Posted on

Mimpi Indonesia Bisa Juara

Sedikit catatan kecil mimpi untuk Indonesia bisa JUARA

<<< JUjur Antusias Ridha Allah >>>

 

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Mari kita instropeksi diri. Kalau di Dunia luar sana ( dunia nyata ) sudah begitu banyak tekanan yang bisa menghambat laju perkembangan otak kita, janganlah menambah tekanan itu di Dunia Elv-Army ini. Semoga semua yang memposting dan yang berkomentar punya visi dan semangat membangun, bukan saling menjatuhkan dan merasa benar sendiri, sehingga grup ini bisa menjadi wadah bagi pengungkapan pikiran yang belum tersampaikan di dunia luar sehingga ilmu – ilmu yang kita dapatkankan di Univ bisa lebih membumi karena adanya komunikasi yang baik. Walaupun tidak benar2 memproduksi ilmu yang baru seenggaknya kita tidak benar2 menjadi konsumen mutlak dari ilmu pengetahuan..

NB:
*bagi yang sudah tau, mungkin bisa menjelaskan lebih baik tulisan ini
terima kasih
*copast dikit dari temenq

https://www.facebook.com/groups/155966657806535/permalink/303645989705267/
Please follow and like us:
Posted on

Kembalikanlah Kepada Allah dan Rasul-Nya

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.( Q.S. An Nisa’ : 59 )

 

Di Indonesia masih sering terjadi perbedaan dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. Ayat di atas perlu direnungkan jelas ada kata-kata ‘Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya)’

Ayat-ayat Al Qur’an sering kali jelas kata-katanya bagi orang yang masih belajar sekalipun,Mari kita kembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnahnya. Dengan hubungan penentuan awal dan akhir Ramadhan ada Hadits yang perlu direnungkan.

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Syaban menjadi tiga puluh hari.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122))

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Syaban menjadi tiga puluh hari.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122))

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, dia berkata : Saya pernah mendengar Rasullah Saw bersabda : “Apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Ramadhan), maka berpuasalah dan apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Syawal), maka hentikan puasa, dan apabila di langit diselimuti awan (sehingga hilal tidak terlihat), maka genapkan Ramadhan (30 hari)”.
[Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1900]
Semoga Ayat alQur’an dan Hadits bisa menjadi renungan kita menyambut Ramadhan.Hormati saja perbedaan pendapat tersebut. Silakan download Ebook ,software muslim yang lainnya di sini!

Please follow and like us:
Posted on

HAKIKAT JIHAD

HAKIKAT JIHAD

Oleh
Ustadz Abu Qotadah

Jihad merupakan puncak kekuatan dan kemuliaan Islam. Orang yang berjihad akan menempati kedudukan yang tinggi di surga, sebagaimana juga memiliki kedudukan yang tinggi di dunia.

Secara umum, hakikat jihad mempunyai makna yang sangat luas. Yaitu berjihad melawan hawa nafsu, berjihad melawan setan, dan berjihad melawan orang-orang fasik dari kalangan ahli bid’ah dan maksiat. Sedangkan menurut syara’, jihad adalah mencurahkan seluruh kemampuan untuk memerangi orang kafir. Lihat Fathul Bari (6/77).

Sehingga dapat disimpulkan, jihad itu meliputi empat bagian.

Pertama : Jihad melawan hawa nafsu.

Kedua : Jihad melawan setan.

Ketiga : Berjihad melawan orang-orang fasik, pelaku kezhaliman, pelaku bid’ah dan pelaku kemungkaran.

Keempat : Jihad melawan orang-orang munafik dan kafir.

kaligrafi

 

Jihad melawan hawa nafsu, meliputi empat masalah. Pertama : Berjihad melawan hawa nafsu dalam mencari dan mempelajari kebenaran dan agama yang haq. Kedua : Berjihad melawan hawa nafsu dalam mengamalkan ilmu yang telah didapatkan. Ketiga : Berjihad melawan hawa nafsu dalam mendakwahkan ilmu dan agama yang haq. Keempat : Berjihad melawan hawa nafsu dengan bersabar dalam mencari ilmu, beramal dan dalam berdakwah.

Adapun berjihad melawan setan bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama : Berjihad melawan setan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan setan yang berupa syhubhat dan keraguan yang bisa mencederai keimanan. Kedua : Berjihad melawan setan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan setan dan keinginan-keinginan hawa nafsu yang merusak.

Sedangkan jihad melawan orang-orang fasik, pelaku kezhaliman, pelaku bid’ah dan pelaku kemungkaran, meliputi tiga tahapan. Yaitu dengan tangan apabila mampu. Jika tidak mampu, maka dengan lisan. Dan jika tidak mampu juga, maka dengan hati, yang setiap kaum Muslimin wajib melakukannya. Yaitu dengan cara membenci mereka, tidak mencintai mereka, tidak duduk bersama mereka, tidak memberikan bantuan terhadap mereka, dan tidak memuji mereka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَمَنْ أَحَبَّ عَبْدًا لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ

“Tiga perkara; barangsiapa yang pada dirinya terdapat tiga perkara ini, maka dia akan mendapatkan kelezatan iman; Allah dan RasulNya Iebih dicintai daripada yang lain-Iainnya, ia mencintai seseorang hanya karena Allah dan dia benci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagairnana ia benci dilemparkan ke dalam neraka”. [HR Bukhari dan Muslim].

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدْ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ

“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah, maka dia berarti telah sempurna imannya”. [HR Abu Dawud]

فَمَنْ أَحْدَثَ فِيهَا حَدَثًا أَوْ آوَى مُحْدِثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Barangsiapa membuat perkara yang baru atau mendukung pelaku bid’ah, maka dia terkena Iaknat Allah, malaikat dan seluruh manusia”. [HR Bukhari dan Muslim]

Berjihad melawan orang fasiq dengan lisan merupakan hak orang-orang yang memiliki ilmu dan kalangan para ulama. Yaitu dengan cara menegakan hujjah dan membantah hujjah mereka, serta menjelaskan kesesatan mereka, baik dengan tulisan ataupun dengan lisan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: “Yang membantah ahli bid’ah adalah mujahid”. Lihat Al Fatawa (4/13)

Syaikhul Islam juga mengatakan: “Apabila seorang mubtadi’ menyeru kepada aqidah yang menyelisihi Al Qur`an dan Sunnah, atau menempuh manhaj yang bertentangan dengan Al Qur`an dan Sunnah, dan dikhawatirkan akan menyesatkan manusia, maka wajib untuk menjelaskan kesesatannya, sehingga orang-orang terjaga dari kesesatannya dan mereka mengetahui keadaannya”. Lihat Al Fatawa (28/221).

Oleh karena itu, membantah ahli bid’ah dengan hujjah dan argumentasi, menjelaskan yang haq, serta menjelaskan bahaya aqidah ahli bid’ah, merupakan sesuatu yang wajib, untuk membersihkan ajaran Allah, agamaNya, manhajNya, syari’atNya. Dan berdasarkan kesepakatan kaum Muslimin, menolak kejahatan dan kedustaan ahli bid’ah merupakan fardu kifayah. Karena seandainya Allah tidak membangkitkan orang yang membantah mereka, tentulah agama itu akan rusak. Ketahuilah, kerusakan yang timbulkan dari perbuatan mereka, lebih berbahaya daripada berkuasanya orang kafir. Karena kerusakan orang kafir dapat diketahui oleh setiap orang, sedangkan kerusakan pelaku bid’ah hanya diketahui oleh orang-arang alim.

Adapun berjihad melawan orang fasik dengan tangan, maka ini menjadi hak bagi orang-arong yang memiliki kekuasaan atau Amirul Mukminin, yaitu dengan cara menegakan hudud (hukuman) terhadap setiap orang yang melanggar hukum-hukum Allah dan RasulNya. Sebagaimana pernah dilakukan Abu Bakr dengan memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat, ‘Ali bin Abi Thalib memerangi orang-orang Khawarij dan orang-orang Syi’ah Rafidhah.

Bagaimana dengan berjihad melawan orang-orang munafik dan kafir? Al Imam Ibnu Qayyim menyatakan, jihad memerangi orang kafir adalah fardu ‘ain; dia berjihad dengan hatinya, atau lisannya, atau dengan hartanya, atau dengan tangannya; maka setiap muslim berjihad dengan salah satu di antara jenis jihad ini. Lihat Zadul Ma’ad (3/64).

Akan tetapi, berjihad memerangi orang kafir dengan tangan hukumnya fardu kifayah, dan tidak menjadi fardu ‘ain, kecuali jika terpenuhi salah satu dari empat syarat berikut ini.

Pertama : Apabila dia berada di medan pertempuran.

Kedua : Apabila negerinya diserang musuh.
Syaikhul Islam lbnu Taimiyyah mengatakan: “Apabila musuh telah masuk menyerang sebuah negara Islam, maka tidak diragukan lagi, wajib bagi kaum Muslimin untuk mempertahankan negaranya dan setiap negara yang terdekat, kemudian yang dekat, karena negara-negara Islam adalah seperti satu negara”. (Al lkhtiyarat, 311). Jihad ini dinamakan jihad difa’.

Ketiga : Apabila diperintah oleh Imam (Amirul Mukminin) untuk berperang.
Keempat. Apabila dibutuhkan, maka jihad menjadi wajib. [Lihat Al Mughni, Al Majmu’, Zaadul Mustaqni’]

Adapun disyariatkan jihad melawan orang kafir (dengan tangan), melalui tiga tahapan :

Pertama : Diizinkan bagi kaum muslimin untuk berperang dengan tanpa diwajibkan. Allah berfirman:

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnaya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu”. [Al Hajj : 39].

Kedua : Perintah untuk memerangi setiap orang kafir yang memerangi kaum Muslimin. Allah berfirman :

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُوا إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” [Al Baqarah : 190].

Ketiga. Perintah untuk memerangi seluruh kaum musyrikin sehingga agama Allah tegak di muka bumi.

وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“… dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya; dan ketahuilah bahwasannya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa”. [At Taubah : 36]

Tahapan yang ketiga ini tidak dimansukh, sehingga menjadi ketetapan wajibnya jihad sampai hari kiamat. Syaikh lbnu Baz rahimahullah berkata: “Marhalah (tahapan) yang ketiga ini tidak dimansukh, tetap wajib sesuai dengan kondisi kaum Muslimin”. [Fadlu Al Jihad Wal Mujahidin, 2:440].

Demikian secera singkat hakikat jihad beserta tahapan-tahapan perintah tersebut. Semua ini harus dipahami oleh kaum Muslimin, sehingga dalam menetapkan jihad, sesuai dengan keadaan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun IX/1426H/2005 Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183

Please follow and like us:
Posted on

Senyum Tulus Senyum Sehat dan Bahagia

“Senyum anda, Senyum kami “.

Itu slogan yang biasa didengungkan para praktisi kesehatan gigi. Ini yang setiap hari dilakukan oleh mereka. Berusaha untuk menganalisis masalah utama kesehatan gigi dan mulut, melakukan
tindakan perawatan gigi dan mulut, mengevaluasi hasilnya, melakukan penelitian
dan terobosan terhadap kemungkinan perawatan yang lebih canggih serta terus
mengupdate perkembangan teknologi semata-mata hanya dengan satu tujuan
yaitu bagaimana membuat semua orang bisa “tersenyum” tentu saja senyum yang
sehat dan indah. Senyum mungkin bagi anda adalah hal yang sederhana dan
mudah, cukup menarik sudut bibir ke arah samping dan menampakkan gigi
mudah kan? Namun tidak sesederhana itu, kadang tersenyum saat-saat tertentu
sangatlah sulit. Terlebih jika anda tidak “mood” untuk senyum.
Senyum dihubungkan dengan karakter seseorang, karena tidak sedikit ditemukan
sifat individu yang “murah senyum”. Senyum banyak dikaitkan dengan perasaan
hati, kondisi jiwa, dan mood. Senyum dapat mempengaruhi kesehatan, tingkat
stress, dan daya tarik anda. Senyum juga dipercaya sebagai salah satu jalan jika ingin awet muda.

Senyum diketahui mempunyai manfaat untuk kesehatan diantaranya yaitu :
1. Senyum membuat anda lebih menarik.
Kita akan selalu tertarik pada orang yang selalu tersenyum. Orang yang selalu
tersenyum punya daya tarik tersendiri. Wajah yang berkerut, cemberut, membuat
orang menjauh dari anda, tetapi sebaliknya senyum bisa membuat mereka tertarik.

2. Senyum mengubah mood anda
Ketika anda merasa jatuh atau “down” cobalah untuk tersenyum. Mungkin saja
mood anda akan berubah menjadi lebih baik.

3. Senyum dapat merangsang orang lain tersenyum
Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana
menjadi lebih cerah, mengubah mood orang lain yang ada disekitarnya, dan
membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum membawa
kebahagiaan buat orang yang ada di sekitarnya. Seringlah tersenyum maka anda
akan disukai oleh banyak orang.
4. Senyum dapat mengurangi stress
Stress secara nyata dapat muncul di wajah anda. Senyum membantu mencegah
kesan bahwa kita sebenarnya sedang ”loyo”. Jika anda sedang stress cobalah untuk
tersenyum, maka stress anda akan berkurang dan anda akan merasa lebih baik
untuk membuat langkah selanjutnya.

5. Senyum meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh anda
Senyum dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Ketika
anda tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan anda menjadi lebih
rileks.

6. Senyum menurunkan tekanan darah anda
Ketika anda tersenyum,maka tekanan darah anda akan menurun. Jika anda tak
percaya, anda boleh mencobanya sendiri, jika anda memiliki alat pengukur tekanan
darah di rumah anda.

7. Senyum mengeluarkan endorphins (pereda rasa sakit secara alami) dan serotonin
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta serotonin. Senyum memang obat yang alami.

8. Senyum dapat melenturkan kulit wajah dan membuat anda terlihat lebih muda
Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat anda terlihat lebih
muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan senyum anda sepanjang
hari, maka anda akan terlihat lebih muda, dan merasa lebih baik.

9. Senyum membuat anda tampak sukses
Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri dalam menjalani hidupnya.
Cobalah tersenyum saat anda melakukan pertemuan dan saat ada janji, yakin
rekan-rekan kerja, sahabat, orang-orang terdekat anda akan merasakan sesuatu
yang berbeda.

10. Senyum membuat anda tetap positif
Untuk menguji penyataan diatas, coba lakukan latihan berikut ini : Tersenyumlah
Anda…lalu sekarang cobalah berpikir sesuatu yang negatif tanpa berhenti
tersenyum. Sulitkan?…Mengapa?….Karena ketika anda tersenyum, maka senyum tersebut akan mengirimkan sinyal ke tubuh anda bahwa “hidup anda saat ini baik-baik saja”.
Maka jauhkan diri anda dari depresi, stress, dan rasa khawatir dengan satu kata yaitu “senyum”, tentu saja dengan memberikan senyum pada tempat dan suasana yang tepat, tidak kemudian berlebihan. Karena jika berlebihan, maka tentu orang
lain akan menganggap anda kurang waras.

Sudahkah anda tersenyum hari ini ?

Please follow and like us:
Posted on

Motivasi Sukses Pengusaha Muslim

Maha suci Allah Yang di Tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup , supaya Dia menguji kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.( QS. Al Mulk : 1-2)

Strategi meraih sukses dalam bekerja maupun berbisnis kali ini yang saya ringkas dari Lembar Jum’at Ikadi (Ikatan Dai Indonesia )Kota Kediri Edisi 132/20/3/2009.Semoga menjadi motivasi sukses pengusaha muslim.

1. A d i l.
Adil adalah pilar awal kesuksessan dalam hidup ini. Adil itu bukan sama rata, tetapi menempatkan sesuatu pada tempatnya. Adil berarti tidak ada yang terzalimi. Buruh demo karena merasa diperlakukan tidak adil. Begitu pula pemimpin yang tak adil akan dibenci rakyat atau bawahannya. Rindukanlah keadilan merata di mana-mana , sampai tidak ada hak siapapun yang terzalimi. Bersyukurlah jika tidak ada orang yang terzalimi karena itulah keberuntungan kita . Sebaliknya , kita tidak akan mendapat keberuntungan dengan berbuat zalim karena justru kutukan , laknat, dan ancaman yang akan datang.

2.J u j u r.
Kalau kita jujur , terbuka, dan transparan maka orang tidak akan pernah ada yang tertipu dan menjadi sukar berburuk sangka. Manajemen yang penuh kejujuran maka tidak akan ada kecurigaan satu sama lain , sehingga aktivitas bisnisnya akan lebih bersenergi.

Pedagang yang jujur akan mengundang simpati para pembelinya karena mereka merasa tidak dibohongi. Yang sering terjadi pedagang mengatakan harga pembeliannya belum boleh walaupun sebenarnya sudah untung tapi kurang banyak. Atau mengatakan misalnya tadi sudah ditawar 10.000 tapi belum diberikan, walaupun sebenarnya belum ada yang menawar.
Jujur sekarang semakin langka termasuk di lingkungan pendidikan, karena takut tak lulus Unas melakukan hal-hal yang tak terpuji.Tak heran ada korupsi yang dilakukan secara berjamaah.

3.Profesional
Pelaku bisnis atau siapupun berbuat sesuatu sesuai ilmu atau keahliannya. Orientasinya lebih tinggi daripada adil ingin memberi sigma kepuasan. Kalau adil itu hanya sampai haknya terpenuhi, tetapi kalau iohsan itu melampaui terpenuhinya hak karena mengupayakan orang lain mendapatkan kepuasan. Saat bertemu dengan penjual puas karena keramahannya. Saat transaksi , puas karena kejujurannya. Saat mendapatkan barang puas karena kualitasnya. Biarkan para pembeli merasakan banyak kepuasan , sehingga timbul sigma kepuasan pada para pembeli. Ntrepreneur Muslim sejatitidak hanya memikirkan kepuasan dirinya tetapi juga memikirkan bagaimana sebanyak mungkin orang lain, bukan mengecewakan orang lain.

4. Bisnis yang kreatif dan inovatif.
Yaitu bisnis yang benar-benar menjunjung tinggi kualitas, bisa memberikan solusi dan memiliki orientasi untuk masa depan.
5. Bisnis yang multi manfaat.
Yaitu bisnis yang tidak hanya menguntungkan penjual, tetapi juga bisa menguntungkan banyak orang . Jadi ciri Entreepreneur Muslim sejati yang sedang dinantikan kehadirannya saat ini. Pebisnis yang sangat adil, jujur, profesional, kreatif, dan innovatif. Singkatnya mereka yang bisa memberikan multimanfaat.

Pedagang yang jujur itu kedudukannya akan setara dengan para Nabi dan Rasul di akhirat. Rasulullah adalah seorang yang sangat ihsan. Tidak ada satu pun orang yang bertemu dengan beliau melainkan menemukan banyak kepuasan dari sikap beliau, puas terhadap kejujurannya,senyumannya, tutur katanya, etika dan kesopanannya. Semoga kita bisa bisa meniru suri teladan beliau. Amiin.
Sumber : Strategi Sukses Pengusaha Muslim

Please follow and like us:
Posted on

Ayo Jihad ! Dua Landasan Hidup

Jihad berarti berjuang atau bersunggu-sungguh bukan hanya berarti perang.

 Produk otomotif saja punya slogan Way of life kita harus berjuang mempertahankan keyakinan agar tak salah memilih pegangan hidup. Ayo jihad belajar beragama dan mempertahankannya.
Dari Sufyan Bin Abdilah Ats-Tsaqafi r.a.ia berkata : Aku bertanya : Ya Rasulullah , katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam , yang aku tak perlu lagi bertanya keepada seseorang selain kepadamu.Rasulullah bersabda: Katakanlah , Aku beriman kepada Allah , kemudian belakulah istiqamah (H.R. Muslim )

masyaAllah

Hadits di atas menunjukkan jawaban Rasulullah hanya terdiri dua kalimat pendek tetapi mengandung segala keutamaan bahkan merupakan inti dasar bagi segala kemajuan, Katakanlah , Aku beriman kepada Allah kemudian istiqamahlah yaitu peganglah terus secara kokoh dan konsekuen kata-kata itu sebagai pegangan dan landasan dalam kehidupan ini. Iman kepada Allah memang merupakan kekayaan spiritual paling besar yang dapat membentuk manusia menjadi bijak, dan menuntun hidup yang jujur. Iman kepada Allah juga merupakan sumber kebaikan .

Iman sendiri harus diucapkan dengan lisan, diikrarkan di dalam hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Iman sendiri diibaratkan seperti pohon yang baik akarnya menghujam kuat ke dalam bumi, sedankan caban-cabangnya menjulang kea as langit yang setiap saat akan memberikan buah-buahnya dengan ijin Tuhannya (Lihat Q.s. Ibrahim, 14:24)

Sedang Rasulullah telah mengisyaratkan dalam salah satu sabdanya :
Betapa hebatnya kedudukan seorang mukmin itu. Semua hal adalah baik belaka baginya, dan itu hanya dimiliki oleh seorang mukmin. Bila ia mendapatkan sesuatu yang menyenangkan ia bersyukur dan itu baik baginya. Dan bila ia ditimpa sesuatu cobaan berupa kesusahan , ia tetap bersabar, dan itu baik baginya. (H.R. Ahmad dan Muslim)

Istiqamah sendiri merupakan gerakan positip dari iman yang benar , di mana hati adalah sumbernya. Dari hati itulah terbesit sikap istiqamah , selanjutnya ia akan melimpah dan merambah ke seluruh anggota tubuh secara patuh dan penuh ketaatan . Seorang yang istiqamah ialah yang mempunyai pendirian teguh, yang tak dapat dibelokkan ke kiri dan ke kanan. Tidak menyerah karena rayuan , tidak runtuh karena godaan , tidah patah karena pukulan , tidak bertekuklutut karena banyaknya kendala atau rintangan.

”Sesungguhnya mereka yang mengatkan Tuhan kami Allah , kemudian berlaku istiqamah maka akan turun kepada mereka para malaikat seraya berkata , jangankamu takut dan jangan pula berduka cita , dan terimalah berita gembira akan meperoleh surga yang telah dijanjikan bagimu. Kamilah pelindungmu di dalam kehidupan dunia ini, juga di akhirat kelak. (Q.S. Fushshilat, 30-31).

Tulisan di atas merupakan ringkasan dari Buletin Dakwah No 15 /4/1994 oleh

H.Abdullah Faqih S.

Walaupun sudah sangat lama dulu kukumpulkan tiap Jum’at sekarang kucoba untuk membuat dokumentasi semudah mungkin dan juga sederhana,walaupun tak semuanya masih cukup sering kujadikan rujukan. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi penulisnya dan juga yang infak di masjid jauh di sana mendapat tambahan pahala.. Semoga kita selalu mendapat bimbingan petunjuk di hati. Amin.

Please follow and like us:
Posted on

Mengintip Calon Penghuni Surga

Suatu hari Nabi sedang duduk di Masjid bersama para sahabatnya. Tiba-tiba Nabi berseru, “Akan datang penghuni surga.” Serentak para sahabat memandang ke arah pintu. Ternyata datanglah seorang sahabat yang memberi salam pada majelis Nabi lalu shalat. Keesokan harinya lagi, pada situasi yang sama, Rasul berseru, “Akan datang penghuni surga.” Tiba-tiba hadir dari arah pintu sahabat yang kemarin juga digelari Rasul penghuni surga. Selepas bubarnya majelis Nabi, seorang sahabat mengejar “penghuni surga” tersebut. Ia berkata, “Maafkan saya, wahai saudaraku. Aku bertengkar dengan keluargaku. Bolehkah aku barang satu-dua hari menginap di rumahmu?” “Penghuni surga” ini lalu berkata, “Baiklah…” Satu hari berlalu, dua hari berlalu dan tiga hari pun berlalu. Akhirnya sahabat ini tak tahan dan berkata pada “penghuni surga”. “Wahai saudaraku sebenarnya aku telah berbohong padamu. Aku tak bertengkar dengan keluargaku. Aku bermalam di rumahmu untuk melihat apa amalanmu karena aku mendengar Rasul menyebutmu penghuni surga. Tapi setelah aku perhatikan, amalanmu sama dengan apa yang aku kerjakan. Aku jadi tak mengerti…..” “Penghuni surga” itu menjawab, “Maafkan aku, memang inilah aku! Ibadah yang aku jalankan tidak kurang tidak lebih sebagaimana yang engkau saksikan selama tiga hari ini. Aku tak tahu mengapa Rasul menyebutku “penghuni surga”. Sahabat itu lalu pergi meninggalkan “penghuni surga”. Tiba-tiba “penghuni surga” itu memanggil sahabat tersebut. “Saudaraku, aku jadi teringat sesuatu. Aku tak pernah dengki pada sesama muslim. Mungkin ini……” Sahabat tersebut langsung berseru, “Ini dia yang membedakan engkau dengan kami. Ini dia rahasianya mengapa Rasul menyebutmu penghuni surga. Ini yang tak dapat kami lakukan.” Ternyata, soal dengki ini bukan persoalan sepele. Ada seorang tukang sate di tempat saya. Alhamdulillah satenya yang memang empuk itu laris bukan main. Tetangganya mulai mencibir dan menuduh si tukang sate memelihara tuyul. Ketika anak si tukang sate kecelakaan, lagi-lagi tetangganya mencibir, “Rasakan! Itulah tumbal akibat main tuyul!” Lihatlah kita. Apakah kita bertingkah laku persis tetangga tukang sate tersebut? Kita tak rela kalau saudara kita memiliki nilai “lebih” di mata kita. Repotnya, rumput tetangga itu biasanya terlihat lebih “hijau” dibanding rumput kita. Kita dengki dengan keberhasilan saudara kita. Ada seorang wanita karir yang berhasil. Karena beban kerjanya, dia sering kerja lembur sampai baru pulang saat larut malam. Tetangganya menuduh ia wanita jalang. Ketika dari hasil jerih payahnya ia mampu membeli mobil, tetangganya ribut lagi, kali ini ia disebut “simpanan seorang bos”. Masya Allah! Bukannya belajar dari keberhasilan saudara kita tersebut, kita malah mencibir dan menuduhnya yang bukan-bukan. Dengki adalah persoalan hati. Dari dengki biasanya lahir buruk sangka, kemudian dari buruk sangka biasanya lahir fitnah dan tuduhan. Untuk menyebarkan fitnah ini kita bergosip kemana-mana sambil menggunjingkan perilaku orang tersebut. Inikah yang sedang meratulela di negeri ini? Begitu mudah ukhuwah terkoyak. Begitu mudah permusuhan terjadi. Begitu mudah perseteruan dan permusuhan terjadi. Pembunuhan jadi tradisi? Begitulah, bermula dari dengki kemudian menyusul perbuatan dosa yang lain! Sulit sekali menghilangkan rasa dengki tersebut. Untuk itu, marilah kita minta perlindungan kepada Sang Penguasa hati: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan KEDENGKIAN dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS 59:10) Sumber : Hikmah Ikadi Jatim

Please follow and like us: