Posted on

Kembalikanlah Kepada Allah dan Rasul-Nya

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.( Q.S. An Nisa’ : 59 )

 

Di Indonesia masih sering terjadi perbedaan dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. Ayat di atas perlu direnungkan jelas ada kata-kata ‘Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya)’

Ayat-ayat Al Qur’an sering kali jelas kata-katanya bagi orang yang masih belajar sekalipun,Mari kita kembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnahnya. Dengan hubungan penentuan awal dan akhir Ramadhan ada Hadits yang perlu direnungkan.

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Syaban menjadi tiga puluh hari.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122))

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Syaban menjadi tiga puluh hari.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122))

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, dia berkata : Saya pernah mendengar Rasullah Saw bersabda : “Apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Ramadhan), maka berpuasalah dan apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Syawal), maka hentikan puasa, dan apabila di langit diselimuti awan (sehingga hilal tidak terlihat), maka genapkan Ramadhan (30 hari)”.
[Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadits : 1900]
Semoga Ayat alQur’an dan Hadits bisa menjadi renungan kita menyambut Ramadhan.Hormati saja perbedaan pendapat tersebut. Silakan download Ebook ,software muslim yang lainnya di sini!

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *