penuh telah berhasil mengendalikan nafsunya serta mengisi detik-detik waktunya dengan berbagai macam bentuk kebaikan, sebagai usaha mendekatkan diri mereka kepada Allah SWT. Berpuasa di siang hari, shalat di malam hari, memperbanyak tilawah Al-Quran, berdo`a dan beristighfar, berinfaq dan bersedekah, menjalin hubungan silaturrahim, dan lain sebagainya,  Semua kegiatan tersebut dilaksanakan atas dasar iman dan penuh harapan  sesuai dengan sabda Nabi SAW:

(مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ) (رواه البخاري ومسلم)

“Siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharapkan pahala dan ampunan maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Perbuatan dan amal  baik yang sudah menjadi kebiasaan umat Islam untuk dilakukan selama Ramadhan diharapkan mampu membentuk karakter  dan tabi`at mereka untuk berbuat hal yang sama setelah Ramadhan berlalu, janganlah pernah menjadikan Ramadhan sebagai topeng dalam kehidupan kita, tapi jadikanlah sebagai wajah asli kita dalam menjalani sebelas bulan kehidupan berikutnya.

Apabila selama Ramadhan kita selalu menyempatkan diri untuk membaca Al-Quran, mendatangi masjid untuk shalat berjama`ah, bangun di sepertiga malam untuk sahur, tahajjud, dan iktikaf, berempati terhadap fakir miskin, meneteskan air mata saat bermunajat dan bersimpuh di hadapan Allah SWT, serta berbagai kebaikan lainnya, maka janganlah sampai kebaikan-kebaikan tersebut menjadi wajah indah kita yang bersifat sesaat, akan tetapi jadikanlah ia sebagai perhiasan jiwa yang tetap bertahan dan terlaksana setelah Ramadhan meninggalkan kita. Ketahuilah bahwa Tuhannya bulan Ramadhan adalah Tuhannya bulan Syawwal juga, dan Tuhan sebelas bulan berikutnya.

 

Umar Bin Abdul Aziz berkata:

Hari raya itu bukanlah milik orang yang memakai pakaian baru ,Akan tetapi hari raya adalah milik orang yang  takut dengan hari pembalasan . Tidaklah hari raya itu buat yang memiliki kendaraan mewah.Akan tetapi hari raya itu buat orang yang dosanya terampuni

Inilah hakikat Idul Fitri yang sesungguhnya, kembali kepada kesucian, meraih kemenangan dengan prestasi taqwa serta mempertahankan kesucian dan kemenangan tersebut di masa yang akan datang.

الله ُاَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah SWT. 

Hari ini kita merayakan hari kemenangan itu, rahim Ramadhan telah melahirkan sosok-sosok dan pribadi muslim yang menang dan sukses, kemenangan dengan prestasi taqwa.  sesuai dengan yang dikehendaki Allah  di dalam kitab suci Al Qur”an  Surat  Al Baqarah (2) : 1-5 dan Ali Imron (3) 3:133-134 sebagai berikut :

Dari ayat di atas di atas, dapat kita lihat bahwa orang-orang bertaqwa itu memiliki ciri-ciri :

Pertama,  Kitab Allah (Al-Qur’an) menjadi pentunjuk hidupnya. Ini terwujud dengan selalu membaca, mempelajari dengan sungguh-sungguh untuk memahaminya, melaksanakan dengan sepenuh hati, serta berbagi kepahaman dengan sesamanya khususnya kepada gerasi penerusnya.

 

Kedua, Menegakkan Shalat baik dalam arti sembahyang  (lima waktu), maupun dalam arti mengingat segala aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.  Dalam sembahyang ini kita telah berlatih di bulan Ramadhan ini untuk selalu melaksanakannya di masjid secara berjama’ah.

 

Ketiga : Memisahkan harta yang dititipkan Allah untuk saudaranya yang kekurangan (tidak mampu).  Dia infax (pisah), disampaikan (shodaqoh), sehingga dia mencapai Zakah  (suci /terbebas) dari pelanggaran aturan Allah. Maka langkah ini  akan menghapus sekat-sekat pemisah antara yang kaya dengan yang miskin,  sebab semua manusia sama di hadapan Allah SWT.

 

Keempat, Mengimani  apa-apa yang diturunkan kepadanya dan sebelumnya, baik yang qauliyan maupun kauniyah. Semua yang diturunkan Allah itu wajib disyukuri, maka disyukurinya.

Kelima, Segera mohon ampun dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi.  Ini wujud kesadaran akan segala keterbatasannya di hadapan ilmu dan kekuasaan Allah. Kesadaran akan luasnya ampunanNya, serta luasnya surga Allah.  “Sungguh telah menang dan beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya” (Q.S. Asy-Syams(91) : 9-10)

Keenam, Menahan/ Mengendalikan nafsu amarahnya. Dalam sebuah ungkapannya Rasulullah SAW bersabda: “ orang yang kuat bukanlah orang yang selalu menang dalam berkelahi, akan tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan diri saat dia marah” (H.R Imam Al-Bukhari).

Ketujuh , Memaafkan Kesalahan manusia (orang lain).

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah SWT. 

Dengan ke tujuh ciri-ciri yang mensifati dirinya, maka orang-orang yang bertaqwa akan dapat menjadi orang-orang yang disukai Allah, yaitu orang-orang yang berbuat kebaikan. Apabila sifat taqwa itu sudah tumbuh subur dalam jiwa seseorang maka ia akan selalu rela dan senang hati untuk menerima dan melaksanakan aturan Allah, apapun konsekwensi yang akan dihadapinya, meskipun akan mengorbankan sesuatu yang paling dia cintai, atas nama cinta kepada Allah dan Rosulnya. Maka saat itu ia sedang merayakan puncak kemenangan spritualnya.

Semangat ketaqwaan seperti itulah yang diciptakan oleh ibadah puasa, karena dengan berpuasa seseorang dituntut untuk selalu dalam suasana jiwa yang dekat kepada Allah SWT, sebagaimana ia dituntut untuk menghargai waktu agar bisa meraih sekecil apapun peluang ibadah, serta menghindari sekecil apapun peluang dosa yang akan bisa mengurangi atau merusak nilai-nilai puasa.

Sumber : Ringkasan khutbah  Idul Fitri 1435 H oleh Drs. H. Bambang Samodro Wicaksono MM

Founder PPAQM dan TAM  Kota  Kediri dengan judul

RAHIM RAMADHAN

SEHARUSNYA MELAHIRKAN MANUSIA YANG BERKUALITAS

SEBAGAI WUJUD KEMENANGAN MELALUI KETAQWAAN


, semoga bermanfaat.

Please follow and like us:
Posted on

Real Masjid harus Selalu Juara

Setiap muslim tua muda, kaya miskin, harus bersemangat untuk mendatangi dan merindukan masjid. Kita harus memakmurkan masjid. Sikap dan akhlak seperti ini menunjukkan nilai keimanan dan ketakwaan yang ada pada diri kita.

MasjidilHaram

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

(18 التوبة )  

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialahorang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

 

Peran/Fungsi Masjid di masa Rasulullah

>Tempat Pelaksanaan Peribadatan

>Tempat Pertemuan

>Tempat Bermusyawarah

>Tempat Perlindungan

>Tempat Kegiatan Sosial

>Tempat Pengobatan Orang Sakit

>Tempat Latihan/ Mengatur Siasat –Perang

>Tempat Penerangan dan Madrasah Ilmu

>Tempat Berda’wah

Bagaimana keadaan Real Masjid sekarang ?

Masjid jaman sekarang menurut pengamatan saya masih banyak yang berfungsi sebagai terutama tempat beribadah, juga tempat penerangan dan madrasah ilmu dan juga tempat dakwah yang masih harus ditingkatkan dan dikembangkan selalu.

 

 

Ayo ke Masjid
Ayo memakmurkan masjid

MASJID BUKAN SEKEDAR TEMPAT BERIBADAH, NAMUN IA JUGA PUSAT PEMBINAAN, PENDIDIKAN DAN BERBAGAI KEGIATAN KEUMATAN.

MASJID ADALAH TEMPAT UMAT ISLAM BERKUMPUL, BERKONSOLIDASI DAN MENGORGANISIR BERBAGAI KEGIATAN KEISLAMAN.

Judul Real Masjid inspirasi dari komik berjudul Real Masjid yang pernah kupinjam dari saudara. Memakmurkan masjid menjadi kewajiban kita semua menghadapi tantangan jaman. Apakah jaringan Telivisi, internet, handphone , aneka game dan tontonan. Ayo ke masjid supaya Real masjid selalu Juara :

Rasulullah SAW bersabda : Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman (HR. Tirmidzi dari Abu Sa’id Al Khudri)

  Bagaimana keadaan masjid di Linkungan Anda semoga sudah lebih baik?

Please follow and like us: