Posted on

Keutamaan Silaturrahim Untuk Membangun Jaringan Persaudaraan

”Siapa yang ingin rezekinya diperluas & umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahim.” (HR. Bukhari).

 

Di atas adalah hadits Rasulullah SAW, manusia biasa ciptaan Allah yg bebas dr dosa & dijamin masuk syurga, diutus untuk sempurnakan akhlak manusia, suri tauladan terbaik sepanjang masa. Bagi yg muslim, sikap terbaik dr hadits tsb adlh menerima dgn lapang dada & penuh dgn suka cita, karena Rasulullah SAW memiliki sifat SIDDIQ (Benar), maka apa yg Rasulullah katakan pastilah itu selalu benar & bisa direalisasikan.

Inilah rahasia dahsyat dalam membangun jaringan dari Rasulullah Sang Maestro segala bidang.

No automatic alt text available.

SILATURRAHIM: Hubungan kasih sayang yang mengayakan, melimpahkan rezeki & kesehatan. Bagi kita yg ingin rezekinya dimudahkan, dilancarkan, maka bangunlah SILATURRAHIM dengan orang lain termasuk klien atau calon customer kita.

Ada 4 ciri Powerful Networking yang mengambil ruh dari Silaturrahim ini:

1. Spiritual.
Niatkan membangun networking sebagai ibadah agar dapat memberi jaminan akan hasil yang berkah.

2. Dari hati ke hati.
Bangun relasi degan tulus, libatkan emosional & hati, karena hati hanya bisa disentuh dengan hati.

3. Fokus Memberi Manfaat.
Silaturrahim bukan ttg “saya maunya apa”, bukan sekedar koleksi banyak kontak & kartu nama, tiba-tiba menghubungi kalau butuh saja. Tapi ini ttg “Apa maunya mereka”. Datangi mereka, tawarkan bantuan, beri yg mereka butuhkan, jika kita tdk punya, hubungkan dgn jaringan kita yagn lain yagn dpt penuhi kebutuhan mereka. Yakinlah suatu saat mereka akan lakukan hal yang sama utk kita.

4. Jaga Kualitas.
TRUST adalah kunci networking, jaga TRUST mereka dengan menjaga kualitas produk & layanan kita, juga menjaga kualitas hubungan kita.

“Barangsiapa yang meringankan beban seorang muslim yang kesulitan maka Allah akan ringankan bebannya di dunia & akhirat”. (H.R. Muslim).

Demikian sharingnya, semoga manfaat yaa

Mau training bisnis online, web dan SEO?

Yuk kita belajar bareng

Sumber :Ahmad Rifai pemilik Annahl-Webmedia.com dari FaceBook.com/rhifay

Please follow and like us:
Posted on

Bekerja Keras Bekerja Cerdas Bekerja Ikhlas

Motivasi Kerja Sejati

Untuk mengetahui motivasi kerja dalam Islam, kita perlu memahami terlebih dahulu fungsi dan kedudukan bekerja. Mencari nafkah dalam Islam adalah sebuah kewajiban. Islam adalah agama fitrah, yang sesuai dengan kebutuhan manusia, diantaranya kebutuhan fisik. Dan, salah satu cara memenuhi kebutuhan fisik itu ialah dengan bekerja.
Motivasi kerja dalam Islam itu adalah untuk mencari nafkah yang merupakan bagian dari ibadah. Motivasi kerja dalam Islam bukanlah untuk mengejar hidup hedonis, bukan juga untuk status, apa lagi untuk mengejar kekayaan dengan segala cara. Tapi untuk beribadah. Bekerja untuk mencari nafkah adalah hal yang istimewa dalam pandangan Islam.

Motivasi Kerja Dalam Islam
Cobalah simak beberapa kutipan hadist dibawah ini. Anda bisa melihat bagaimana istimewanya bekerja mencari nafkah menurut sabda Nabi saw. Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad) Luar biasa, dikatakan dalam hadits diatas bahwa mencari nafkah adalah seperti mujahid, artinya nilainya sangat besar.

Allah suka kepada hambanya yang mau berusah payah mencari nafkah.

Saya kira, ini lebih dari cukup sebagai motivasi kerja kita sebagai muslim. Bahkan, kita pun berpeluang mendapatkan ampunan dari Allah. Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad) Hukumnya Wajib

Mencari rezeki yang halal dalam agama Islam hukumnya wajib.

Ini menandakan bagaimana penting mencari rezeki yang halal. Dengan demikian, motivasi kerja dalam Islam, bukan hanya memenuhi nafkah semata tetapi sebagai kewajiban beribadah kepada Allah setelah ibadah fardlu lainnya.
Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
Perlu diperhatikan dalam hadist di atas, ada kata sesudah. Artinya hukumnya wajib sesudah ibadah lain yang fardhu. Jangan sampai karena merasa sudah bekerja, tidak perlu ibadah-ibadah lainnya. Meski kita bekerja, kita tetap wajib melakukan ibadah fardhu seperti shalat, puasa, ibadah haji, zakat, jihad, dan dakwah. Jangan sampai kita terlena dengan bekerja tetapi lupa dengan kewajiban lainnya. Jika Motivasi Kerja Sebagai Ibadah
Jika motivasi kerja kita sebagai ibadah, tentu yang namanya ibadah ada aturannya. Memang berbeda dengan ibadah ritual atau ibadah mahdhah, sebab bekerja sebagai ibadah ghair mahdhah. Artinya, dalam kaidah ushul Fiqh, kita memiliki kebebasan yang luas untuk bekerja selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Langkah pertama agar bekerja menjadi sebuah ibadah ialah harus diawali dengan niat, sebab amal akan tergantung niat. Niatkanlah bahwa bekerja sebagai salah satu ibadah kepada Allah.

Langkah kedua ialah pastikan dalam bekerja tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Untuk itu kita perlu memperhatikan: Apa yang dikerjakan? Untuk apa kita bekerja? Apakah kita bekerja untuk sesuatu yang dihalalkan oleh agama? Pastikan kita bekerja untuk sesuatu yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. Cara melakukan pekerjaan kita. Apakah cara-cara Anda bekerja sesuai dengan ajaran Islam? Bagaimana dengan pakaian, batasan antara laki-laki dan perempuan, dan sebagainya.

Etos Kerja Seorang Muslim

Jika tujuan bekerja begitu agung. Untuk mendapatkan ridha Allah Subhaanahu wa ta’ala, maka etos kerja seorang Muslim haruslah tinggi. Sebab motivasi kerja seorang Muslim bukan hanya harta dan jabatan, tetapi pahala dari Allah. Tidak sepantasnya seorang Muslim memiliki etos kerja yang lemah. Coba perhatikan diatas, ada kata-kata “susah payah” dan “kelelahan” yang menandakan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, dan jauh dari sifat malas.
Jadi, tidak ada kata malas atau tidak serius bagi seorang Muslim dalam bekerja. Motivasi kerja dalam Islam bukan semata mencari uang semata, tetapi serupa dengan seorang mujahid, diampuni dosanya oleh Allah SWT, dan tentu saja ini adalah sebuah kewajiban seorang hamba kepada Allah SWT.

Profesional dan Ahli

Dalam hadits diatas juga disebutkan kata profesional dan ahli. Jika motivasi kerja Anda sebagai ibadah, maka Anda akan melakukannya dengan sebaik mungkin. Anda akan terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dalam bekerja. Anda terus belajar dan berlatih agar semakin hari menjadi semakin ahli dalam bekerja. Kemauan Anda untuk belajar dan meningkatkan kemampuan bisa dijadikan ukuran apakah motivasi kerja Anda untuk ibadah atau bukan.

Adil Dalam Bekerja

Salah satu bentuk profesional itu adalah ‘adil, yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Jika waktunya bekerja, Anda bekerja. Jika waktunya istirahat atau shalat, Anda bisa shalat dan istirahat. Jika tidak, maka bisa termasuk melakukan hal yang dzalim, tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. ‘Adil juga berarti, Anda bekerja sesuatu tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang Anda miliki. Semoga motivasi kerja kita semua sebagai ibadah dan dibuktikan dengan melakukan pekerjaan sebaik mungkin. motivasi islam
: Nafkah kepada keluarga lebih afdhol dari sedekah tathowwu’ (sunnah)

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

“Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi, pen)” (HR. Muslim no. 995).

Imam Nawawi membuat judul untuk hadits ini, “Keutamaan nafkah bagi keluarga dan hamba sahaya, serta dosa bagi orang yang melalaikan dan menahan nafkahnya untuk mereka”. Dalam Syarh Muslim (7: 82), Imam Nawawi mengatakan, “Nafkah kepada keluarga itu lebih afdhol dari sedekah yang hukumnya sunnah”.

Kedua: Jika mencari nafkah dengan ikhlas, akan menuai pahala besar

Dari Sa’ad bin Abi Waqqosh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى فِى امْرَأَتِكَ

“Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari no. 56). Imam Al Bukhari memasukkan hadits ini pada masalah ‘setiap amalan tergantung pada niat’. Ini menunjukkan bahwa mencari nafkah bisa menuai pahala jika diniatkan dengan ikhlas untuk meraih wajah Allah. Namun jika itu hanya aktivitas harian semata, atau yakin itu hanya sekedar kewajiban suami, belum tentu berbuah pahala.

Ketiga: Memberi nafkah termasuk sedekah

Dari Al Miqdam bin Ma’dikarib, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah” (HR. Ahmad 4: 131. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Keempat: Harta yang dinafkahi semakin barokah dan akan diberi ganti

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفً

“Tidaklah para hamba berpagi hari di dalamnya melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, “Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang senang berinfak.” Yang lain mengatakan, “Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang pelit.” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010). Seseorang yang memberi nafkah untuk keluarganya termasuk berinfak sehingga termasuk dalam keutamaan hadits ini.
Sumber : Slamet Rahadi >>> FB.COM/menuju.tobat/posts/10202540477735608

Please follow and like us:
Posted on

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

Bulan Suci Ramadhan segera tiba , Bulan yang ditunggu umat Islam. Ramadhan yang secara etimologi berarti panas yang menyengat ini merupakan bulan kesembilan dalam sistem kalender Islam Hijriyah.

Ramadhan-Big-Sale

Salah satu alasan kenapa bulan puasa selalu ditunggu-tunggu adalah karena di bulan ini setiap perbuatan baik selalu dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Wajar jika banyak umat Muslim berbondong-bondong ke masjid untuk berburu pahala sebanyak-banyaknya. Ada yang membaca Al Quran, bersedekah, menjalankan sholat sunnah, dan melakukan itikaf menunggu datangnya Lailatul Qadar

1. Artinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda : Ketika datang bulan Ramadhan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka ditutup, Setan- Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya ( tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini). ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).

 

2. “Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : Aku berada di tempat ‘Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah

melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. Ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadhan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadhan: Di bulan Ramadhan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan berhentilah ( dari perbuatan jahat) . Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan.” (Riwayat Ahmad dan Nasai )

 

3. ” Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Shalat Lima waktu, Shalat Jum’at sampai Shalat Jum’at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi.” ( H.R.Muslim)

 

4. “Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur’an itu memintakan syafa’at seseorang hamba di hari

Kiamat nanti. puasa berkata : Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk

memintakan syafa’at baginya. Dan berkata pula AL-Qur’an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari ( karena membacaku ), maka berilah aku

hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memmintakan syafaat.” ( H.R. Ahmad, Hadits Hasan).

 

5. “Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut ” Rayyaan”.

Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? ( untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu,

maka ditutuplah pintu itu.” (HR. Bukhary Muslim).

 

6. Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhary

Muslim).

KESIMPULAN : Kesemua Hadits di atas memberi pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan beramal didalamnya, diantaranya :

1. Bulan Ramadhan adalah:

  • Bulan yang penuh Barakah.
  • Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
  • Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
  • Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
  • Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma’shiyat agar menahan diri. (dalil 1 & 2).

 

2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :

  • Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
  • Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa’t.
  • Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6).

Semoga catatan kecil ini bermanfaat bagi kita dalam menyambut Ramadhan. Ada tetesan-tetesan ilmu dan hikmah di halaman unduh gratis. Silakan KliK di sini.

Please follow and like us:
Posted on

Real Masjid harus Selalu Juara

Setiap muslim tua muda, kaya miskin, harus bersemangat untuk mendatangi dan merindukan masjid. Kita harus memakmurkan masjid. Sikap dan akhlak seperti ini menunjukkan nilai keimanan dan ketakwaan yang ada pada diri kita.

MasjidilHaram

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

(18 التوبة )  

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialahorang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

 

Peran/Fungsi Masjid di masa Rasulullah

>Tempat Pelaksanaan Peribadatan

>Tempat Pertemuan

>Tempat Bermusyawarah

>Tempat Perlindungan

>Tempat Kegiatan Sosial

>Tempat Pengobatan Orang Sakit

>Tempat Latihan/ Mengatur Siasat –Perang

>Tempat Penerangan dan Madrasah Ilmu

>Tempat Berda’wah

Bagaimana keadaan Real Masjid sekarang ?

Masjid jaman sekarang menurut pengamatan saya masih banyak yang berfungsi sebagai terutama tempat beribadah, juga tempat penerangan dan madrasah ilmu dan juga tempat dakwah yang masih harus ditingkatkan dan dikembangkan selalu.

 

 

Ayo ke Masjid
Ayo memakmurkan masjid

MASJID BUKAN SEKEDAR TEMPAT BERIBADAH, NAMUN IA JUGA PUSAT PEMBINAAN, PENDIDIKAN DAN BERBAGAI KEGIATAN KEUMATAN.

MASJID ADALAH TEMPAT UMAT ISLAM BERKUMPUL, BERKONSOLIDASI DAN MENGORGANISIR BERBAGAI KEGIATAN KEISLAMAN.

Judul Real Masjid inspirasi dari komik berjudul Real Masjid yang pernah kupinjam dari saudara. Memakmurkan masjid menjadi kewajiban kita semua menghadapi tantangan jaman. Apakah jaringan Telivisi, internet, handphone , aneka game dan tontonan. Ayo ke masjid supaya Real masjid selalu Juara :

Rasulullah SAW bersabda : Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman (HR. Tirmidzi dari Abu Sa’id Al Khudri)

  Bagaimana keadaan masjid di Linkungan Anda semoga sudah lebih baik?

Please follow and like us:
Posted on

Sukses Sebagai Pengusaha Muslim

PENGEN JADI PENGUSAHA SUKSES…?
“apakah sedekah juga bisa memudahkan kita mewujudkan cita-cita saya? Saya masih duduk di semester awal. Saya ingin kelak setelah lulus, saya menjadi pengusaha yang sukses. Apakah salah jika saya bersedekah dengan niatan agar cita-cita menjadi pengusaha dapat terwujud. Mohon penjelasannya.”


Kebanyakan dari kita kalau mempunyai keinginan. Entah itu ingin usaha atau ingin punya rumah atau keinginan lainnya yang menjadi cita-cita. Biasanya kita hanya mengandalkan diri sendiri dan melakukannya sendiri.
Saya menyarankan, sebaiknya bila kita mempunyai keinginan atau cita-cita cobalah untuk bermitra dengan Allah SWT Yang Maha Menciptakan segala sesuatu, Yang Maha Mengabulkan semua doa, Insya Allah cita-cita kita akan lebih cepat tercapai.
Saya mencontohkan, seperti kisah seorang pengusaha dari Tasik. Pada awalnya, pengusaha ini menganggap bahwa yang penting dalam berusaha itu adalah membayar gaji karyawan dan kerjakan dengan sebaik-baiknya dan selesai. Namun dengan berjalannya waktu, si pengusaha ini mengalami banyak sekali hambatan dan cobaan
Diantara hambatan dan cobaan itu adalah dia pernah ditinggal seluruh karyawannya padahal pekerjaannya belum selesai. AKhirnya pengusaha ini berinteropeksi diri, kira-kira apa yang salah dalam usahanya
Kemudian dia terpikir untuk melakukan sedekah sedikit demi sedikit. Pada awalnya dia sedekah ke panti asuhan dan anak yatim dari sebagian hartanya. Ternyata tidak seberapa lama omset penjualannya meningkat secara tajam. Sungguh si pengusaha ini merasa betapa Allah memudahkan jalan bagi hambanya yang sedekah dan meminta bantuan kepada Nya. Sejak saat itu si pengusaha semakin rajin sedekah
Akhirnya pengusaha ini bisa mendirikan sebuah pondok pesantren yang mempunyai santri sebanyak 500 orang. Semua biaya ditanggung oleh si pengusaha. Dia ingin, bila pondok pesantren itu bisa mandiri dan tidak meminta-minta di jalan – jalan. Akhirnya memang sampai sekarang pondok pesantren tersebut bisa mandiri
Di dalam sedekah, adakalanya memang tidak langsung dikabulkan keinginannya. Kadang seseorang sudah sedekah pertama kali, sudah sholat Tahajud, sudah sholat Dhuha, namun belum juga terkabul. Kemudian dia tetap sabar dan melakukan sedekah lagi, sampai yang kedua kali, ketiga kali dan keempat kali sambil tetap rajin shalat Dhuha
Akhirnya, setelah sedekah yang keempat, tiba-tiba saja si orang tersebut mendapatkan rejeki yang berlipat-lipat. Seolah-olah menjawab sedekahnya yang pertama, kedua, ketiga dan keempat. Demikianlah Allah sebenarnya Maha Mendengar doa hamba Nya. Namun biasanya dikabulkan pada saat yang benar-benar tepat.
Jika anda sudah melakukan sedekah dengan ihklas dan belum memperoleh apa yang anda inginkan, bersabarlah dan teruslah melakukan sedekah dan beribadah kepada Nya. Saya yakin suatu saat Allah akan mewujudkannya
Wujudkanlah setiap cita-cita anda dengan sedekah. Karena dengan sedekah, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini bagi Allah.
Insya Allah menjadi ladang amal, sempatkan untuk berinfaq / bersedekah..
SUBHANALLAH
“Semoga ALLAH bimbing kita agar senantiasa menjadi hamba-Nya yang tidak meremehkan waktu shalat, dan waktu2 yang sudah ALLAH berikan untuk kita, terhindar dari maksiat dan perzinaan, dekat dengan ibadah kepada ALLAH SWT. aamiin”
Sampaikan dakwah ini kepada sahabat, dan teman-teman facebook anda. Semoga pahala ini terus tersebar hingga membukakan pintu hati setiap orang yang membacanya
Aamiinkan doa ini saudaraku.
Allahumma ya ALLAH tanamkan di hati kami perasaan selalu rindu kepada-Mu, ingatkanlah selalu kami tentang dahsyatnya hari akhirat-Mu agar hamba tidak tertipu dengan kesenangan dunia sesaat ini, ya ALLAH, ya Tuhan kami, Penguasa hati kami, tetapkanlah hati kami dalam taqwa dan istiqomah agar tetap dijalan-Mu sampai akhir hayat nanti… Aamiin ya Rabbal’alamin
semoga segala apa yang sudah menjadi doa dan hajat kita segera dikabulkan Allah, dan segera dapat panggilan Allah untuk berkunjung dan menunaikan ibadah haji ke mekkah. Aamiin
Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.
Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.
Aamiin ya Rabbal’alamin
SUBHANALLAH
Semoga Orang Yang Berkomentar “Aamiin” termasuk orang-orang yang sholeh dan sholehah,
Dan Semoga yang saat ini lagi sakit, disembuhkan Allah penyakitnya, yang lagi kepengen punya anak, semoga Allah beri anak soleh dan soleha, dan yang lagi kepengen dapat jodoh, semoga Allah beri jodohnya terbaik sesuai apa yang dikehendaki. Dan untuk kita semua, semoga kita wafat dalam keadaan khusnul khotimah dan bisa memasuki surga-Nya dari pintu mana saja yang kita kehendaki. Aamiin ya Rabbal’alamiin

Sumber : Status FB mohammadridho.ridho.5

Please follow and like us:
Posted on

Karakter Pengusaha Muslim

Para pelaku bisnis seperti ini saya sebut characterpreneur.Para characterpreneur inilah pebisnis sejati. Dia bukan penjilat , dia bukan oprtunis . dia bukan pengemis tender dan proyek. Kehidupan pribadi dan perusahaannya seolah menyatu menjadi satu, karakter pribadinya terbawa dalam karakter perusahaannya.

Banyak orang berpikiran bahwa bisnis itu yang penting untung. Benarkah pendapat ini ? Menurut saya tidak. Orang yang berbisnis hanya mengejar keuntungan dan mengabaikan yang lain , biasanya bisnisnya tidak bertahan lama.
Masih banyak ditemukan pebisnis yang berpikiran bahwa mencari yang haram saja susah apalagi yang halal. Karena pemahaman inilah, banyak orang yang berbisnis dengan jalan menggunakan jalan pintas. Sehingga suap, mark up dan korupsi seolah tidak bisa dilepaskan dari dunia bisnis.
Ketika saya menaseti seseorang yang melakukan hal itu , dia menjawab enteng,”Jangan bawa-bawa materi training dan agama dalam bisnis , itu dunia yang berbeda.”
Saat saya menceritakan kepada teman , bahwa saya menolak proyek training senilai Rp 5 milyar karena harus membayar komisi sekian persen. Dia malah mengolok-ngolok saya, “Jamil kamu itu trainer nasional tapi bodoh, duit di depan mata tidak kamu ambil. Kamu itu sombong.”
Maka dengan bercanda saya jawab, “Kayaknya yang bodoh kamu deh, rejeki yang halal begitu banyak tapi kamu tidak tahu. Saya ragu, kamu itu pebisnis atau pengemis proyek.”
Saya sudah baca banyak literatur tentang bisnis. Ternyata , perusahaan-perusahaan yang bertahan ratusan tahun itu tidak hanya sekedar mencari untung. Tetapi , ada nilai-nilai yang dipegang teguh oleh pendiri, pemilik dan para pemimpin perusahaan itu. Para pelaku bisnis seperti ini saya sebut characterpreneur.
Agar dunia bisnis, fair , sehat dan tumbuh dengan cepat serta perusahaannya bertahan lama, seharusnya semua orang yang terjun ke dunia bisnis memiliki characterpreneur yang kuat. Para characterpreneur inilah pebisnis sejati. Dia bukan penjilat , dia bukan oprtunis . dia bukan pengemis tender dan proyek. Kehidupan pribadi dan perusahaannya seolah menyatu menjadi satu, karakter pribadinya terbawa dalam karakter perusahaannya.
Characterpreneur yang beriman juga menyadari bahwa bisnis bukan hanya urusan dunia. Bisnis yang dijalaninya harus menyelamatkan kehidupan setelah dunia (akhirat). Characterpreneur akan selalu bertanya dalam hatinya, “Apakah bisnis yang sya jalani mendapat ridho dan cinta-Nya?”
Saya sudah bertemu dengan orang-orang yang termasuk characterpreneur ini. Bisnisnya terus melaju, kehidupan rumah tangganya semakin mesra , dan secara spiriual mereka terus berlari mendekat kepada Sang Pemilik Rezeki. Saya berharap semakin banyak bermunculan characterpreneur di Indonesia dan Anda termasuk di dalamnya. Salam Sukses Mulia!
Sumber : Motivasi oleh Jamil Azzaini Inspirator Sukses Mulia dan Penasehat Yatim Mandiri ( Majalah Yatim Mandiri Edisi Mei 2012 )

Please follow and like us:
Posted on

Ganjaran LELAH SEHARIAN BEKERJA

Di dalam sebuah hadits disebutkan, yang artinya :

“Barangsiapa di sore hari merasa kecapaian, karena seharian bekerja mencapai kecukupan keluarga (dengan yg halal), maka pada sore hari itu pula dia mendapatkan curahan ampunan dosa (dari Allah Subhanahu wa Ta’a’a).” (HR Thabrani dari Ibnu Abbas).

Semoga Allah meridhai kerja kita yg halal, dan mengampuni dosa2 kita seiring kekelahan kita seharian bkerja. Tetap utamakan ibadah (terutama shalat fardhu berjama’ah) di tengah kesibukan apapun.
Amin

Semoga Allah meridhai kerja kita yg halal, dan mengampuni dosa2 kita seiring kekelahan kita seharian bkerja. Tetap utamakan ibadah (terutama shalat fardhu berjama’ah) di tengah kesibukan apapun.
Aamin.

Sumber : Catatan Ustadz Ali Farkhan Tsani

Please follow and like us: