Posted on

Tips Bermedia Sosial di Bulan Ramadhan

Kehadiran media sosial dari mulai Facebook, Twitter, Instagram, Path dan lainnya, memang mengubah banyak hal dalam kehidupan kita khususnya hubungan sosial.

Mau tidak mau, suka tidak suka, disadari atau tidak, dunia maya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia hari ini. Hubungan sosial juga bukan lagi semata di dunia nyata, bahkan terkadang seseorang mempunyai banyak relasi, jaringan dan aktif berkomunikasi di dunia maya, sementara di dunia nyata ternyata seorang pendiam nan lugu
Sebagai muslim tentu kita meyakini, semua hal yang kita lakukan – di dunia nyata maupun maya- akan terekam dengan baik untuk kita pertanggungjawabkan di akhirat nanti. Karenanya, secara khusus dalam momentum Ramadhan yang mulia ini, mari kita mengingat kembali petuah-petuah Rasulullah SAW yang senantiasa update memberikan arahan bagi kita bagaimana bermedia sosial dengan baik nan berpahala .

1. Infokan Kebaikan dalam Twit/Update Status
Dari mulai info pengajian, peluang amal kebaikan, hingga lowongan pekerjaan misalnya, pastikan update status kita terwarnai dengan ungkapan-ungkapan info ataupun nasehat kebaikan. Malaikat tak kan pernah jemu mencatatnya. Apalagi jika kemudian banyak yang tergerak, maka royalti pahala insya Allah ada dalam genggaman. Gerakan sedekah rombongan Mas Saptuari bisa menjadi contoh nyata dihadapan kita. Mari ingat Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa menunjukkan/memberitahukan sebuah amal kebaikan, maka baginya pahala sebagaimana pelaku kebaikan tersebut. (HR Muslim)

2. Menjauhi Dusta dalam Canda
Terlalu banyak hal yang lucu kita dapatkan di media sosial, terkadang berupa anekdot atau kisah. Hiburan tentu menyenangkan dan boleh-boleh saja, namun hati-hati dengan kebohongan. Jika itu adalah sebuah anekdot, fiksi, maka pastikan kita tidak menceritakannya dengan gaya sesuatu yang benar-benar terjadi atau kita mengalaminya. Rasullullah pun telah memberi ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.(HR. Imam Ahmad) 

3. Bersihkan Time Line & Wall
Ramadhan akan terasa singkat, sayang sekali ketika saat kita bermedia sosial, time line dan wall kita berhiaskan banyak gambar-gambar mengumbar aurat, atau ucapan-ucapan dan kisah yang tak pantas. Jika kita biarkan, tanpa kita sadari hal tersebut bisa mempengaruhi kita dan mengganggu pahala puasa kita. Unfriend atau Unfollow saja akun-akun yang senantiasa mengobral kemaksiatan. Rasulullah SAW bersabda : “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhori & Muslim).

4. Larangan Kepo
Kita optimalkan Ramadhan untuk berbuat kebaikan. Fokus pada amalan-amalan yang meningkatkan pahala kita secara maksimal di bulan mulia ini, adapun hal-hal yang sia-sia dan tidak berarti apa-apa bagi urusan dunia apalagi akhirat kita, maka tinggalkan saja tanpa basa-basi. Rasulullah SAW berpesan : “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi)

5. Larangan Mem-Bully
Ramadhan momentum kita menjaga kesabaran dan emosi, maka bukan jamannya lagi mengumbar kebencian dalam bentuk hinaan dan ejekan kepada saudara kita seiman.  Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim itu bersaudara terhadap muslim lainnya, ia tidak boleh menganiaya dan menghinanya. Seseorang cukup dianggap berlaku jahat karena ia menghina saudaranya sesama muslim.(HR.Muslim)

6. Larangan Stalker
Mantan memang sering dikatakan sebagai “manis dalam ingatan”, karena itu banyak yang gagal move on. Apalagi Ramadhan juga senantiasa menghadirkan kembali ingatan-ingatan tersebut. Maka saatnya berubah, jauhi aneka ragam mengawasi dan mematai-matai tanpa makna, apalagi dengan  niatan buruk yang bisa berubah menjadi perbuatan dosa. Pesan Rasulullah SAW jelas tertuang : “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR Bukhori Muslim)

7. Larangan sembarangan Buzzer, Retwit atau Share : 
Malaikat sangat teliti dalam mencatat setiap amal kita, bahkan yang terbilang sederhana yaitu dengan mengklik tombol share atau Retwit saja. Hati-hati, tidak semua layak untuk kita bagikan, apalagi jika mengandung ajakan atau unsur kesia-siaan dan kemaksiatan.  Rasulullah SAW bersabda : Cukuplah seorang dikatakan dusta, saat ia menceritakan setiap apa yang ia dengar ( HR Muslim)

8. Hati-hati dengan berita Hoax
Terkadang kita begitu terperangah dengan sebuah berita yang membahagiakan, atau berita aneh yang luar biasa. Lantas tanpa ragu-ragu kita segera menyebarkannya pada follower dan friend kita, setelah  beberapa saat ternyata terbukti hoax, sementara sudah banyak yang ikut menyebarkan kebohongan tersebut, dan mungkin juga sudah ada yang bereaksi lebih jauh. Hari-hari kedepan akan semakin banyak berita-berita heboh yang ternyata hoax, Rasulullah SAW telah memberikan prediksi tentang hal ini. Beliau bersabda : Akan ada pada akhir zaman umatku, orang2 yang mengabarkan kpd kalian sesuatu yg belum pernah sama sekali kalian dengar, juga orang tua2 kalian sebelumnya. Maka berhati-hatilah dengan mereka (HR Muslim)

9. Menjauhi Lebay dalam Nama Akun, Twit/Status juga Hastag
Kita pasti bingung dan memicingkan mata saat melihat nama akun yang panjang terdiri dari beberapa kata seperti ” AntonInginBuangMantandalamIngatan” atau yang semacam itu, begitupula yang kita tuliskan dalam update status, twit maupun hastag, jangan berlebihan dan akan cenderung menjadi lebay. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a, bahwasanya Nabi saw. bersabda, “Celakalah orang yang berlebih-lebihan.” Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. (HR Muslim). Dalam riwayat lain beliau menyampaikan , “Sesungguhnya Allah membenci seorang yang pandai bersilat lidah sebagaimana sapi memutar-mutarkan lidahnya,” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

10. Menjauhi Twitwar dan Blocking
Bulan Ramadhan saatnya menjaga emosi, meski mungkin banyak godaan berantem di dunia maya yang ada dalam setiap tema. Alangkah indahnya jika kita bisa menahan diri, bukan berarti kalah menyerah tapi memperjuangkan kebenaran dengan bentuk yang lebih indah. Rasulullah SAW bersabda, “Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar (HR. Abu Dawud).

Apalagi jika sebuah twitwar atau perdebatan sampai berujung saling memblock satu sama lain, maka sungguh ada peluang kebaikan jika kita memulai perdamaian terlebih dahulu, menutup rapat-rapat pintu permusuhan agar syetan tak terus-terusan riang gembira. Dari Abî Ayûb al-Anshâriy, sesungguhnya Rasulullah SAW ‘bersabda; ‘Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam’. “(HR. Muslim)

Tentu pesan di atas tidak hanya terbatas untuk bulan Ramadhan saja, kita berharap bisa terus kita jaga pada hari-hari berikutnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan.

Sumber : Indonesia Optimis http://www.indonesiaoptimis.com/2015/06/inilah-10-pesan-rasulullah-bermedia.html

Please follow and like us:
Posted on

Fitrah Manusia dan Pendidikan

FITRAH
Ayah, ibu..
Setiap anak yang diturunkan kedunia
Lahir dalam keadaan fitrah bukan?

“Kullu mauluudin yuladu alal fitrah. Fa abaawahu”
Setiap anak lahir dengan fitrah,
Bergantung orangtuanya bagaimana ia dibentuk.

Karena anak lahir dengan fitrah,
Bukankah berarti tak satupun anak ketika lahir
Berniat menghancurkan masa depannya?

Tak ada satupun bayi ketika lahir berniat di kepalanya
“Ah..jika besar nanti aku mau kena Narkoba”
“Ah jika besar nanti aku akan hobi tawuran atau kebut-kebutan”
Atau pernahkah ia berkata
“ Jika besar nanti aku akan mencuri uang orang tua”
“Ah jika besar nanti aku mau membangkang pada ayah dan ibu”
Adakah anak yang berniat begitu Ayah?
Bukankah berarti setiap anak yang diturunkan Allah kedunia
Justru pada awalnya cenderung pada kebaikan?
Tetapi, mengapa, sebagian anak-anak ini
Yang lahir cantik, rupawan, lucu dan menggemaskan
Setelah ia beranjak remaja dan dewasa
Justru menjadi beban keluarga
Dan menjadi masalah untuk lingkungannya?
Ada apa ini?
Ayah, ibu..
Karena anak lahir dengan fitrah
Sebagian masalah anak, justru orang tualah penyebabnya
Periksalah ternyata sebagian anak justru dijatuhkan harga dirinya
Di rumah, bukan diluar rumah
Sebagian kita mungkin pernah memukul tubuhnya,
Seolah tubuh anak adalah barang pelampiasan amarah kita
Sebagian kita mungkin pernah menampar pipinya,
Seolah ia tempat empuk bagi telapak tangan kita
Sebagian kita mumgkin pernah membentaknya
Sambil berteriak dalam hati: akulah yang berkuasa atas dirimu!

Atau mungkin …kita tek pernah melakukan semua itu?
Tapi tahukah ayah ibu,
Sebagian anak memang tak pernah dibentak,
Tapi jarang sekali anak yang lolos untuk disalahkan orang tua
Mulia dari buka mata di pagi hari
Sampai kembali menutup mata di sore hari
Ayah, ibu…
Karena sebagian anak jatuh harga dirinya di rumah
Tanpa kita sadari, ada sebagian anak yang tak betah
Berada disamping orang tua.
Panas hatinya..
Jika mendengar “ceramah-ceramah” orang tuanya
Dan overdosis nasihat yang ia terima
Lalu kapan kita mendengarkan anak, ayah ibu?

Ketika seorang kakak hendak mengambil mainan miliknya
Yang diambil adiknya
Kita…dengan kekuatan kehakiman yang kita miliki
Dengan gagah berkata: kakak…ngalah dong adik…

Lihatlah pertunjukan ini ayah….
lihatlah ketidakadilan ternyata dimulai dari rumah
Lihatlah….kebenaran ternyata ditentukan oleh faktor usia
Lalu kita berdalil “ adiknya kan masih kecil”..
Dalam hati si kakak berkata
“sampai kapan adik akan dibela?”
“Kapankah aku meminta lebih dulu dilahirkan kedunia?”
“Sungguh tak enak jadi seorang kakak?”

Karena ketidakadilan dimulai dari rumah
Di tempat lain sebagian adikpun berkata hal yang sama
“ Sungguh akupun tak suka jadi seorang adik”
“Ketika ayah dan ibu tak ada aku sering dikerjai kakak semuanya”

Ayah, ibu…
Karena sebagian anak dijatuhkan harga dirinya dirumah
Sebagian anak akhirnya tak betah berada dirumah
Rumah baginya hanyalah tempat tidur sementara
Ia lalu mencari harga diri, berkelana mencari surga
Mencari orang-orang yang akan menghargai dirinya

Wah…ternyata teman-teman ganknya bisa menghargainya
Lalu dalam hati ia berkata.. hemmm…ternyata aku dihargai jika aku pamer perkasa
Aku ternyata perkasa jika menghisap ganja
Aku gembira jika bisa menyusahkan siapa saja..
Apakah itu yang ingin kita inginkan, Ayah, ibu?
Jika tidak, hormatilah jiwa anak-anak kita
Bukan sekedar uang, jajanan, mainan, dan sekolah mahal semata
Itu semua penting
Tapi perkataan dan perlakuan penuh cinta dari anda
Adalah warisan terindah untuk masa depan mereka..

Sumber: buku super best Seller “ Sudahkah Aku Jadi Orang Tua Salih?” Penerbit Khazanah Intelektual. Insan Baihaqi Ibnu Bukhari

saya tulis ini sebagai bahan pengingat diri..dan berupaya untuk menebar illmu yang saya peroleh kemarin di Parenting Class SMPIT Robbani tempat sekolah anak saya Aurora N. Rahma

Sumber : FB.com/SaidahEko

Please follow and like us:
Posted on

Ayo Mulai Bisnis Dari Hobi

Setiap orang entah pada perkotaan atau pedesaan absolut memiliki hobi serta kegemaran. Terdapat yang hobinya mengolah, membaca, menulis, merawattumbuhan dan  lain-lain. Umumnya hobi memberikan manfaat yang menyenangkan bagi kita yaitu menghibur serta menghindari diri dari tertekan. Maka Bila kita telah menekuni hobi maka bisa lupa saat bahkan terdapat pula yang rela mengeluarkan uang dalam jumlah akbar asalkan hobinya tersalurkan. Wah barabe pula Jika hobi yg ditekuni malah menghabiskan uang. Bukankah akan lebih enak jikalau kita bisa ubah hobi ini berasal menghabiskan uang menjadi mendatangkan uang !!!!! Hobi tersalurkan, uangpun didapat.

Lalu apakah memang mungkin hobi yg kita jalani bisa mendatangkan uang? Kentara bisa dong. Coba kita lihat, Bila hobi bercocok tanam yang bisa dikembangkan di kampung kan mendatangkan penghasilan jika yang akan terjadi tumbuhan dijual di kota. Atau hobi memelihara ikan, burung dan  ternak sangat berpotensi Jika hasilnya di pasarkan. Pungkasnya sih perjuangan yg dimulai dari hobi akan mampu berkembang menggunakan baik. Ini bukan pendapat semata-mata lho, tetapi didukung juga dengan riset asal pengamat wirausaha asal Amerika perkumpulan yaitu Thomas Stanley.

“dia menyatakan berasal hasil penelitian yg dilakukan bahwa 86% orang yang sukses pada perjuangan serta karir sebab mencintai serta meminati bidang usaha yg digelutinya.”

Faktor lain yg mendukung kenapa perjuangan berasal hobi bisa berkembang dengan baik juga karena kita paham dan  tahu seluk-beluknya. Keahlian tentunya tidak datang begitu saja tetapi karena kita rajin memupuk hobi dan  akhirnya memahami seluk beluknya secara detail dan  otomatis kita berpotensi menjadi yg terbaik di bidang itu.

Hobi tidak sekedar kenangan semata tetapi bisa dikembangkan sebagai usaha. Kemudian bagaimana caranya?

 

Terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu :

Pertama, tekuni hobi sebagai akibatnya kita mampu menjadi ahli yang terbaik di bidang itu. Misalnya, Jika memiliki hobi memasak maka bercita-citalah menjadi juru masak yg handal. Caranya? Tentunya luangkan waktu yg lebih poly buat mengasah ketrampilan bidang mengolah atau menambah pengetahuan menggunakan mengikuti kursus mengolah. Banyaklah membaca buku seputar memasak serta lakukan praktek monoton supaya masakan yang kita hasilkan bisa layak jual dan  disukai orang.

Kedua, carilah peluang asal hobi yang kita tekuni apakah mampu berpotensi usaha atau tak. Percuma jua kan Jika  hobi yg kita tekuni tetapi ternyata tidak memiliki prospek usaha. Jadi lakukan berita umum pasar kecil-kecilan apakah produk yang kita hasilkan cukup diminati pasar. Intinya seluruh hobi mampu dikomersialisasi, asalkan kita tahu dimana celahnya buat menjaring peluang asal hobi tersebut. Bahkan hobi belanja pun mampu jadi peluang perjuangan. Pada luar negri, ada pusat pembelanjaan, terutama bagian fashion, yang menyediakan “pembelanja pribadi”, yaitu konsultan yg mendampingi konsumen saat belanja. Mereka yg memberi pertimbangan baik-jelek, pantas tidak pantas buat konsumennya yg ragu menggunakan contoh baju yang dipilihnya.

Ketiga, belajar berasal mentor-mentor yg sudah sukses pada bidangnya. Pada manapun tempatnya sempurna terdapat orang yan sudah sukses menjalankan perjuangan yang kita tekuni, maka tidak terdapat salahnya buat menghubungi orang tersebut buat belajar bagaimana membentuk karya yang baik. Selain itu Jika kita bisa menjalin hubungan dengan mentor yang terbukti sukses, kita tentu lebih termotivasi buat mengikuti jejaknya. Dan  yang lebih penting lagi, produk yg kita hasilkan akan dievaluasi oleh orang yg cukup berkompeten sebagai akibatnya kita mampu mengadakan penilaian terus menerus.

Keempat, bergabunglah dalam komunitas atau asosiasi bisnis yang mewadahi hobi yg ditekuni. Contohnya hobi memasak bisa bergabung di club memasak yang umumnya diadakan oleh majalah eksklusif. Saat ini klub-klub seperti itu pula berkembang hingga ke daerah lho. Poly manfaat yg bisa di dapatkan Jika aktif dikomunitas bisnis, diantaranya bisa bisa gosip teranyar buat mempertinggi kualitas produk kita, mampu jua asal info pelanggan baru, rekanan baru atau permodal.

Kelima, rajinlah melakukan kenaikan pangkat   serta penawaran produk atau jasa yang kita miliki. Caranya, menggunakan melakukan penawaran yang intensif yang akan terjadi karya kita ke lingkungan terdekat kita. Mampu teman, tetangga, anggota klub bisnis atau bisa pula melakukan penawaran ke toko-toko terdekat.

Inspirasi usaha bertebaran di mana-mana baik di kota maupun pada desa. Bila kita memulai hobi menggunakan didasari kecintaan kita, serta motivasi yg tinggi buat memberi manfaat sebanyak-besarnya, maka insya Allah bisa berhasil.

Please follow and like us:
Posted on

Romantisme Itu Cinta Kasih Yang Hakiki

Romantisme itu dalam bahasa Al qur an MAWADDAH WARROHMAH ( Cinta Kasih )

Inilah makna yang sesungguhnya…..

✅_Romantisme itu….

Ketika malam tinggal sepertiga, seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu membangunkan suaminya. “Sayang.. bangun.. saatnya shalat.”

Maka mereka berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.

✅_Romantis itu…

Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang..”

Lalu sang suami melangkah ke masjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi pemenang; dan itu lebih baik dari dunia dan seisinya.

✅_Romantis itu…

Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang… kami lebih siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”

✅_Romantis itu…

Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”

✅_Romantis itu…

Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari lainnya dengan WA dan SMS cinta.

“Apapun makanan di rumah makan, tak pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya, “Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”

✅_Romantis itu…

Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri merindukan belahan jiwanya tiba.

✅_Romantis itu…

Ketika suami mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai senyuman. Bertemu saling mendoakan. Istri mencium tangan suami, dan suami mengecup kening istri lalu saling mengecup pipi kanan dan kiri bergantian.

✅_Romantis itu…

Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di pundak mendadak menghilang, terbang melayang.

✅_Romantis itu…

Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menunya sederhana, nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.

✅_Romantis itu…

Ketika suami istri kompak mengajar anaknya mengaji. Meski telah ada TPQ, sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggung jawab untuk mencetak generasi Rabbani.

Kelak, merekalah yang akan mendoakan sang orang tua, saat perpisahan selamanya telah tiba masanya.

✅_Romantis itu…

Ketika sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah. Untuk mengaji, atau aktifitas da’wah. Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya, juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya…,

Semoga bermanfaat dan keluarga kita menjadi Keluarga yang Sakinah Mawaddah Wa Rohmah penuh dengan Keromantisan yang Hakiki….****

Please follow and like us:
Posted on

Sekali Merdeka Tetap Merdeka

Catatan Kecil di saat Indonesia merdeka 70 tahun. Usia 70 tahun seharusnya sudah cukup matang sebagai negara.

Benarkah kita sudah benar-benar merdeka seperti yang di cita-citakan para pendiri negeri kita ? Kita tengok sekilas sejarah dulu, lihat dulu Pembukaan dan Isi UUD 1945  sebagai contoh. Kita kutip Alinea ketiga Pembukaan UUD 1945 :

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Lihat berita di media sosial saya sangat prihatin di Jawa Timur mulai tampil lambang palu arit bahaya laten komunis bukan omong kosong. Belum lagi serbuan budaya yang tidak sesuai dengan keinginan luhur pendiri negara kita yang meyakini kemerdekaan sebagai rahmat Allah Yang Maha Kuasa .

Sedang Isi UUD 1945 kita kutip satu saja sebagai renungan di catatan kecil di suasana hari Merdeka.

BAB XIV. KESEJAHTERAAN SOSIAL
Pasal 33

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.

  2. Tjabang-tjabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasasi hadyat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.

  3. Bumi dan air dan kekajaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Saat kemarau ini kita lihat banyak daerah kesulitan mencari air bersih di lain pihak sumber-sumber air banyak yang di kuasai perusahaan besar. Semoga catatan kicil ini tetap membuat kita tetap semangat untuk mengisi kemerdekaan :

 

Sekali Merdeka tetap Merdeka

Please follow and like us:
Posted on

Pedoman Singkat Ibadah Bulan Ramadhan

 

  1. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

 

Puasa ialah menahan diri dari makan dan minum serta melakukan perkara-perkara yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sehingga terbenamnya matahari.

Hukum Puasa

Hukum puasa terbahagi kepada tiga iaitu :

  • Wajib – Puasa pada bulan Ramadhan.
  • Sunat – Puasa pada hari-hari tertentu.
  • Haram – Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa.

Syarat Wajib Puasa

  • Beragama Islam
  • Baligh (telah mencapai umur dewasa)
  • Berakal
  • Berupaya untuk mengerjakannya.
  • Sehat
  • Tidak musafir

Rukun Puasa

  • Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai daripada terbenamnya matahari sehingga terbit fajar.
  • Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sehingga masuk matahari.

Syarat Sah Puasa

  • Beragama Islam
  • Berakal
  • Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita
  • Hari yang sah berpuasa.

Sunat Berpuasa

  • Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
  • Melambatkan bersahur
  • Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
  • Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
  • Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib
  • Berbuka dengan buah tamar/kurma, jika tidak ada dengan air
  • Membaca doa berbuka puasa

Doa Berbuka Puasa

Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Perkara Makruh Ketika Berpuasa

  • Selalu berkumur-kumur
  • Merasa makanan dengan lidah
  • Berbekam kecuali perlu
  • Mengulum sesuatu

Hal yang membatalkan Puasa

  • Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan
  • Muntah dengan sengaja
  • kedatangan haid atau nifas
  • Melahirkan anak atau keguguran
  • Gila walaupun sekejap
  • Mabuk ataupun pingsan sepanjang hari
  • Murtad atau keluar daripada agama Islam
  • Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja

 

 

Hari yang Disunatkan Berpuasa

  • Hari Senin dan Kamis
  • Hari putih (setiap 13, 14, dan 15 hari dalam bulan Islam)
  • Hari Arafah (9 Zulhijjah) bagi orang yang tidak mengerjakan haji
  • Enam hari dalam bulan Syawal

 

Hari yang diharamkan Berpuasa

  • Hari raya Idul Fitri (1 Syawal)
  • Hari raya Idul Adha (10 Zulhijjah)
  • Hari syak (29 Syaaban)
  • Hari Tasrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)

 

Keutamaan Puasa Ramadhan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.” [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/115, no. 1901), Sunan an-Nasa-i (IV/157), Sunan Ibni Majah (I/526, no. 1641), Shahiih Muslim (I/523, no. 760).]

Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfiman:

Setiap amal anak Adam adalah untuknya sendiri kecuali puasa, di mana puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala atasnya. Puasa itu adalah perisai, jika pada hari yang salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membuat kegaduhan dan tidak juga melakukan perbuatan orang-orang bodoh. Dan jika ada orang yang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’ -dua kali- Demi Rabb yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah pada hari Kiamat nanti dari pada bau minyak kasturi. Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan, jika berbuka, dia bergembira dengan berbukanya dan jika berjumpa dengan Rabbnya dia juga bergembira dengan puasanya.’” [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/118, no. 1904), Shahiih Muslim (II/807, no. 1151 (164), Sunan an-Nasa-i (IV/163).]

 

Amalan Utama di Bulan Ramadhan

1.Shalat malam/Tarawih

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2.Memperbanyak Shadaqah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah manusia paling dermawan. Dan beliau lebih demawan ketika di bulan Ramadhan. Beliau menjadi lebih pemurah dengan kebaikan daripada angin yang berhembus dengan lembut. Beliau bersabda, “Shadaqah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan.” (HR. al-Tirmidzi dari Anas)

3.I’tikaf

Itikaf berarti berdiam di Masjid untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara tertentu, sebagaimana telah diatur oleh syariat. Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam senantiasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. Dan pada tahun akan diwafatkannya, beliau beri’tikaf selama 20 hari (HR. Bukhari dan Muslim).  I’tikaf merupakan ibadah yang berkumpul padanya bermacam-macam ketaatan; berupa tilawah, shalat, dzikir, doa dan lainnya.

4.Bersungguh-sungguh dalam membaca Al-Qur’an

 

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan”,[QS Al Alaq:1]

 

 

Allah SWT berfirman dalam ayatNya yang artinya

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”[QS:Al-Muzzammil (73)

 

 

 

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

  1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
  2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
  3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
  4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAM

 

5.Menghidupkan Lailatul Qadar

 

6.Umrah pada bulan Ramadhan

 

 

Semoga bermanfaat

Please follow and like us: