Posted on

Tips Bermedia Sosial di Bulan Ramadhan

Kehadiran media sosial dari mulai Facebook, Twitter, Instagram, Path dan lainnya, memang mengubah banyak hal dalam kehidupan kita khususnya hubungan sosial.

Mau tidak mau, suka tidak suka, disadari atau tidak, dunia maya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia hari ini. Hubungan sosial juga bukan lagi semata di dunia nyata, bahkan terkadang seseorang mempunyai banyak relasi, jaringan dan aktif berkomunikasi di dunia maya, sementara di dunia nyata ternyata seorang pendiam nan lugu
Sebagai muslim tentu kita meyakini, semua hal yang kita lakukan – di dunia nyata maupun maya- akan terekam dengan baik untuk kita pertanggungjawabkan di akhirat nanti. Karenanya, secara khusus dalam momentum Ramadhan yang mulia ini, mari kita mengingat kembali petuah-petuah Rasulullah SAW yang senantiasa update memberikan arahan bagi kita bagaimana bermedia sosial dengan baik nan berpahala .

1. Infokan Kebaikan dalam Twit/Update Status
Dari mulai info pengajian, peluang amal kebaikan, hingga lowongan pekerjaan misalnya, pastikan update status kita terwarnai dengan ungkapan-ungkapan info ataupun nasehat kebaikan. Malaikat tak kan pernah jemu mencatatnya. Apalagi jika kemudian banyak yang tergerak, maka royalti pahala insya Allah ada dalam genggaman. Gerakan sedekah rombongan Mas Saptuari bisa menjadi contoh nyata dihadapan kita. Mari ingat Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa menunjukkan/memberitahukan sebuah amal kebaikan, maka baginya pahala sebagaimana pelaku kebaikan tersebut. (HR Muslim)

2. Menjauhi Dusta dalam Canda
Terlalu banyak hal yang lucu kita dapatkan di media sosial, terkadang berupa anekdot atau kisah. Hiburan tentu menyenangkan dan boleh-boleh saja, namun hati-hati dengan kebohongan. Jika itu adalah sebuah anekdot, fiksi, maka pastikan kita tidak menceritakannya dengan gaya sesuatu yang benar-benar terjadi atau kita mengalaminya. Rasullullah pun telah memberi ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau, “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.(HR. Imam Ahmad) 

3. Bersihkan Time Line & Wall
Ramadhan akan terasa singkat, sayang sekali ketika saat kita bermedia sosial, time line dan wall kita berhiaskan banyak gambar-gambar mengumbar aurat, atau ucapan-ucapan dan kisah yang tak pantas. Jika kita biarkan, tanpa kita sadari hal tersebut bisa mempengaruhi kita dan mengganggu pahala puasa kita. Unfriend atau Unfollow saja akun-akun yang senantiasa mengobral kemaksiatan. Rasulullah SAW bersabda : “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhori & Muslim).

4. Larangan Kepo
Kita optimalkan Ramadhan untuk berbuat kebaikan. Fokus pada amalan-amalan yang meningkatkan pahala kita secara maksimal di bulan mulia ini, adapun hal-hal yang sia-sia dan tidak berarti apa-apa bagi urusan dunia apalagi akhirat kita, maka tinggalkan saja tanpa basa-basi. Rasulullah SAW berpesan : “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi)

5. Larangan Mem-Bully
Ramadhan momentum kita menjaga kesabaran dan emosi, maka bukan jamannya lagi mengumbar kebencian dalam bentuk hinaan dan ejekan kepada saudara kita seiman.  Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim itu bersaudara terhadap muslim lainnya, ia tidak boleh menganiaya dan menghinanya. Seseorang cukup dianggap berlaku jahat karena ia menghina saudaranya sesama muslim.(HR.Muslim)

6. Larangan Stalker
Mantan memang sering dikatakan sebagai “manis dalam ingatan”, karena itu banyak yang gagal move on. Apalagi Ramadhan juga senantiasa menghadirkan kembali ingatan-ingatan tersebut. Maka saatnya berubah, jauhi aneka ragam mengawasi dan mematai-matai tanpa makna, apalagi dengan  niatan buruk yang bisa berubah menjadi perbuatan dosa. Pesan Rasulullah SAW jelas tertuang : “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR Bukhori Muslim)

7. Larangan sembarangan Buzzer, Retwit atau Share : 
Malaikat sangat teliti dalam mencatat setiap amal kita, bahkan yang terbilang sederhana yaitu dengan mengklik tombol share atau Retwit saja. Hati-hati, tidak semua layak untuk kita bagikan, apalagi jika mengandung ajakan atau unsur kesia-siaan dan kemaksiatan.  Rasulullah SAW bersabda : Cukuplah seorang dikatakan dusta, saat ia menceritakan setiap apa yang ia dengar ( HR Muslim)

8. Hati-hati dengan berita Hoax
Terkadang kita begitu terperangah dengan sebuah berita yang membahagiakan, atau berita aneh yang luar biasa. Lantas tanpa ragu-ragu kita segera menyebarkannya pada follower dan friend kita, setelah  beberapa saat ternyata terbukti hoax, sementara sudah banyak yang ikut menyebarkan kebohongan tersebut, dan mungkin juga sudah ada yang bereaksi lebih jauh. Hari-hari kedepan akan semakin banyak berita-berita heboh yang ternyata hoax, Rasulullah SAW telah memberikan prediksi tentang hal ini. Beliau bersabda : Akan ada pada akhir zaman umatku, orang2 yang mengabarkan kpd kalian sesuatu yg belum pernah sama sekali kalian dengar, juga orang tua2 kalian sebelumnya. Maka berhati-hatilah dengan mereka (HR Muslim)

9. Menjauhi Lebay dalam Nama Akun, Twit/Status juga Hastag
Kita pasti bingung dan memicingkan mata saat melihat nama akun yang panjang terdiri dari beberapa kata seperti ” AntonInginBuangMantandalamIngatan” atau yang semacam itu, begitupula yang kita tuliskan dalam update status, twit maupun hastag, jangan berlebihan dan akan cenderung menjadi lebay. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a, bahwasanya Nabi saw. bersabda, “Celakalah orang yang berlebih-lebihan.” Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. (HR Muslim). Dalam riwayat lain beliau menyampaikan , “Sesungguhnya Allah membenci seorang yang pandai bersilat lidah sebagaimana sapi memutar-mutarkan lidahnya,” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

10. Menjauhi Twitwar dan Blocking
Bulan Ramadhan saatnya menjaga emosi, meski mungkin banyak godaan berantem di dunia maya yang ada dalam setiap tema. Alangkah indahnya jika kita bisa menahan diri, bukan berarti kalah menyerah tapi memperjuangkan kebenaran dengan bentuk yang lebih indah. Rasulullah SAW bersabda, “Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar (HR. Abu Dawud).

Apalagi jika sebuah twitwar atau perdebatan sampai berujung saling memblock satu sama lain, maka sungguh ada peluang kebaikan jika kita memulai perdamaian terlebih dahulu, menutup rapat-rapat pintu permusuhan agar syetan tak terus-terusan riang gembira. Dari Abî Ayûb al-Anshâriy, sesungguhnya Rasulullah SAW ‘bersabda; ‘Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam’. “(HR. Muslim)

Tentu pesan di atas tidak hanya terbatas untuk bulan Ramadhan saja, kita berharap bisa terus kita jaga pada hari-hari berikutnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan.

Sumber : Indonesia Optimis http://www.indonesiaoptimis.com/2015/06/inilah-10-pesan-rasulullah-bermedia.html

Please follow and like us:
Posted on

Romantisme Itu Cinta Kasih Yang Hakiki

Romantisme itu dalam bahasa Al qur an MAWADDAH WARROHMAH ( Cinta Kasih )

Inilah makna yang sesungguhnya…..

✅_Romantisme itu….

Ketika malam tinggal sepertiga, seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu membangunkan suaminya. “Sayang.. bangun.. saatnya shalat.”

Maka mereka berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.

✅_Romantis itu…

Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang..”

Lalu sang suami melangkah ke masjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi pemenang; dan itu lebih baik dari dunia dan seisinya.

✅_Romantis itu…

Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang… kami lebih siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”

✅_Romantis itu…

Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”

✅_Romantis itu…

Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari lainnya dengan WA dan SMS cinta.

“Apapun makanan di rumah makan, tak pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya, “Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”

✅_Romantis itu…

Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri merindukan belahan jiwanya tiba.

✅_Romantis itu…

Ketika suami mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai senyuman. Bertemu saling mendoakan. Istri mencium tangan suami, dan suami mengecup kening istri lalu saling mengecup pipi kanan dan kiri bergantian.

✅_Romantis itu…

Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di pundak mendadak menghilang, terbang melayang.

✅_Romantis itu…

Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menunya sederhana, nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.

✅_Romantis itu…

Ketika suami istri kompak mengajar anaknya mengaji. Meski telah ada TPQ, sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggung jawab untuk mencetak generasi Rabbani.

Kelak, merekalah yang akan mendoakan sang orang tua, saat perpisahan selamanya telah tiba masanya.

✅_Romantis itu…

Ketika sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah. Untuk mengaji, atau aktifitas da’wah. Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya, juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya…,

Semoga bermanfaat dan keluarga kita menjadi Keluarga yang Sakinah Mawaddah Wa Rohmah penuh dengan Keromantisan yang Hakiki….****

Please follow and like us:
Posted on

Pedoman Singkat Ibadah Bulan Ramadhan

 

  1. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

 

Puasa ialah menahan diri dari makan dan minum serta melakukan perkara-perkara yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sehingga terbenamnya matahari.

Hukum Puasa

Hukum puasa terbahagi kepada tiga iaitu :

  • Wajib – Puasa pada bulan Ramadhan.
  • Sunat – Puasa pada hari-hari tertentu.
  • Haram – Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa.

Syarat Wajib Puasa

  • Beragama Islam
  • Baligh (telah mencapai umur dewasa)
  • Berakal
  • Berupaya untuk mengerjakannya.
  • Sehat
  • Tidak musafir

Rukun Puasa

  • Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai daripada terbenamnya matahari sehingga terbit fajar.
  • Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sehingga masuk matahari.

Syarat Sah Puasa

  • Beragama Islam
  • Berakal
  • Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita
  • Hari yang sah berpuasa.

Sunat Berpuasa

  • Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
  • Melambatkan bersahur
  • Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
  • Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
  • Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib
  • Berbuka dengan buah tamar/kurma, jika tidak ada dengan air
  • Membaca doa berbuka puasa

Doa Berbuka Puasa

Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Perkara Makruh Ketika Berpuasa

  • Selalu berkumur-kumur
  • Merasa makanan dengan lidah
  • Berbekam kecuali perlu
  • Mengulum sesuatu

Hal yang membatalkan Puasa

  • Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan
  • Muntah dengan sengaja
  • kedatangan haid atau nifas
  • Melahirkan anak atau keguguran
  • Gila walaupun sekejap
  • Mabuk ataupun pingsan sepanjang hari
  • Murtad atau keluar daripada agama Islam
  • Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja

 

 

Hari yang Disunatkan Berpuasa

  • Hari Senin dan Kamis
  • Hari putih (setiap 13, 14, dan 15 hari dalam bulan Islam)
  • Hari Arafah (9 Zulhijjah) bagi orang yang tidak mengerjakan haji
  • Enam hari dalam bulan Syawal

 

Hari yang diharamkan Berpuasa

  • Hari raya Idul Fitri (1 Syawal)
  • Hari raya Idul Adha (10 Zulhijjah)
  • Hari syak (29 Syaaban)
  • Hari Tasrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)

 

Keutamaan Puasa Ramadhan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.” [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/115, no. 1901), Sunan an-Nasa-i (IV/157), Sunan Ibni Majah (I/526, no. 1641), Shahiih Muslim (I/523, no. 760).]

Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfiman:

Setiap amal anak Adam adalah untuknya sendiri kecuali puasa, di mana puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala atasnya. Puasa itu adalah perisai, jika pada hari yang salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membuat kegaduhan dan tidak juga melakukan perbuatan orang-orang bodoh. Dan jika ada orang yang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’ -dua kali- Demi Rabb yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah pada hari Kiamat nanti dari pada bau minyak kasturi. Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan, jika berbuka, dia bergembira dengan berbukanya dan jika berjumpa dengan Rabbnya dia juga bergembira dengan puasanya.’” [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/118, no. 1904), Shahiih Muslim (II/807, no. 1151 (164), Sunan an-Nasa-i (IV/163).]

 

Amalan Utama di Bulan Ramadhan

1.Shalat malam/Tarawih

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2.Memperbanyak Shadaqah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah manusia paling dermawan. Dan beliau lebih demawan ketika di bulan Ramadhan. Beliau menjadi lebih pemurah dengan kebaikan daripada angin yang berhembus dengan lembut. Beliau bersabda, “Shadaqah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan.” (HR. al-Tirmidzi dari Anas)

3.I’tikaf

Itikaf berarti berdiam di Masjid untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara tertentu, sebagaimana telah diatur oleh syariat. Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam senantiasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. Dan pada tahun akan diwafatkannya, beliau beri’tikaf selama 20 hari (HR. Bukhari dan Muslim).  I’tikaf merupakan ibadah yang berkumpul padanya bermacam-macam ketaatan; berupa tilawah, shalat, dzikir, doa dan lainnya.

4.Bersungguh-sungguh dalam membaca Al-Qur’an

 

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan”,[QS Al Alaq:1]

 

 

Allah SWT berfirman dalam ayatNya yang artinya

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”[QS:Al-Muzzammil (73)

 

 

 

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

  1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
  2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
  3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
  4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAM

 

5.Menghidupkan Lailatul Qadar

 

6.Umrah pada bulan Ramadhan

 

 

Semoga bermanfaat

Please follow and like us:
Posted on

Ayo Berdoa , Doa Senjata Orang Mukmin

Saudaraku, teruslah berdoa. Mengapa? Sebab:

◆ 1. Doa merupakan bentuk ketaatan kepada Allah & pengamalan terhadap perintah-Nya.
◆ 2. Doa adalah tanda keselamatan dari sifat sombong.
◆ 3. Doa adalah ibadah.
◆ 4. Doa adalah sesuatu yang paling mulia di sisi Allah.
◆ 5. Doa dicintai dan disukai Allah.
◆ 6. Doa mendatangkan kelapangan hati.
◆ 7. Doa dapat menjauhkan diri dari murka Allah.
◆ 8. Doa tanda tawakal kepada Allah.
◆ 9. Doa merupakan sarana untuk mendapatkan jiwa yang besar dan semangat yang tinggi.
◆ 10. Doa merupakan keselamatan dari sifat lemah, dan tanda kecerdasan.
◆ 11. Hasil doa dijamin akan dikabulkan -insya Allah-.
◆ 12. Doa dapat menolak bala’ sebelum turunnya.
◆ 13. Doa dapat mengangkat bala’ setelah turunnya.
◆ 14. Doa membuka pintu untuk bermunajat kepada Allah dan kenikmatan ketika bermunajat.
◆ 15. Doa dapat mendatangkan kecintaan dan kasih sayang di tengah kaum muslimin.
◆ 16. Doa termasuk sifat hamba Allah yang bertakwa.
◆ 17. Doa merupakan sebab keteguhan dan pertolongan atas musuh.
◆ 18. Doa merupakan tujuan lari bagi orang yang dizalimi dan tempat keluh-kesah bagi orang yang lemah.
◆ 19. Doa tanda keimanan kepada Allah, pengakuan akan rububiyyah, uluhiyyah dan asma’ dan sifat-Nya.

20.      doa adalah senjata seorang mukmin

الدعاء سلاح المؤمن

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk senantiasa berdoa kepada-Nya dan semoga Dia mengabulkan doa-doa baik kita. Aamiin.

[Ahaadiits Muntasyiroh lam Tatsbut, Ahmad as-Sulamiy]

Please follow and like us:
Posted on

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya :

1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda’wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)

Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-‘aalamiin

Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.

Lelah dalam Mencari Nafkah

Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.

Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”

Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.

Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Kelelahan Mendidik Anak

Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.

Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.

Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.

Rasulullah saw bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”

Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:

“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (QS. An-Najm: 39-41).

Sumber : Fb.com/Didin Kristinawati

Please follow and like us:
Posted on

Ayo Sholat…Tuntunan Sholat dan Doa untuk Keluarga

Bagaimana Membuat Anak2 Anda Sholat dengan Kesadaran Mereka Sendiri,
Tanpa Berdebat , dan Tanpa Perlu Diingatkan.

Anak-anak anda tidak mau sholat?

Atau mereka sampai membuat anda capek saat mengingatkan untuk sholat?
Mari kita lihat bagaimana bisa merubah ini semua ~ biidznillah.

doa adalah senjata seorang mukmin

الدعاء سلاح المؤمن

 

Seorang sahabat berkisah: “Aku akan menceritakan satu kisah yg terjadi padaku .Saat itu, anak perempuanku duduk di kelas 5 SD. Sholat baginya adalah hal yg sangat berat…sampai2 suatu hari aku berkata kepadanya: “Bangun!! Sholat!!”, dan aku mengawasinya..
Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian melemparkannya ke lantai…Kemudian ia mendatangiku…
Aku bertanya kepadanya: “Apakah kamu sudah sholat?”
Ia menjawab: ” Sudah”
Kemudian aku MENAMPARNYA ,,
Aku tahu aku salah ,, Tetapi kondisinya memang benar2 sulit…
Aku menangis..,,
Aku benar2 marah padanya, aku rendahkan dia dan aku menakut2inya akan siksa Allah…
Tapi….ternyata semua kata2ku itu tidak ada manfaatnya.

Suatu ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya (seorang yg biasa2 saja dari segi agama) , tapi ketika datang waktu sholat, semua anak2nya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah. Ia berkata: Aku berkata padanya “Bagaimana anak2mu bisa sholat dg kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan.

Ia menjawab: Demi Allah, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO’A ini…dan sampai saat ini pun aku masih tetap berdo’a dg DO’A tersebut.

Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dg do’a ini..
Dalam sujudku…
Saat sebelum salam…
Ketika witir…
Dan disetiap waktu2 mustajab.

Demi Allah wahai saudara2ku…
Anakku ,,saat ini telah duduk dibangku SMA..
Sejak aku memulai berdoa dg doa itu, anakku lah yg rajin membangunkan kami dan mengingatkan kami untuk sholat…
Dan adik2nya, Alhamdulillah..mereka semua selalu menjaga sholat.

Sampai2…saat ibuku berkunjung dan menginap dirumah kami, ia tercengang ,,melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk sholat.

والدعاء هو …
( رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ
وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء )
(إبراهيم ، 40)

Doa ini adalah…
“Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan sholat… Ya Robb kami, perkenankanlah doaku.

Yaa…Doa…Doa…dan Doa…
Sebagaimana anda semua tahu bahwa: doa adalah senjata seorang mukmin

الدعاء سلاح المؤمن

Sumber: Status FB.com/husin.bin.ali.bin.husin.almuhdar

Tulisan di atas telah disunting menurut Penulisnya harap menyantumkan tulisan Arab aslinya.

گيف تجعل أبنائك يصلون
من أنفسھم ،،،
بدون خصام،، أو تذكير،،

أولادك لا يصلون أو أتعبوك من أجل أن يصلوا ؟
تعالوا لتروا كيف تغيرونهم بإذن الله تعالى

عن إحدى الأخوات :
تقول اقول لكم قصة وقعت معي انا

كانت بنتي،، بالخامس ابتدائي

و الصلاة ثقيلة عليها.. لدرجة اني قلت لها يوما قومي صل, وراقبتها , فوجدتها أخذت السجادة ورمتها على الأرض وجاءتني,
سألتها هل صليت قالت نعم.. صدقوني بدون شعور صفعت وجھا,
أعرف أني أخطأت.. ولكن الموقف ضايقني وبكيت وخاصمتها ولمتها وخوفتها من الله, ولم ينفع معها كل هذا الكلام

لكن في يوم من الأيام … قالت لي إحدى الصديقات قصة.. منقولة ..وهي

انها زارت قريبة لها عادية (ليست كثيرة التدين)، لكن عندما حضرت الصلاة
قام أولادها يصلون بدون أن تناديهم

تقول .. قلت لها : كيف يصلي أولادك من أنفسهم بدون خصام وتذكير ؟ !!!

قالت والله ليس عندي شي اقوله لك الا اني قبل أن أتزوج ادعو الله بهذا الدعاء وإلى يومنا هذا ادعو به

انا بعد نصيحتها هذه لزمت هذا الدعاء .. في سجودي وقبل التسليم وفي الوتر .. وفي
كل اوقات الاجابه

والله يا اخواتي.. ان بنتي هذه الآن بالثانوي.. من اول مابدأت الدعاء وهي
التي توقظنا للصلاة وتذكرنا بها
واخوانها كلهم ولله الحمد حريصون على الصلاة !!

حتى امي زارتني ونامت عندي ولفت انتباهها ان بنتي تستيقظ وتدور علينا توقظنا
للصلاة !

أعرف .. أنكم الآن متشوقون لتعرفوا هذا الدعاء ..
الدعاء موجود في سورة ابراهيم

والدعاء هو …
( رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ
وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء )
(إبراهيم ، 40)

فالدعاء الدعاء الدعاء
وكما تعلمون الدعاء سلاح المؤمن

Please follow and like us:
Posted on

Khutbah Wada’ Nabi Muhammad Saw

Prinsip Pertma : Ma’rifatullâh, dg Pengakuan Kedaulatan Allah Swt.
Pengakuan Kedaulatan Allah disinilah terletak “ Ma’rifatullâh “ yang mencakup :
1 : Hamdalah.
Didalam al-Qur ân ada lima surah yang dimulai dengan “hamdalah”:
1.Al-Fâtihah [1]: 2.
Kedaulatan itu milik mutlak Allah, Tuhan semesta alam .
2.Al-An’âm [6] : 1 :
Kedaulatan itu milik Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan sesuatu dengan Tuhan mereka.
3.Surah al-Kahfi [18] : 1 :
Kedaulatan itu milik Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya al-Qur ân dan Dia tidak mengadakan kebengkokan [ ] di dalamnya.
4.Surah Sabâ [34] : 1 ;
Kedaulatan itu milik Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya pula segala puji di akhirat. dan Dia-lah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.
5.Surah Fâthir [35] : 1 :
Kedaulatan itu milik Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai macam urusan yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
6. Surah al-Taghâbun [64] : 1 :
Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
2.Isti’ânah.
Didalam Islam, isti’ânah itu ada beberapa istilah yang masing masing memiliki perbedaan dan konotasinya yaitu :
a.Isti’ânah = اَلْإِسْتِعَانَةُ yaitu permohonan pertolongan.
b. Istighâtsah = اَلْإِسْتِغَاثَةُ yaitu permohonan rahmat dan kemenangan.
Istighâtsah berasal dari kata “ghâtsa” – “yaghîtsu: – “ghaitsan” , yang berarti “hujan “ seperti ungkapan didalam al-Qur ân surah Yusuf [12] : 49 :
1. Surah Luqmân [31] : 34 .
2. Surah al-Hadîd [57] : 20.
3. Surah al-Anfâl [8] : 9 .
4. Surah al-Kahfi [18] : 29 .
Walaupun ayat ini gambaran orang-orang kafir dineraka yang meminta air minum yang kemudian diberi oleh Allah air minum besi yang membara tetapi ditinjau dari aspek bahasa, “istighâtsah” digunakan oleh Allah Swt didalam al-Qur ân yang berarti permohonan air minum dalam konteks ini, tetapi dilihat dari sinonim serta penggunaan Nabi tentang istighâtsah ini, maka istighâtsah ialah salah satu bentuk doa dalam Islam dizaman Rasulullah Saww dalam hadis yang popular
اَلدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ.
Doa itu otaknya ibadah.
Kalau kita telusuri seluruh kata istighâtsah didalam al-Qur ân dan Hadis Nabi, maka kita akan menemukan makna yang berbeda-beda sesuai dengan kontek ayat dan hadis itu meliputi :
1.Permohonan agar diberi hujan.
2.Permohonan agar diberi air.
3.Permohonan agar diberi cahaya.
4.Permohonan agar diberi rahmat.
5.Permohonan agar diberi pertolongan.
6.Permohonan agar diberi rezeki.
7.Permohonan agar diberi kemenangan.
8.Sinonim / murâdif dengan doa permohyonan atau isti’ânah.
9.Sinonim / murâdif dengan doa isti’âdzah .
Istilah istighâtsah sudah digunakan oleh Nabi-Nabi sebelum Muhammad Saww .
Demikian juga wazir Nabi Sulaiman ‘a.s. Âshaf atau Âshif bin Bakhroya yaitu :
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ.
“Ya Allah Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, melalui Rahmat-Mu aku mohon kemenangan”
3.Istighfâr.
Qs.Hûd [11] : 3 yang artinya :
Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. Jika kamu mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai balasan keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.
a.Istighfâr terendah : اَسْتَغْفِرُاللهَ رَبِّ اغْفِرْلِيْ –
Rabbighfirliy……. atau astaghfirullâh…..
b.Istighfâr lebih tinggi : اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung”
c.Istighfâr diatasnya : اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ
“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung dan aku betobat kepada-Nya.”
d.Istighfâr diatasnya lagi :
اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِىْ لاَ اِلهَ اِلاّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ
اِلَيْهِ.
“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya”.
e.Sayyid al-Istighfâr :
اَللّهُمَّ اَنْتَ رَبِّيْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَاَنَا عَبْدُكَ، وَاَنَا عَلى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ اَنْتَ.
f. اِسْتِغْفَارُ نَبَوِيٌّ جَاِمعٌ .
Istighfar Seluruh Nabi-nabi:

اَللّهُمَّ مَغْفِرَتُكَ أَوْسَعُ مِنْ ذُنُوْبِيْ وَرَحْمَتُكَ أَرْجَى عِنْدِيْ مِنْ عَمَلِيْ.
“Ya Allah, ampunan-Mu lebih lapang dibandingkan dosa-dosaku, sedang rahmat-Mu aku harapkan dilimpahkan kepadaku dalam setiap amalku.”- Hr.Hakim dari Jabir bin ‘Abdillah.
g.Tertinggi ialah istighfâr-istigfâr didlm al-Qur ân contohnya srh al-Hasyar [59] : 10 :
h.Doa-doa Nabi dalam al-Qur ân lihat buku kami” :
“Al-Adzkâr “hal.129-164, atau buku kami “Doa-Doa al-Qur ân doa-doa iastighfâr para Nabi
i. Disamping aneka istighfâr diatas, kita juga menemukan aneka istighfâr yang disusun oleh ulama-ulama salaf al-shâlih yang sangat indah dan sangat bagus sekali untuk lebih taqarrub kepada Allah Swt. Silahkan baca kitab Abwâb al-Faraj halaman 198-219.
4- Al-Inâbah / al-Taubah (Tobat).
a- Inabâh menurut Bahasa.
Kata anâba – اَنَابَ didalam al-Qur ân kita temukan 18 kali. Mujarradnya (aslinya) ialah : يَنُوْبُ- نَوْبًا نَابَ – وَنِيَابًا- وَمَنَابًا. yang artinya : menggantikan tempatnya-mewakili – berulang kembali – kembali kepada Allah, sinonimnya : تَابَ- يَتُوْبُ- تَوْبَةً yang berarti bertobat. Al-Qur ân semuanya menggunakan kata mazid (tambahan) satu huruf yaitu : – يُنِيْبُ- اِنَابَةً – اَنَابَ: yang berarti berulang kembali – mewakilkan – bergantian.
Istilah khusus didalam al-Qur ân ialah : اَنَابَ إِلى اللهِ : تَابَ إِلى اللهِ , yang berarti kembali kepada Allah. Perbedaannya, didalam kata anâba, ada unsur mewakilkan atau tawakkal, dan unsur bergantian atau bergiliran kembalinya kepada Allah, berdasarkan peningkatan ilmu, setelah mengetahui terus kembali kepada Allah, dan terus kembali kepada Allah mengikuti peningkatan ilmu yang dipelajarinya. Imam ‘Ali bin Muhammad al-Sayyid al-Syarîf al-Jurjâny al-‘Allâmah didalam kitabnya al-Ta’rîfât mengungkapkan definisi inâbah sebagai berikut
اَلْإِنَابَةُ : إِخْرَاجُ الْقَلْبِ مِنْ ظُلُمَاتِ الشُّبُهَات- وَقِيْلَ اَلْإِنَابَةُ : اَلرُّجُوْعُ مِنَ الْكُلِّ إِلى مَنْ لَهُ الْكُلُّ – وَقِيْلَ اَلْإِنَابَةُ : اَلرُّجُوْعُ مِنَ الْغَفْلَةِ إِلى الذِّكْرِ, وَمِنَ الْوَحْشَةِ إِلى الْأٌنْسِ
Al-Inâbah ialah : Lepasnya hati dari kezaliman syubhat . Dan ada pendapat lain, kembali dari segala sesuatu ini kepada yang memiliki segala sesuatu (Allah). 3. Dan ada pendapat lain : Al-inâbah ialah kembali dari kelalaian kepada zikir, dan dari watak binatang liar kepada jiwa keramahan.
Firman Allah Swt surah al-Ra’du [13] : 27 yang artinya :
Orang-orang kafir berkata : “mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad tanda mukjizat dari Tuhannya ?” Katakanlah : “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang kembali kepada-Nya”.
Perintah Inâbah (Kembali Kepada Allah)
Dalam surah al-Zumar [39] : 54 yang artinya:
”Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi.”
Ayat ini adalah perintah inâbah (اَلْإِنَاَبُة), yaitu kembali kepada Allah serta bertawakkal kepada-Nya, dan perintah pasrah dan tunduk kepada Allah Swt. (اَلْإِسْلاَمُ), sebelum datangnya kematian. Fi’il amar (فِعْلُ الْأَمْرِ) didalam al-Qur ân, menunjukkan wajib dalam hukum Islam sebagaimana kaidah Ushûl al-Fiqhi :
“اَلْأَمْرُ لِلْوُجُوْبِ, إِلاَّ مَا دَلَّ الدَّ لِيْلُ عَلى خِلاَفِهِ “
“ Perintah menunjukkan wajib, kecuali ada dalil yang menentangnya “
Perintah al-Inâbah dan al-Islâm didalam ayat ini hukumnya wajib. Setiap Muslim wajib melaksanakan Inâbah sebagaimana para Nabi yang dicontohkan oleh Allah Swt. Di antaranya inabah-nya Nabi Sulaiman ‘a.s., demikian juga inabah-nya Nabi Ibrahim ‘a.s., yg nanti kita akan gambarkan bagaimana inabah-nya Sulaiman dan Ibrahim ‘a.s.
Prof.Wahbah al-Zuhaili dalam tafsirnya mengungkapkan :
“Kembalilah kalian kepada Allah dengan tobat dan taat kepada-Nya, dengan menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan, serta tunduk dan pasrah dalam segala urusan agama-Nya. Disamping itu, tunduk dan taat kepada segala hukum-hukum-Nya sebelum datangnya azab dunia berupa kematian. Siapapun tidak akan mendapatkan pertolongan yang dapat mencegah dari azab kecuali Allah Swt setelah datangnya azab itu”.
Dalam surah Luqmân [31]:15 yang artinya :
“ Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Surah lain, Shad [38] : 24 yang artinya :
Daud berkata : “Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.

Sumber :  H. Muchtar Adam >>> FACEbook.com/Muchtar.Adam

Please follow and like us: