Posted on

Pengusaha Muslim Bangun Lebih Pagi

Assalamu ‘alaikum

Saat pagi saat untuk berbagi semangat .Kita sebagai muslim tentu memulai aktivitas sejak pagi sejak matahari belum terbit , sejak subuh.

cintasubuh

Kita bisa mencari informasi kalau pengusaha non muslim yang sukses saja semangat bangun pagi.

Bahkan seperti dilansir dari Entrepreneur.com, Rabu (17/7/2013), Presiden Starbucks Michelle Gaas selama 15 tahun menjalani hidup teratur guna meningkatkan produktivitas pribadi sekaligus bisnis yang dikembangkannya.Dia diketahui selalu mengatur alarm agar bangun jam 04:30 untuk berolahraga dan menyegarkan pikiran. Pada pukul 6:00 pagi, dia bekerja untuk bisnisnya selama satu jam sebelum keluarganya bangun.
Ahli manajemen waktu Laura Vanderkam menyoroti beberapa alasan yang bisa membuat pagi hari menjadi waktu special bagi para pengusaha. Menurut penulis buku Most Succesful People Do Before Breakfast ini, berikut tiga alasan yang membuat para pengusaha sukses bangun pagi-pagi:
1. Bangun pagi memberi peluang untuk melakukan banyak hal penting
2. Bangun pagi memberi dorongan yang lebih kuat untuk beraktivitas
3. Bangun pagi bisa menjaga ‘mood’ kerja Anda seharian
 
Sumber : hxxp://bisnis.liputan6.com/read/641076/3-alasan-pengusaha-sukses-bangun-lebih-pagi#sthash.3oeSLFHw.dpuf

 
Semoga kita sebagai muslim tetap semangat untuk berusaha, berdoa dan bertawakal untuk sukses dunia akhirat.
Wassalamu’alaikum
Please follow and like us:
Posted on

Tetap Tenang Menghadapi Kesulitan Hidup

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Bila sahabatku tiba-tiba dalam kesulitan, maka berusahalah untuk:
1. Tetap tenang, jangan sekali-kali panik apalagi marah-marah, ingat kesulitan tidak selesai dengan penyesalan dan caci maki,
2. Tingkatkan ketakwaan,

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah tunjukkan jalan keluar baginya dan Allah beri rezeki dari jalan yg tidak terduga.” (QS Ath Thalaq: 2-3)
3. Baik sangka pada keputusanNya, semua pasti ada hikmahnya, karena semua diputuskan dengan rahmat, ilmu dan kebijakanNya. “Aku bagaimana prasangka hambaKu” (Hadis Qudsi),
4. Optimis, Insya Allah badai pasti berlalu. Insya Allah di balik kesulitan pasti ada kemudahan,
5. Perhebat istiqfar dan sholawat, di antara dua jalan pembuka dan penolak bala (QS Al Anfal: 33),

qolhaulah
6. Diskusikan dengan guru atau hamba Allah yg sholeh,
7. Mohon doa orang tua, guru dan sahabat sholeh,
8. Sedekah sebagai pembuka jalan,
9. Doa sepenuh hati, kekuatan doa merubah takdirNya atas izinNya pula sebagai penghormatan kepada hambaNya yang berdoa kepadaNya,
10.Tawakkal sepenuh hati,

“Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah menjadi penolongnya” (QS Ath Thalaq 4).
Sungguh, sahabatku. Kalau hati ini rindu denganNya dan surgaNya, maka tidak ada lagi masalah yg besar. Sungguh abang bahagia rehat malam ini setelah menyapa kalian dg hikmah ini, dan tentu tetap jangan lupa sebelum tidur berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam untuk sholat malam. Allahumma ya Allah tiada yg membuat urusan menjadi mudah kecuali hanya Engkau, mudahkanlah urusan kami…wahai Penguasa atas segala keadaan….aamiin.

Wasalamu’alaikum

Sumber Nasehat : K.H. Muhammad Arifin Ilham di FB

Please follow and like us:
Posted on

Sikap Muslim Menghadapi Musibah

Pengertian Musibah

Musibah adalah perkara yang tidak disukai yang menimpa manusia.
Imam Al-Qurthubi menyebutkan, “Musibah adalah segala apa yang mengganggu seorang mukmin dan yang menimpanya.”

Jenis Musibah

Musibah beragam jenis bentuknya. Ada yang menimpa jiwa seseorang, ada yang menimpa tubuhnya, ada yang menimpa hartanya, ada yang menimpa keluarganya, dan ada yang menimpa yang lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ

Artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2] : 155).

Imam Ath-Thabari menjelaskan, “Ini adalah pemberitaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para pengikut Rasul-Nya, bahwa Ia akan menguji mereka dengan perkara-perkara yang berat, supaya nyata diketahui orang yang mengikuti Rasul dan orang yang berpaling.”

Pentingnya Istirja’ Menghadapi Musibah

Istirja’ adalah ucapan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهَ رَاجِعُوْنَ

Artinya : “Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ. الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

Artinya : “Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah [2] : 155-157).
Hikmah di Balik Musibah yang Menimpa

Sebagian orang menyangka bahwa bila dirinya tertimpa penyakit, rumahnya kebakaran, hartanya kecurian, atau semisalnya adalah karena dirinya sedang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Padahal tidak seperti itu kenyataannya. Justru terkadang kita diuji dengan berbagai musibah dan bencana karena Allah sedang menyiapkan kita ke tempat yang mulia disisi-Nya. Atau justru Allah bermaksud menerima kembali kita sebagai hamba-Nya, jika dengan musibah itu kita beristighfar, bertaubat, dan mengakui segala kesalahan kita, dan mengakui segala kemahabesaran Allah.

Sebaliknya, terkadang seorang diuji dengan kesenangan, seperti harta yang banyak, istri, anak-anak, dan lainnya. Namun bukan karena kemuliaannya, jika tidak menjadikannya untuk tha’at kepada Allah.

Kita mesti yakin kepada ketentuan dan kekuasaan Allah, bahwa apa yang ditakdirkan Allah Subhanahu wa Ta’ala niscaya akan menimpanya, tidak meleset sedikit pun. Sedangkan apa yang tidak ditakdirkan oleh-Nya pasti tidak akan menimpanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرٌ. لِكَيْ لاَ تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلاَ تَفْرَحُوا بِمَا ءَاتَاكُمْ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ

Artinya : “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Hadid: 22-23)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

Artinya : “Senantiasa bala` (cobaan) menimpa seorang mukmin dan mukminah pada tubuhnya, harta dan anaknya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak memiliki dosa.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

Adapun hikmah bagi yang lainnya, adalah menumbuhkan jiwa sosial, kasih sayang, dan solidaritas untuk membantu mereka yang terkena musibah/bencana. Bahwa sesungguhnya manusia asalnya satu dan bersaudara. Karena itu, jauhi persengketaan, pertiakain dan perceraiberaian.

Satukan langkah, motivasi, dan tujuan, menghamba kepada Allah secara terpimpin dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Bantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dan bencana dengan dukungan doa, moral, material, dan apa yang kita bisa.

Wahai para hamba Allah, jangan sedih, duka, atau nestapa, berkepanjangan tiada tara, yakinkan diri, mantapkan hati, semua atas kehendak Ilahi Robbi. Betapa dha’ifnya diri ini, dan betapa mahakuasanya Ilahi Robbi.
Tetap semangat, tumbuhkan kekuatan untuk bertaubat, tinggalkan segala maksiat. Semoga semua membawa hikmat dan manfaat.

Sumber : Status Ustadz Ali Farkhan Tsani

Please follow and like us:
Posted on

Bulan Rabiul-Awal Bulan Cinta Umat Islam

 

Ayo kita mengenang lagi Sejarah Nabi Muhammad SAW (Siroh Nabawiyyah) dalam bentuk Slide Show/Power Point.

Silakan download Gratis!!!

Malam ini 12 Rabiul Awal 1415 H. yang diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam catatan sejarah betapa Nabi Muhammad sangat mencintai umatnya. Tak ada pemimpin yang melebihi cinta Beliau kepada umatnya. Semoga kita bisa lebih mencintai Nabi Muhammad dan sekaligus bisa mencontoh suri teladan Beliau. Aamiin.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah

image-94.jpg

Mari menakar CINTA kita…

Hari ini..Mengenangmu..
Pribadi yang dipnuhi kemulyaan..
Tegas yang berbalut kelembutan…
Lurus yang berselendangkan bijaksana…
Ya Musthafa..
Hari ini 1424 tahun silam…
Saat sakaratul maut mengunjunginya…
Kehidupan sang Nabi SAW…
Engkau berucap lirih :

“Aku ingin mengunjungi syuhada perang Uhud.”
Beliaupun berangkat dan berdiri di atas kubur mereka, serta berkata,
“Assalamu’alaikum wahai syuhada Uhud,
kalian adalah orang-orang yang mendahului, kami,
insya Allah, kami semua akan menyusul kalian dan aku pun insya Allah ..
akan segera menyusul kalian.”

Pulang darinya Rasulullah saw menangis,para Sahabatpun bertanya,
“Apa yang membuatmu menangis ya Rasulullah?”
Beliau SAW menjawab, “Aku rindu kepada saudara-saudaraku.”
Mereka Radhiallahuanhum berkata, “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu ya Rasulullah?”
Beliau menjawab,
“Bukan, …kalian adalah sahabat-sahabatku. …
Adapun saudara-saudaraku, maka mereka adalah kaum yang datang sesudahku,
mereka beriman dan mencintaiku meski mereka tidak pernah melihatku..”

sahabat mulia..
seberapakah kita mencintainya SAW…
merindukannya..
bershalawat atas-nya SAW
dan beritba’ (mengikuti) sunah2nya..
seberapa kita mengenalnya..?!
sehingga akan mjd bagian saudara yang dirindukan oleh beliau SAW
dalam hadis di atas..!

mari..
tanyakan scr jujur pada diri ini..
tahukah kita siapa putra putrinya..?!
para pendamping hidupnya..?!
yg memenuhi rumah dan kehidupannya SAW dng hikmah dan cinta
jk belum..
lantas…
Kehidupan siapakah yg selama ini kita puja..
kita jadikan uswah…kita ikuti…
maka..,
cukuplah kalimat Rabbul Izzati ini mjd..
pengingat kita di 12 Rabiul ‘awal malam ini..!
akan sebrapa takaran CINTA kita kepada beliau SAW..??

” .. Adapun orang yang beriman kepadanya (Rasul),
memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya
yang terang yang diturunkan kepadanya ( al-Qur’an),
mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Surah al-A’raf, ayat 157

Rindu kami padamu ya Rasulallah…malam ini…!!

(Ustadz Muahammad Hatta)

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(Q.S. Al-Ahzab: 56)

Please follow and like us:
Posted on

Kembalikanlah Kepada Allah dan Rasul-Nya

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.( Q.S. An Nisa’ : 59 )

 

Di Indonesia masih sering terjadi perbedaan dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. Ayat di atas perlu direnungkan jelas ada kata-kata ‘Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya)’

Ayat-ayat Al Qur’an sering kali jelas kata-katanya bagi orang yang masih belajar sekalipun,Mari kita kembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnahnya. Dengan hubungan penentuan awal dan akhir Ramadhan ada Hadits yang perlu direnungkan.

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Syaban menjadi tiga puluh hari.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122))

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Syaban menjadi tiga puluh hari.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122))

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, dia berkata : Saya pernah mendengar Rasullah Saw bersabda : “Apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Ramadhan), maka berpuasalah dan apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Syawal), maka hentikan puasa, dan apabila di langit diselimuti awan (sehingga hilal tidak terlihat), maka genapkan Ramadhan (30 hari)”.
[Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1900]
Semoga Ayat alQur’an dan Hadits bisa menjadi renungan kita menyambut Ramadhan.Hormati saja perbedaan pendapat tersebut. Silakan download Ebook ,software muslim yang lainnya di sini!

Please follow and like us:
Posted on

HAKIKAT JIHAD

HAKIKAT JIHAD

Oleh
Ustadz Abu Qotadah

Jihad merupakan puncak kekuatan dan kemuliaan Islam. Orang yang berjihad akan menempati kedudukan yang tinggi di surga, sebagaimana juga memiliki kedudukan yang tinggi di dunia.

Secara umum, hakikat jihad mempunyai makna yang sangat luas. Yaitu berjihad melawan hawa nafsu, berjihad melawan setan, dan berjihad melawan orang-orang fasik dari kalangan ahli bid’ah dan maksiat. Sedangkan menurut syara’, jihad adalah mencurahkan seluruh kemampuan untuk memerangi orang kafir. Lihat Fathul Bari (6/77).

Sehingga dapat disimpulkan, jihad itu meliputi empat bagian.

Pertama : Jihad melawan hawa nafsu.

Kedua : Jihad melawan setan.

Ketiga : Berjihad melawan orang-orang fasik, pelaku kezhaliman, pelaku bid’ah dan pelaku kemungkaran.

Keempat : Jihad melawan orang-orang munafik dan kafir.

kaligrafi

 

Jihad melawan hawa nafsu, meliputi empat masalah. Pertama : Berjihad melawan hawa nafsu dalam mencari dan mempelajari kebenaran dan agama yang haq. Kedua : Berjihad melawan hawa nafsu dalam mengamalkan ilmu yang telah didapatkan. Ketiga : Berjihad melawan hawa nafsu dalam mendakwahkan ilmu dan agama yang haq. Keempat : Berjihad melawan hawa nafsu dengan bersabar dalam mencari ilmu, beramal dan dalam berdakwah.

Adapun berjihad melawan setan bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama : Berjihad melawan setan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan setan yang berupa syhubhat dan keraguan yang bisa mencederai keimanan. Kedua : Berjihad melawan setan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan setan dan keinginan-keinginan hawa nafsu yang merusak.

Sedangkan jihad melawan orang-orang fasik, pelaku kezhaliman, pelaku bid’ah dan pelaku kemungkaran, meliputi tiga tahapan. Yaitu dengan tangan apabila mampu. Jika tidak mampu, maka dengan lisan. Dan jika tidak mampu juga, maka dengan hati, yang setiap kaum Muslimin wajib melakukannya. Yaitu dengan cara membenci mereka, tidak mencintai mereka, tidak duduk bersama mereka, tidak memberikan bantuan terhadap mereka, dan tidak memuji mereka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَمَنْ أَحَبَّ عَبْدًا لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ

“Tiga perkara; barangsiapa yang pada dirinya terdapat tiga perkara ini, maka dia akan mendapatkan kelezatan iman; Allah dan RasulNya Iebih dicintai daripada yang lain-Iainnya, ia mencintai seseorang hanya karena Allah dan dia benci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagairnana ia benci dilemparkan ke dalam neraka”. [HR Bukhari dan Muslim].

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدْ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ

“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah, maka dia berarti telah sempurna imannya”. [HR Abu Dawud]

فَمَنْ أَحْدَثَ فِيهَا حَدَثًا أَوْ آوَى مُحْدِثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Barangsiapa membuat perkara yang baru atau mendukung pelaku bid’ah, maka dia terkena Iaknat Allah, malaikat dan seluruh manusia”. [HR Bukhari dan Muslim]

Berjihad melawan orang fasiq dengan lisan merupakan hak orang-orang yang memiliki ilmu dan kalangan para ulama. Yaitu dengan cara menegakan hujjah dan membantah hujjah mereka, serta menjelaskan kesesatan mereka, baik dengan tulisan ataupun dengan lisan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: “Yang membantah ahli bid’ah adalah mujahid”. Lihat Al Fatawa (4/13)

Syaikhul Islam juga mengatakan: “Apabila seorang mubtadi’ menyeru kepada aqidah yang menyelisihi Al Qur`an dan Sunnah, atau menempuh manhaj yang bertentangan dengan Al Qur`an dan Sunnah, dan dikhawatirkan akan menyesatkan manusia, maka wajib untuk menjelaskan kesesatannya, sehingga orang-orang terjaga dari kesesatannya dan mereka mengetahui keadaannya”. Lihat Al Fatawa (28/221).

Oleh karena itu, membantah ahli bid’ah dengan hujjah dan argumentasi, menjelaskan yang haq, serta menjelaskan bahaya aqidah ahli bid’ah, merupakan sesuatu yang wajib, untuk membersihkan ajaran Allah, agamaNya, manhajNya, syari’atNya. Dan berdasarkan kesepakatan kaum Muslimin, menolak kejahatan dan kedustaan ahli bid’ah merupakan fardu kifayah. Karena seandainya Allah tidak membangkitkan orang yang membantah mereka, tentulah agama itu akan rusak. Ketahuilah, kerusakan yang timbulkan dari perbuatan mereka, lebih berbahaya daripada berkuasanya orang kafir. Karena kerusakan orang kafir dapat diketahui oleh setiap orang, sedangkan kerusakan pelaku bid’ah hanya diketahui oleh orang-arang alim.

Adapun berjihad melawan orang fasik dengan tangan, maka ini menjadi hak bagi orang-arong yang memiliki kekuasaan atau Amirul Mukminin, yaitu dengan cara menegakan hudud (hukuman) terhadap setiap orang yang melanggar hukum-hukum Allah dan RasulNya. Sebagaimana pernah dilakukan Abu Bakr dengan memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat, ‘Ali bin Abi Thalib memerangi orang-orang Khawarij dan orang-orang Syi’ah Rafidhah.

Bagaimana dengan berjihad melawan orang-orang munafik dan kafir? Al Imam Ibnu Qayyim menyatakan, jihad memerangi orang kafir adalah fardu ‘ain; dia berjihad dengan hatinya, atau lisannya, atau dengan hartanya, atau dengan tangannya; maka setiap muslim berjihad dengan salah satu di antara jenis jihad ini. Lihat Zadul Ma’ad (3/64).

Akan tetapi, berjihad memerangi orang kafir dengan tangan hukumnya fardu kifayah, dan tidak menjadi fardu ‘ain, kecuali jika terpenuhi salah satu dari empat syarat berikut ini.

Pertama : Apabila dia berada di medan pertempuran.

Kedua : Apabila negerinya diserang musuh.
Syaikhul Islam lbnu Taimiyyah mengatakan: “Apabila musuh telah masuk menyerang sebuah negara Islam, maka tidak diragukan lagi, wajib bagi kaum Muslimin untuk mempertahankan negaranya dan setiap negara yang terdekat, kemudian yang dekat, karena negara-negara Islam adalah seperti satu negara”. (Al lkhtiyarat, 311). Jihad ini dinamakan jihad difa’.

Ketiga : Apabila diperintah oleh Imam (Amirul Mukminin) untuk berperang.
Keempat. Apabila dibutuhkan, maka jihad menjadi wajib. [Lihat Al Mughni, Al Majmu’, Zaadul Mustaqni’]

Adapun disyariatkan jihad melawan orang kafir (dengan tangan), melalui tiga tahapan :

Pertama : Diizinkan bagi kaum muslimin untuk berperang dengan tanpa diwajibkan. Allah berfirman:

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnaya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu”. [Al Hajj : 39].

Kedua : Perintah untuk memerangi setiap orang kafir yang memerangi kaum Muslimin. Allah berfirman :

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُوا إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” [Al Baqarah : 190].

Ketiga. Perintah untuk memerangi seluruh kaum musyrikin sehingga agama Allah tegak di muka bumi.

وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“… dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya; dan ketahuilah bahwasannya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa”. [At Taubah : 36]

Tahapan yang ketiga ini tidak dimansukh, sehingga menjadi ketetapan wajibnya jihad sampai hari kiamat. Syaikh lbnu Baz rahimahullah berkata: “Marhalah (tahapan) yang ketiga ini tidak dimansukh, tetap wajib sesuai dengan kondisi kaum Muslimin”. [Fadlu Al Jihad Wal Mujahidin, 2:440].

Demikian secera singkat hakikat jihad beserta tahapan-tahapan perintah tersebut. Semua ini harus dipahami oleh kaum Muslimin, sehingga dalam menetapkan jihad, sesuai dengan keadaan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun IX/1426H/2005 Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183

Please follow and like us:
Posted on

Senyum Tulus Senyum Sehat dan Bahagia

“Senyum anda, Senyum kami “.

Itu slogan yang biasa didengungkan para praktisi kesehatan gigi. Ini yang setiap hari dilakukan oleh mereka. Berusaha untuk menganalisis masalah utama kesehatan gigi dan mulut, melakukan
tindakan perawatan gigi dan mulut, mengevaluasi hasilnya, melakukan penelitian
dan terobosan terhadap kemungkinan perawatan yang lebih canggih serta terus
mengupdate perkembangan teknologi semata-mata hanya dengan satu tujuan
yaitu bagaimana membuat semua orang bisa “tersenyum” tentu saja senyum yang
sehat dan indah. Senyum mungkin bagi anda adalah hal yang sederhana dan
mudah, cukup menarik sudut bibir ke arah samping dan menampakkan gigi
mudah kan? Namun tidak sesederhana itu, kadang tersenyum saat-saat tertentu
sangatlah sulit. Terlebih jika anda tidak “mood” untuk senyum.
Senyum dihubungkan dengan karakter seseorang, karena tidak sedikit ditemukan
sifat individu yang “murah senyum”. Senyum banyak dikaitkan dengan perasaan
hati, kondisi jiwa, dan mood. Senyum dapat mempengaruhi kesehatan, tingkat
stress, dan daya tarik anda. Senyum juga dipercaya sebagai salah satu jalan jika ingin awet muda.

Senyum diketahui mempunyai manfaat untuk kesehatan diantaranya yaitu :
1. Senyum membuat anda lebih menarik.
Kita akan selalu tertarik pada orang yang selalu tersenyum. Orang yang selalu
tersenyum punya daya tarik tersendiri. Wajah yang berkerut, cemberut, membuat
orang menjauh dari anda, tetapi sebaliknya senyum bisa membuat mereka tertarik.

2. Senyum mengubah mood anda
Ketika anda merasa jatuh atau “down” cobalah untuk tersenyum. Mungkin saja
mood anda akan berubah menjadi lebih baik.

3. Senyum dapat merangsang orang lain tersenyum
Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana
menjadi lebih cerah, mengubah mood orang lain yang ada disekitarnya, dan
membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum membawa
kebahagiaan buat orang yang ada di sekitarnya. Seringlah tersenyum maka anda
akan disukai oleh banyak orang.
4. Senyum dapat mengurangi stress
Stress secara nyata dapat muncul di wajah anda. Senyum membantu mencegah
kesan bahwa kita sebenarnya sedang ”loyo”. Jika anda sedang stress cobalah untuk
tersenyum, maka stress anda akan berkurang dan anda akan merasa lebih baik
untuk membuat langkah selanjutnya.

5. Senyum meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh anda
Senyum dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Ketika
anda tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan anda menjadi lebih
rileks.

6. Senyum menurunkan tekanan darah anda
Ketika anda tersenyum,maka tekanan darah anda akan menurun. Jika anda tak
percaya, anda boleh mencobanya sendiri, jika anda memiliki alat pengukur tekanan
darah di rumah anda.

7. Senyum mengeluarkan endorphins (pereda rasa sakit secara alami) dan serotonin
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta serotonin. Senyum memang obat yang alami.

8. Senyum dapat melenturkan kulit wajah dan membuat anda terlihat lebih muda
Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat anda terlihat lebih
muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan senyum anda sepanjang
hari, maka anda akan terlihat lebih muda, dan merasa lebih baik.

9. Senyum membuat anda tampak sukses
Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri dalam menjalani hidupnya.
Cobalah tersenyum saat anda melakukan pertemuan dan saat ada janji, yakin
rekan-rekan kerja, sahabat, orang-orang terdekat anda akan merasakan sesuatu
yang berbeda.

10. Senyum membuat anda tetap positif
Untuk menguji penyataan diatas, coba lakukan latihan berikut ini : Tersenyumlah
Anda…lalu sekarang cobalah berpikir sesuatu yang negatif tanpa berhenti
tersenyum. Sulitkan?…Mengapa?….Karena ketika anda tersenyum, maka senyum tersebut akan mengirimkan sinyal ke tubuh anda bahwa “hidup anda saat ini baik-baik saja”.
Maka jauhkan diri anda dari depresi, stress, dan rasa khawatir dengan satu kata yaitu “senyum”, tentu saja dengan memberikan senyum pada tempat dan suasana yang tepat, tidak kemudian berlebihan. Karena jika berlebihan, maka tentu orang
lain akan menganggap anda kurang waras.

Sudahkah anda tersenyum hari ini ?

Please follow and like us: