Posted on

Lagu dolanan : CUBLAK-CUBLAK SUWENG

Lagu dolanan anak-anak di Jawa, karya Sunan Giri (1442M) ini berisi syair ‘sanepo’ (simbol) yang sarat makna, tentang nilai-nilai keutamaan hidup

Cublak-cublak suweng,
artinya tempat Suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa. Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau Harta Sejati.
Suwenge teng gelenter,
Suwenge Teng Gelenter, artinya suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia.

Mambu ketundhung gudel,
Mambu (baunya)
Ketundhung (dituju)
Gudel (anak Kerbau)
Maknanya banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati.

Pak empo lera-lere,
Pak empo (bapak ompong)
Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan Harta Sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.

Sopo ngguyu ndhelikake,
Sopo ngguyu (siapa tertawa) Ndhelikake (dia yg menyembunyikan). Menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan Tempat Harta Sejati atau Kebahagian Sejati.
Dia adalah orang yang tersenyum ~ sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah.

Sir-sir pong dele kopong,
Sir (bahasa arab = hati nurani yg paling dlm yg tertutup oleh tirai / kelambu / hijab )
pong dele kopong (kedelai kosong tanpa isi).

Artinya di dalam hati nurani yang kosong. Maknanya bahwa untuk sampai kepada penemuan Tempat Harta Sejati (Cublak Suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari atribut kemelekatan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, tersenyum sumeleh,rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam Sir-nya atau hati nuraninya.

Pesan Moralnya

“Untuk mencari harta kebahagiaan sejati janganlah manusia menuruti hawa nafsunya sendiri atau serakah, tamak, rakus dan mendewakan kesuksesan duniawi tetapi semuanya kembalilah ke dalam hati nurani (sir) sehingga harta kebahagiaan itu bisa meluber melimpah menjadi berkah bagi siapa saja”

Sumber : Fb.com/Agus Suhadi Full

Please follow and like us:
Posted on

Ayo Berdoa , Doa Senjata Orang Mukmin

Saudaraku, teruslah berdoa. Mengapa? Sebab:

◆ 1. Doa merupakan bentuk ketaatan kepada Allah & pengamalan terhadap perintah-Nya.
◆ 2. Doa adalah tanda keselamatan dari sifat sombong.
◆ 3. Doa adalah ibadah.
◆ 4. Doa adalah sesuatu yang paling mulia di sisi Allah.
◆ 5. Doa dicintai dan disukai Allah.
◆ 6. Doa mendatangkan kelapangan hati.
◆ 7. Doa dapat menjauhkan diri dari murka Allah.
◆ 8. Doa tanda tawakal kepada Allah.
◆ 9. Doa merupakan sarana untuk mendapatkan jiwa yang besar dan semangat yang tinggi.
◆ 10. Doa merupakan keselamatan dari sifat lemah, dan tanda kecerdasan.
◆ 11. Hasil doa dijamin akan dikabulkan -insya Allah-.
◆ 12. Doa dapat menolak bala’ sebelum turunnya.
◆ 13. Doa dapat mengangkat bala’ setelah turunnya.
◆ 14. Doa membuka pintu untuk bermunajat kepada Allah dan kenikmatan ketika bermunajat.
◆ 15. Doa dapat mendatangkan kecintaan dan kasih sayang di tengah kaum muslimin.
◆ 16. Doa termasuk sifat hamba Allah yang bertakwa.
◆ 17. Doa merupakan sebab keteguhan dan pertolongan atas musuh.
◆ 18. Doa merupakan tujuan lari bagi orang yang dizalimi dan tempat keluh-kesah bagi orang yang lemah.
◆ 19. Doa tanda keimanan kepada Allah, pengakuan akan rububiyyah, uluhiyyah dan asma’ dan sifat-Nya.

20.      doa adalah senjata seorang mukmin

الدعاء سلاح المؤمن

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk senantiasa berdoa kepada-Nya dan semoga Dia mengabulkan doa-doa baik kita. Aamiin.

[Ahaadiits Muntasyiroh lam Tatsbut, Ahmad as-Sulamiy]

Please follow and like us:
Posted on

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya :

1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda’wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)

Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-‘aalamiin

Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.

Lelah dalam Mencari Nafkah

Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.

Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”

Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.

Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Kelelahan Mendidik Anak

Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.

Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.

Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.

Rasulullah saw bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”

Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:

“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (QS. An-Najm: 39-41).

Sumber : Fb.com/Didin Kristinawati

Please follow and like us:
Posted on

Ayo Sholat…Tuntunan Sholat dan Doa untuk Keluarga

Bagaimana Membuat Anak2 Anda Sholat dengan Kesadaran Mereka Sendiri,
Tanpa Berdebat , dan Tanpa Perlu Diingatkan.

Anak-anak anda tidak mau sholat?

Atau mereka sampai membuat anda capek saat mengingatkan untuk sholat?
Mari kita lihat bagaimana bisa merubah ini semua ~ biidznillah.

doa adalah senjata seorang mukmin

الدعاء سلاح المؤمن

 

Seorang sahabat berkisah: “Aku akan menceritakan satu kisah yg terjadi padaku .Saat itu, anak perempuanku duduk di kelas 5 SD. Sholat baginya adalah hal yg sangat berat…sampai2 suatu hari aku berkata kepadanya: “Bangun!! Sholat!!”, dan aku mengawasinya..
Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian melemparkannya ke lantai…Kemudian ia mendatangiku…
Aku bertanya kepadanya: “Apakah kamu sudah sholat?”
Ia menjawab: ” Sudah”
Kemudian aku MENAMPARNYA ,,
Aku tahu aku salah ,, Tetapi kondisinya memang benar2 sulit…
Aku menangis..,,
Aku benar2 marah padanya, aku rendahkan dia dan aku menakut2inya akan siksa Allah…
Tapi….ternyata semua kata2ku itu tidak ada manfaatnya.

Suatu ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya (seorang yg biasa2 saja dari segi agama) , tapi ketika datang waktu sholat, semua anak2nya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah. Ia berkata: Aku berkata padanya “Bagaimana anak2mu bisa sholat dg kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan.

Ia menjawab: Demi Allah, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO’A ini…dan sampai saat ini pun aku masih tetap berdo’a dg DO’A tersebut.

Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dg do’a ini..
Dalam sujudku…
Saat sebelum salam…
Ketika witir…
Dan disetiap waktu2 mustajab.

Demi Allah wahai saudara2ku…
Anakku ,,saat ini telah duduk dibangku SMA..
Sejak aku memulai berdoa dg doa itu, anakku lah yg rajin membangunkan kami dan mengingatkan kami untuk sholat…
Dan adik2nya, Alhamdulillah..mereka semua selalu menjaga sholat.

Sampai2…saat ibuku berkunjung dan menginap dirumah kami, ia tercengang ,,melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk sholat.

والدعاء هو …
( رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ
وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء )
(إبراهيم ، 40)

Doa ini adalah…
“Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan sholat… Ya Robb kami, perkenankanlah doaku.

Yaa…Doa…Doa…dan Doa…
Sebagaimana anda semua tahu bahwa: doa adalah senjata seorang mukmin

الدعاء سلاح المؤمن

Sumber: Status FB.com/husin.bin.ali.bin.husin.almuhdar

Tulisan di atas telah disunting menurut Penulisnya harap menyantumkan tulisan Arab aslinya.

گيف تجعل أبنائك يصلون
من أنفسھم ،،،
بدون خصام،، أو تذكير،،

أولادك لا يصلون أو أتعبوك من أجل أن يصلوا ؟
تعالوا لتروا كيف تغيرونهم بإذن الله تعالى

عن إحدى الأخوات :
تقول اقول لكم قصة وقعت معي انا

كانت بنتي،، بالخامس ابتدائي

و الصلاة ثقيلة عليها.. لدرجة اني قلت لها يوما قومي صل, وراقبتها , فوجدتها أخذت السجادة ورمتها على الأرض وجاءتني,
سألتها هل صليت قالت نعم.. صدقوني بدون شعور صفعت وجھا,
أعرف أني أخطأت.. ولكن الموقف ضايقني وبكيت وخاصمتها ولمتها وخوفتها من الله, ولم ينفع معها كل هذا الكلام

لكن في يوم من الأيام … قالت لي إحدى الصديقات قصة.. منقولة ..وهي

انها زارت قريبة لها عادية (ليست كثيرة التدين)، لكن عندما حضرت الصلاة
قام أولادها يصلون بدون أن تناديهم

تقول .. قلت لها : كيف يصلي أولادك من أنفسهم بدون خصام وتذكير ؟ !!!

قالت والله ليس عندي شي اقوله لك الا اني قبل أن أتزوج ادعو الله بهذا الدعاء وإلى يومنا هذا ادعو به

انا بعد نصيحتها هذه لزمت هذا الدعاء .. في سجودي وقبل التسليم وفي الوتر .. وفي
كل اوقات الاجابه

والله يا اخواتي.. ان بنتي هذه الآن بالثانوي.. من اول مابدأت الدعاء وهي
التي توقظنا للصلاة وتذكرنا بها
واخوانها كلهم ولله الحمد حريصون على الصلاة !!

حتى امي زارتني ونامت عندي ولفت انتباهها ان بنتي تستيقظ وتدور علينا توقظنا
للصلاة !

أعرف .. أنكم الآن متشوقون لتعرفوا هذا الدعاء ..
الدعاء موجود في سورة ابراهيم

والدعاء هو …
( رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ
وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء )
(إبراهيم ، 40)

فالدعاء الدعاء الدعاء
وكما تعلمون الدعاء سلاح المؤمن

Please follow and like us:
Posted on

Didiklah Anak Kalian Untuk Mencintai Agama

Ini adalah urusan agama yang mempengaruhi akhirat kita. Perhatikanlah dengan sungguh-sungguh. Terutama pendidikan anak-anak, perhatikanlah ajaran mana yang mereka ikuti, mereka sukai dan mereka teladani. Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan tiap-tiap pemimpin akan mempertanggung-jawabkan apa yang dipimpinnya.

{ Sang Guru Mulia Al Alim Al Allamah Al Musnid Al-Habib Umar bin Hafidz}

Didiklah anak-anak kalian untuk mencintai agama, mencintai Rasulullah SAW, dan kaum sholihin. Didiklah mereka agar memperhatikan perkara Allah SWT, Rasul-Nya dan hari kiamat. Serta bersungguh-sungguh dalam menyebut Allah SWT dan menjalankan ibadah sholat.

Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat ketika menginjak usia 7 tahun. Ketika usia 10 tahun pukullah mereka jika meninggalkan sholat. Dan bangunkanlah mereka untuk sholat jika tidur.

Ikutilah agama dan sunnah Rasulullah SAW. Berapa banyak TV yang berada di rumah-rumah yang telah merusak dan menghilangkan iman kita. Hal itu menjadi salah satu sebab seseorang meninggal dalam keadaan su’ul khotimah.Seperti dikisahkan seseorang yang meninggal ketika melihat gambar-gambar yang penuh maksiat di televisi dalam keadaan hatinya mati. Dan ia menjalani sakaratul maut dengan susah payah.

Sebaliknya, hati-hati yang sholih akan meninggal dalam keadaan mengingat para Nabi, Sayyidah Fatimah, dan Sayyidah Khadijah, sahabat, kaum Muhajirin dan Anshor. Dan kelak akan dibangkitkan bersama mereka.

Beberapa orang ketika sakaratul maut tak bisa berkata LailahaillAllah,bahkan setelah di talqin tiga kali. Namun mereka dapat mengucap kata selain LailahaillAllah SWT. Ketika ditanyakan kepada salah satu mayat di dalam mimpi, “Kenapa engkau tak bisa berkata Lailahaillah?” Ia pun menjawab, “Yang mencegah saya berkata LailahaillAllah SWT adalah pandangan-pandangan haram ketika saya di dunia.” Itulah hal yang mencegah antara kita dan Allah SWT (Lailahaillah).

Motivasi Islami

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur : 30)

Dahulu orang-orang kafir di Indonesia menutup aurat mereka karena malu dengan wanita-wanita muslimat dan karena haibah (keagungan) agama. Sekarang justru wanita-wanita muslimat yang ber tabarruj (memamerkan kecantikan).

Wahai Allah SWT yang Maha Penolong, tolonglah kami! Wahai Allah SWT yang Maha Perubah Keadaan, rubahlah keadaan kami menjadi lebih baik!

Ajaklah anak-anak kalian, laki-laki dan perempuan, kepada kebaikan dan menuntut ilmu yang bermanfaat. Kalian akan menghadap Allah SWT dengan wajah seperti apa jika mendukung anak kalian pergi ke Amerika! Apa yang akan mereka pelajari di Amerika?! Seberapa besar nilai yang mereka dapatkan sepulang dari Amerika dan cahaya apa yang mereka bawa? Bahkan kadang-kadang mereka pergi tanpa muhrim!

Wahai yang tak beradab! Di padang mahsyar kalian akan diliputi kegelapan dan menyesali perbuatan (mendukung kepergian itu) sedangkan orang-orang lain berada dibawah lindungan junjungan-junjungan kita.

Oleh karena itu kirimlah anak-anak kalian ke tempat-tempat belajar agama. Sehingga iman mereka menguat dan yakin. Kirimlah anak-anak perempuan kalian bersama muhrim. Seperti ke Hadramaut.

Bertakwalah kepada Allah SWT…berapa lamakah umurmu di dunia?! Siapakah yang berada di hati kalian?! Kalian telah mengagungi perbuatan, perkataan, dan ilmu-ilmu orang kafir! Sesungguhnya ilmu Rasulullah SAW (Al-Mukhtar) lebih agung!

Hidupkanlah pada diri kami Ilmu Nabi kita Rasulullah SAW yang memberi petunjuk dan jalan kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT merubah keadaan menjadi lebih baik. Dan masing-masing dari kalian menjadi qurrot ‘ain (penyejuk pandangan) Sayyidah Fatimah az-Zahra dan dibangkitkan bersama beliau.

Sumber : FB.com/Ali Abdurahman Al Habsyi

Please follow and like us:
Posted on

Kekuatan Sedekah

Kenapa orang yg mati memilih shodaqoh jika kembali ke dunia? sebagaimana firman Allah:

( ﺭﺏ ﻟﻮﻻ ﺃﺧﺮﺗﻨﻲ إلى أﺟﻞ ﻗﺮﻳﺐ ﻓﺄﺻﺪّﻕ ) ؟ ،
ya Rabbku jika Engkau menundaku sampai waktu yg dekat, maka aku akan bersedekah
ولم يقل : لأعتمر .. أو لاُصلي ..
أو لأصوم ؟
Tidak mengatakan, aku akan umroh, akan sholat atau akan puasa
قال أهل العلم :
ﻣﺎ ﺫﻛﺮالميت ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ إلا ﻟﻌﻈﻴﻢ ﻣﺎ ﺭﺃﻯ ﻣﻦ أثرها بعد موته ..
Ahli ilmu mengatakan:
Sedekah yg disebutkan mayit tidak lain karena besarnya pengaruh yg ditinggalkannya setelah kematiannya.
فأكثروا من الصدقة فإن المؤمن يوم القيامة في ظل صدقته ..
Maka banyaklah bersedekah, sesungguhnya pada hari kiamat orang beriman berada di bawah naungan sedekahnya
وتصدقوا عن موتاكم فإن موتاكم يتمنون الرجوع للدنيا ليتصدقوا ويعملوا صالحاً ، فحققوا لهم أمنيتهم ، وعودوا أبناءكم على ذلك .. تصدقوا
Dan bersedekah lah untuk kematianmu, karena kematianmu mengharapkan kembali ke dunia untuk sedekah dan amal sholeh

وأفضل صدقة تفعلها الان هي :
نشر هذا الكلام بنية الصدقة ؛
Dan sebaik-baik sedekah yg bisa anda lakukan sekarang adalah: menyebarkan kalam ini dengan niat sedekah.
Sumber : Catatan FB.com/ Ahmad Fauzi

Please follow and like us:
Posted on

Khutbah Wada’ Nabi Muhammad Saw

Prinsip Pertma : Ma’rifatullâh, dg Pengakuan Kedaulatan Allah Swt.
Pengakuan Kedaulatan Allah disinilah terletak “ Ma’rifatullâh “ yang mencakup :
1 : Hamdalah.
Didalam al-Qur ân ada lima surah yang dimulai dengan “hamdalah”:
1.Al-Fâtihah [1]: 2.
Kedaulatan itu milik mutlak Allah, Tuhan semesta alam .
2.Al-An’âm [6] : 1 :
Kedaulatan itu milik Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan sesuatu dengan Tuhan mereka.
3.Surah al-Kahfi [18] : 1 :
Kedaulatan itu milik Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya al-Qur ân dan Dia tidak mengadakan kebengkokan [ ] di dalamnya.
4.Surah Sabâ [34] : 1 ;
Kedaulatan itu milik Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya pula segala puji di akhirat. dan Dia-lah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.
5.Surah Fâthir [35] : 1 :
Kedaulatan itu milik Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai macam urusan yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
6. Surah al-Taghâbun [64] : 1 :
Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
2.Isti’ânah.
Didalam Islam, isti’ânah itu ada beberapa istilah yang masing masing memiliki perbedaan dan konotasinya yaitu :
a.Isti’ânah = اَلْإِسْتِعَانَةُ yaitu permohonan pertolongan.
b. Istighâtsah = اَلْإِسْتِغَاثَةُ yaitu permohonan rahmat dan kemenangan.
Istighâtsah berasal dari kata “ghâtsa” – “yaghîtsu: – “ghaitsan” , yang berarti “hujan “ seperti ungkapan didalam al-Qur ân surah Yusuf [12] : 49 :
1. Surah Luqmân [31] : 34 .
2. Surah al-Hadîd [57] : 20.
3. Surah al-Anfâl [8] : 9 .
4. Surah al-Kahfi [18] : 29 .
Walaupun ayat ini gambaran orang-orang kafir dineraka yang meminta air minum yang kemudian diberi oleh Allah air minum besi yang membara tetapi ditinjau dari aspek bahasa, “istighâtsah” digunakan oleh Allah Swt didalam al-Qur ân yang berarti permohonan air minum dalam konteks ini, tetapi dilihat dari sinonim serta penggunaan Nabi tentang istighâtsah ini, maka istighâtsah ialah salah satu bentuk doa dalam Islam dizaman Rasulullah Saww dalam hadis yang popular
اَلدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ.
Doa itu otaknya ibadah.
Kalau kita telusuri seluruh kata istighâtsah didalam al-Qur ân dan Hadis Nabi, maka kita akan menemukan makna yang berbeda-beda sesuai dengan kontek ayat dan hadis itu meliputi :
1.Permohonan agar diberi hujan.
2.Permohonan agar diberi air.
3.Permohonan agar diberi cahaya.
4.Permohonan agar diberi rahmat.
5.Permohonan agar diberi pertolongan.
6.Permohonan agar diberi rezeki.
7.Permohonan agar diberi kemenangan.
8.Sinonim / murâdif dengan doa permohyonan atau isti’ânah.
9.Sinonim / murâdif dengan doa isti’âdzah .
Istilah istighâtsah sudah digunakan oleh Nabi-Nabi sebelum Muhammad Saww .
Demikian juga wazir Nabi Sulaiman ‘a.s. Âshaf atau Âshif bin Bakhroya yaitu :
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ.
“Ya Allah Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, melalui Rahmat-Mu aku mohon kemenangan”
3.Istighfâr.
Qs.Hûd [11] : 3 yang artinya :
Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. Jika kamu mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai balasan keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.
a.Istighfâr terendah : اَسْتَغْفِرُاللهَ رَبِّ اغْفِرْلِيْ –
Rabbighfirliy……. atau astaghfirullâh…..
b.Istighfâr lebih tinggi : اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung”
c.Istighfâr diatasnya : اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ
“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung dan aku betobat kepada-Nya.”
d.Istighfâr diatasnya lagi :
اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِىْ لاَ اِلهَ اِلاّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ
اِلَيْهِ.
“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya”.
e.Sayyid al-Istighfâr :
اَللّهُمَّ اَنْتَ رَبِّيْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَاَنَا عَبْدُكَ، وَاَنَا عَلى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ اَنْتَ.
f. اِسْتِغْفَارُ نَبَوِيٌّ جَاِمعٌ .
Istighfar Seluruh Nabi-nabi:

اَللّهُمَّ مَغْفِرَتُكَ أَوْسَعُ مِنْ ذُنُوْبِيْ وَرَحْمَتُكَ أَرْجَى عِنْدِيْ مِنْ عَمَلِيْ.
“Ya Allah, ampunan-Mu lebih lapang dibandingkan dosa-dosaku, sedang rahmat-Mu aku harapkan dilimpahkan kepadaku dalam setiap amalku.”- Hr.Hakim dari Jabir bin ‘Abdillah.
g.Tertinggi ialah istighfâr-istigfâr didlm al-Qur ân contohnya srh al-Hasyar [59] : 10 :
h.Doa-doa Nabi dalam al-Qur ân lihat buku kami” :
“Al-Adzkâr “hal.129-164, atau buku kami “Doa-Doa al-Qur ân doa-doa iastighfâr para Nabi
i. Disamping aneka istighfâr diatas, kita juga menemukan aneka istighfâr yang disusun oleh ulama-ulama salaf al-shâlih yang sangat indah dan sangat bagus sekali untuk lebih taqarrub kepada Allah Swt. Silahkan baca kitab Abwâb al-Faraj halaman 198-219.
4- Al-Inâbah / al-Taubah (Tobat).
a- Inabâh menurut Bahasa.
Kata anâba – اَنَابَ didalam al-Qur ân kita temukan 18 kali. Mujarradnya (aslinya) ialah : يَنُوْبُ- نَوْبًا نَابَ – وَنِيَابًا- وَمَنَابًا. yang artinya : menggantikan tempatnya-mewakili – berulang kembali – kembali kepada Allah, sinonimnya : تَابَ- يَتُوْبُ- تَوْبَةً yang berarti bertobat. Al-Qur ân semuanya menggunakan kata mazid (tambahan) satu huruf yaitu : – يُنِيْبُ- اِنَابَةً – اَنَابَ: yang berarti berulang kembali – mewakilkan – bergantian.
Istilah khusus didalam al-Qur ân ialah : اَنَابَ إِلى اللهِ : تَابَ إِلى اللهِ , yang berarti kembali kepada Allah. Perbedaannya, didalam kata anâba, ada unsur mewakilkan atau tawakkal, dan unsur bergantian atau bergiliran kembalinya kepada Allah, berdasarkan peningkatan ilmu, setelah mengetahui terus kembali kepada Allah, dan terus kembali kepada Allah mengikuti peningkatan ilmu yang dipelajarinya. Imam ‘Ali bin Muhammad al-Sayyid al-Syarîf al-Jurjâny al-‘Allâmah didalam kitabnya al-Ta’rîfât mengungkapkan definisi inâbah sebagai berikut
اَلْإِنَابَةُ : إِخْرَاجُ الْقَلْبِ مِنْ ظُلُمَاتِ الشُّبُهَات- وَقِيْلَ اَلْإِنَابَةُ : اَلرُّجُوْعُ مِنَ الْكُلِّ إِلى مَنْ لَهُ الْكُلُّ – وَقِيْلَ اَلْإِنَابَةُ : اَلرُّجُوْعُ مِنَ الْغَفْلَةِ إِلى الذِّكْرِ, وَمِنَ الْوَحْشَةِ إِلى الْأٌنْسِ
Al-Inâbah ialah : Lepasnya hati dari kezaliman syubhat . Dan ada pendapat lain, kembali dari segala sesuatu ini kepada yang memiliki segala sesuatu (Allah). 3. Dan ada pendapat lain : Al-inâbah ialah kembali dari kelalaian kepada zikir, dan dari watak binatang liar kepada jiwa keramahan.
Firman Allah Swt surah al-Ra’du [13] : 27 yang artinya :
Orang-orang kafir berkata : “mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad tanda mukjizat dari Tuhannya ?” Katakanlah : “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang kembali kepada-Nya”.
Perintah Inâbah (Kembali Kepada Allah)
Dalam surah al-Zumar [39] : 54 yang artinya:
”Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi.”
Ayat ini adalah perintah inâbah (اَلْإِنَاَبُة), yaitu kembali kepada Allah serta bertawakkal kepada-Nya, dan perintah pasrah dan tunduk kepada Allah Swt. (اَلْإِسْلاَمُ), sebelum datangnya kematian. Fi’il amar (فِعْلُ الْأَمْرِ) didalam al-Qur ân, menunjukkan wajib dalam hukum Islam sebagaimana kaidah Ushûl al-Fiqhi :
“اَلْأَمْرُ لِلْوُجُوْبِ, إِلاَّ مَا دَلَّ الدَّ لِيْلُ عَلى خِلاَفِهِ “
“ Perintah menunjukkan wajib, kecuali ada dalil yang menentangnya “
Perintah al-Inâbah dan al-Islâm didalam ayat ini hukumnya wajib. Setiap Muslim wajib melaksanakan Inâbah sebagaimana para Nabi yang dicontohkan oleh Allah Swt. Di antaranya inabah-nya Nabi Sulaiman ‘a.s., demikian juga inabah-nya Nabi Ibrahim ‘a.s., yg nanti kita akan gambarkan bagaimana inabah-nya Sulaiman dan Ibrahim ‘a.s.
Prof.Wahbah al-Zuhaili dalam tafsirnya mengungkapkan :
“Kembalilah kalian kepada Allah dengan tobat dan taat kepada-Nya, dengan menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan, serta tunduk dan pasrah dalam segala urusan agama-Nya. Disamping itu, tunduk dan taat kepada segala hukum-hukum-Nya sebelum datangnya azab dunia berupa kematian. Siapapun tidak akan mendapatkan pertolongan yang dapat mencegah dari azab kecuali Allah Swt setelah datangnya azab itu”.
Dalam surah Luqmân [31]:15 yang artinya :
“ Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Surah lain, Shad [38] : 24 yang artinya :
Daud berkata : “Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.

Sumber :  H. Muchtar Adam >>> FACEbook.com/Muchtar.Adam

Please follow and like us: